Standar Penulisan Optimasi Tulisan Versi Lapak Terjemahan

Standar Penulisan Optimasi Tulisan Versi Lapak Terjemahan

Tulisan ini ditujukan untuk lapak terjemahan Inggris Indonesia tarjiem. Sengaja dipublikasi umum, hitung-hitung bagi-bagi cerita. Terlebih tulisan ini ditulis di bulan Ramadan 1438H. Sebenarnya, sudah ada artikel standar penulisan optimasi mesin pencari (OMP) atau Search Engine Optimization (SEO) versi plugin Yoast terdahulu. Tulisan yang ditulis dua tahun lalu itu, masih relevan hingga sekarang. Khusus untuk lapak terjemahan ini sendiri memiliki standar penulisan sendiri.

Pada dasarnya, tulisan demi mengejar peringkat di mesin pencari itu adalah kombinasi kebutuhan pembaca dan kekuatan blog itu sendiri. Namun yang terpenting adalah konsistensi menulis. Sisanya tinggal dibantu dengan trik menjual blog kepada mesin pencari. Trik ini dikenal dengan faktor tautan balik atau backlink. Walau blog itu memiliki kekuatan tautan balik namun konsistensi menulis tidak produktif, bisa jadi dianggap kurang gaul (update) oleh Google. Sebaliknya, jika artikel tulisan itu bagus namun kurang menjual bagi mesin pencari, maka sulit juga masuk ke halaman satu. Lebih-lebih masuk ke peringkat 1.  Kecuali blog itu menggunakan Blogspot.

1. Semua Berawal Dari Judul Tulisan

Bagi yang pernah kuliah, judul skripsi itu adalah segala-galanya. Jika sedikit saja ada perubahan pada judul tugas akhir, maka semua isi penelitian itu akan berubah semuanya. Begitu juga dengan tulisan blog dalam rangka optimasi mesin pencari. Setiap judul tulisan wajib memasukkan kata atau kombinasi kata-kata yang ingin dioptimasi blog tersebut.

Tiga belas ciri-ciri tulisan yang baik versi wordpress seo plugin yoast
Tiga belas ciri-ciri tulisan yang baik versi wordpress seo plugin yoast

Misalnya, blog itu bertemakan bahasa Arab. Maka setiap judul tulisan yang akan dimunculkan atau ditulis, wajib mengandung kata arab atau bahasa arab. Entah itu belajar bahasa Arab, percakapan bahasa Arab, cerita orang Arab, antara Indonesia dan Arab, terjemahan bahasa Arab, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, kata “Arab” dan kombinasinya menjadi blog itu dikenal sebagai “blog arab” bagi mesin pencari. Hal ini dikarenakan kepadatan kata kunci (keyword density) secara tidak langsung rajin tampil dalam setiap tulisan.

2. Menyusun Kerangka Anak Tulisan

Setelah blog itu memiliki satu tema (niche), maka selanjutnya menentukan rangkaian topik tulisan yang selanjutnya. Masih menggunakan contoh “Arab”, maka rangkaian tulisan yang sebaiknya muncul adalah semua hal yang terkait dengan Arab. Sebagai conton misalnya ada tiga kategori utama terkait dengan arab, yaitu bahasa arab, orang Arab, dan penerjemah Arab.

Variabel untuk menganalisis calon judul tulisan seo di histats.com
Variabel untuk menganalisis calon judul tulisan seo di histats.com

Tiga kategori ini akan dijadikan kategori utama yang nantinya akan dikembangkan lagi jadi judul artikel turunan. Misalnya dari kategori bahasa arab, maka nanti judul tulisan berkembang jadi cara belajar bahasa arab, bahasa arab untuk percakapan, bahasa Arab untuk sekolah dasar, dsb. Jika tulisan sudah berkembang, otomatis akan banyak muncul ide judul tulisan berdasarkan hasil pencarian yang masuk.

3. Membangun Tautan Ke Dalam (Inbound Link) Satu kategori

Selanjutnya adalah membangun tautan ke dalam atau yang dikenal dengan inbound link. Begitu ketegori utama telah ditentukan, selanjutnya mengaitkan (link) satu tulisan ke tulisan lainnya yang satu kategori. Misalnya judul tulisan percakapan bahasa arab dasar perkenalan, disebutkan dalam tulisan percakapan bahasa Arab untuk naik haji. Usahakan dalam 300 kata mengandung 1-2 tautan ke dalam (rasio 3:1). Jika ada 500 kata, artinya bisa 2-3 dalam 1 tulisan. Jangan terlalu banyak, tidak ada tautan juga tidak apa.

Struktur Kategori Tarjiem Blog Jasa PenerjemahSebelum Desember 2015
Struktur Kategori Tarjiem Sebelum Desember 2015

4. Di Atas 300 Kata Baik dan >500 Kata Lebih Baik

Nah kalau ini sebelumnya sudah ada pembahasanya di sini. Lapak terjemahan ini sendiri berusaha 400-500 kata dalam satu tulisan. Minimal ada 2-4 tulisan dalam 1 bulan. Tergantung suasana juga, jika sedang tidak ada kerjaan, maka tulisannya bisa banyak yang ditulis. Tapi jika ada pembeli jasa penerjemah bahasa Inggris Indonesia, menulisnya kalau pekerjaan terjemahan sudah selesai.

5. Maksimal 1.000 Kata = 1 Tulisan

Tidak banyak yang sanggup membaca secara utuh untuk sebuah tulisan hingga 1.000 kata. Rata-rata keterbacaan tulisan bahasa Indonesia itu 300 kata dan maksimal 500 kata. Lebih dari itu, biasanya menggunakan teknik baca cepat (scanning). Jika tulisan sudah mencapai 1.000 kata siap-siap untuk mempertimbangkan membagi tulisan jadi 2 artikel. Di sisi lain, tulisan 700-1.000 kata memiliki kekuatan tersendiri. Setidaknya isinya lebih komprehensif dan banyak menjaring kata kunci, kosa kata, kombinasi kata, variasi kata atau frasa.

Cara Membuat Tajuk/Heading Di WordPress.org
Cara Membuat Tajuk/Heading Di WordPress.org

6. Menggunakan Tajuk (Heading) Jika > 300 kata

Jika tulisan di bawah 300 kata tidak perlu membuat tajuk. Namun jika tulisan sudah di atas 350 kata, ada baiknya membuat tajuk. Tujuannya membantu pembaca yang suka menggunakan teknik baca cepat skimming atau scanning. Dari sisi optimasi mesin pencari, akan membantu algoritma laba-laba Google menyarikan isi teks. Misal judul tulisan, Ungkapan Cinta Dalam Bahasa Arab. Maka masukkan tajuk kedua (Heading 2/H2) menjadi Ungkapan Cinta Bahasa Arab yang Romantis. Sebisa mungkin setelah 3 paragraf dibuat 1 tajuk. Akan lebih baik jika urutan tajuk mengandung H2-H4. Lebih-lebih sampai H6.

7. Satu Gambar = 300 Kata

Rasionya masih sama, 1:3 atau satu tulisan 300 kata mengandung 1 tulisan. Sebiji gambar ini akan dijadikan gambar tajuk (featured image) sebagai syarat teknis lolos AMP. Usahakan gambar itu bebas hak cipta (copyright). Tempat favorit mencari gambar gratis yang bagus adalah pixabay.com atau kadang unsplash. Sebelum diunggah, usahakan gambar dikompresi hingga berukuran <75 KB. Jangan lebih dari 100 KB. Ukuran gambar sebaiknya berkisar 800×600 piksel.

Untuk pengguna WordPress, caranya bisa dengan ini. Biasanya, gambar dikompres dulu pakai tinyjpg.com atau compressor.io sebelum diunggah. Malah kadang bolak-balik dan ditambah plugin, supaya tidak diprotes oleh Gtmetrix atau Google PageSpeed Insight.

Hasil Compressor.io dengan Google PageSpeed Insights
Hasil Compressor.io dengan Google PageSpeed Insights

Gambar berfungsi hanya ilustrasi saja, kecuali kalau tulisannya bertemakan kumpulan gambar-gambar. Urusan gambar ini memang jadi perhatian yang serius. Karena akan berefek pada kecepatan halaman (loading) dan membengkakkan ruang penyimpanan hos (hosting disc space). Sehingga menjadikan pengeluaran bulanan jadi besar juga. Jika sulit mencari gambar, cukup jepret saja pakai ponsel pintar objek yang ingin dipakai sebagai pemanis.

8. Tautan Keluar (Outbond Link) = Nofollow

Contoh tautan ke dalam atau indbound link yakni sama-sama menyebut link lain di situs/blog yang sama. Misal lapak terjemahan tarjiem ini juga menyebutkan tulisan sebelumnya dan dijadikan link. Jika menggunakan atau menyebutkan rujukan dari luar, usahakan tautannya yang bisa dipercaya. Dengan kata lain, situsnya adalah situs terkenal, minimal Wikipedia. Sebaiknya cari peringkat Alexa yang bagus atau Domain Authority (DA)  dan Page Authority (PA) yang bagus.

Rasionya 300 kata maksimal 2-3 tautan ke luar dan wajib dijadikan nofollow. Jangan terlalu banyak memasukkan tautan keluar dan jangan pula terlalu banyak membuat tautan ke dalam. Buatlah sewajar mungkin. Jika tidak, bisa-bisa algoritma mesin pencari Google menuduh tulisan tersebut sebagai ladang tautan balik.

Apa loe bilang Kualifight? Kuali?
Apa loe bilang Kualifight? Kuali?

9. Hindari Salah Ketik (Typo)

Kelihatannya sepele, tapi ini juga menjadi dasar algoritma mesin pencari menilai kadar kualitas sebuah blog atau tulisan. Sebelumnya ada yang melaporkan kalau memperbaiki kata-kata yang salah ketik bisa membantu menaikkan peringkat di Google. Walau secara teknis membantu SEO, namun jika salah ketik saja juga bisa mengubah makna.

Menjadikan Tulisan itu Sebagai Sebuah Seni Optimasi

Jika ada yang membaca sampai habis dan sampai kalimat ini, itu artinya tulisan ini berhasil membuat nyaman para pembaca. Seni optimasi mesin pencari atau seo, hal yang dikejar adalah membuat nyaman pembaca sang manusia dan membuat algoritma robot Google “tertipu” dengan trik penulisan penulisan optimasi mesin pencari.

Kutipan menarik tentang seo image:flickr.com
Kutipan menarik tentang seo image:flickr.com

Masih banyak cara untuk mengoptimasi sebuah tulisan. Percaya atau tidak, semakin memikirkan soal cara menulis seo yang baik dan benar akan membuat puyeng kepala. Alhasil tulisan tidak jadi dibuat-dibuat. Beberapa teori optimasi tulisan (on page seo) lain adalah kepadatan kata kunci 2-4%, variasi kata, riset kata, link silo, kecepatan blog, tautan balik, flesch reading ease, dan masih banyak lagi. Katanya ada 100 lebih variabel SEO.

Standar Penulisan Artikel SEO Versi Tarjiem

Sebagai kesimpulan, berikut sembilan standar penulisan artikel yang akan tayang di lapak terjemahan tarjiem.com:

  1. Semua Berawal Dari Judul Tulisan
  2. Menentukan Kerangka Anak Tulisan
  3. Tautan Ke Dalam Setidaknya 1 Tautan
  4. Sebaiknya Ditulis 300-500 Kata
  5. Maksimal 1.000 kata Per Artikel
  6. Setidaknya Menggunakan H2-H4
  7. Satu Gambar = 300 Kata
  8. Tautan Keluar = Nofollow
  9. Hindari Typo

Ini hanya usaha dalam mengoptimasi sebuah tulisan untuk dikenal oleh mesin pencari. Syukur-syukur masuk ke peringkat satu halaman satu (page one, diplesetkan menjadi pejawan) di Google. Tulisan yang bukan diputar oleh mesin (spin), sehingga lolos plagiarisme atau copyscape.

Trik standar penulisan artikel SEO ala lapak terjemahan tidak perlu dipaksakan. Bermanfaat lebih baik. Alasannya, menulis secara istikomah lebih menantang. Tanpa sadar, jika sudah terbiasa maka setiap tulisan yang akan dihasilkan akan mengikuti kaidah optimasi mesin pencari, termasuk dalam tulisan ini.

4 pemikiran pada “Standar Penulisan Optimasi Tulisan Versi Lapak Terjemahan”

  1. wuih keren banget.. ulasannay bisa sedetail itu.. baru tau 1 gambar setelah menulis 300 kata.. biasanya saya nulis nulis aja gak ada perhitungan sama sekali.. Benar sekali meta deskripsi adalah hal yang penting untuk mendapatkan pencarian google number 1

    • 1 gambar setelah 300 kata cuma buat membahagiakan pembaca saja sih Bu. Malah sekarang saya tiap 150-200 kata kasih gambar. Jadi kalau bosan sama tulisannya, cukup gambarnya saja yang dilihat.

  2. masih belum banyak tau tentang seo, masih sekedar asal menulis dengan standar sedikit riset kata kunci dan berusaha memakai eyd walau kadang masih belepotan sana sini. sepertinya makin belajar seo semakin bikin pening berlaku buat saya. suka gambar kuali fight nya :D

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.