Saat Kembali Ke Extra atau Divi Elegant Themes (Ulasan Awal 2017)

Saat Kembali Ke Extra atau Divi Elegant Themes (Ulasan Awal 2017)

Ini adalah cerita perjalanan ‘pakaian’ atau tampilan lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia tarjiem.com. Tulisan ini juga merupakan jawaban atas pertanyaan terkait kenapa kembali menggunakan tema WordPress Divi Elegantthemes.com. Mungkin lebih tepatnya themes Extra Elegant Themes.

Dua tahun yang lalu memang sempat menggunakan Divi Elegantthemes. Hanya dua bulan bertahan memakai Divi Elegant Themes, April-Juni 2015. Lalu mengucapkan selamat tinggal kepada produk Divi Elegant Themes. Kemudian awal tahun 2017 ini, pakaian Elegant Themes kembali digunakan.

Penggunaan tema Extra ini bersamaan dengan turun ‘pangkat’ kualitas mesin blog. Awalnya dari mesin pribadi Virtual Private Server atau VPS Digital Ocean (DO) 512MB, lalu turun derajat ke Hos Keroyokan alias Share Hosting IIX Indonesia. Padalah, tema Elegantthemes ini termasuk tema WordPress yang ‘boros’. Butuh sumber daya mesin atau hosting resource yang lebih besar dibandingkan saat menggunakan tema sangat ringan sejenis Twenty Sixteen. Sederhananya awal tahun 2017 ini, lapak jasa terjemahan Indonesia Inggris ini menggunakan pakaian bagus tapi mesinnya tidak begitu mendukung.

Kenapa Anda Beralih Dari Elegant Themes Ke yang Lain?

Itulah pertanyaan yang diajukan di kotak surat Facebook Messenger. Lebih tepatnya, kenapa ‘membuang’ produk Divi Elegant Themes lalu memakainya kembali?

Jumlah Plugin WordPress Tarjiem Per 9 Mei 2017 (Akismet, AMP, W3TC, iThemes, XML Sitemaps)
Jumlah Plugin WordPress Tarjiem Per 9 Mei 2017 (Akismet, AMP, W3TC, iThemes, XML Sitemaps)

Pertama: Divi Elegant Themes Adalah Tema WordPress yang Berat

Temasuk juga tema Extra Elegant Themes. Malah mungkin Extra ElegantThemes lebih berat dibandingkan Divi. Butuh perhatian lebih dalam pengaturan atau setting WordPress jika ingin menggunakan produk Elegantthemes. Khususnya dari sisi jumlah penggunaan plugin WordPress. Saat ini hanya mengaktifkan 5 plugin WordPress dari 6 plugin yang dipasang (install). Kelima plugin ini yaitu Akismet Anti-Spam, plugin AMP, plugin keamanan iThemes Security, plugin cache W3 Total Cache, dan plugin omp atau  seo khusus sitemaps XML Sitemaps.

Ada satu plugin berbayar (premium) WP Rocket yang tidak diaktifikan. Alasannya karena teknisi hos berbagi (share hosting) saat ini menyarankan menggunakan plugin cache W3 Total Cache dibandingkan WP Rocket. Dari segi pengaturan pengguna, lebih enak WP Rocket dibandingkan pengaturan W3 Total Cache yang begitu banyaknya. Butuh optimasi kecepatan yang cukup menyita waktu dan pikiran jika ingin menggunakan tema Divi atau Extra Elegantthemes. Malah blog jasa penerjemah bahasa Inggris Indonesia ini harus rela menghapus plugin sejuta umat WordPress, Jetpack oleh WordPress.com. Termasuk saat ini memilih tidak menggunakan Yoast Seo.

Belum lagi faktor hos yang digunakan. Mungkin tidak jadi masalah jika menggunakan VPS. Akan jadi masalah kalau hos berbagi yang digunakan tidak mendukung tema premium berat sejenis Extra atau Divi Elegantthemes ini.

Beberapa modul divi elegant themes
Beberapa Modul Divi Elegant Themes

Kedua: Tema WordPress Divi atau Extra Elegantthemes Suka Eror

Divi atau Extra Elegantthemes ini memang bagus. Sayangnya dua produk unggulan Elegant Themes besutan Nick Roah ini sangat rentan eror. Khususnya dari segi tampilan CSS dan JS (JavaScript). Belum lagi Elegantthemes ini suka konflik dengan beberapa plugin WordPress. Jika sudah begini, biasanya ada saja tampilan halaman blog (page) jadi eror. Jeleknya jika eror ini muncul, maka bisa berefek ke semua halaman atau bagian panel administrator WordPress (backend). Bisa juga muncul eror pada modul Elegant Themes yang seabrek-abrek banyaknya. Kasus yang paling sering muncul terjadi di visual builder si framework Divi Elegant Themes ini. Yakni pada saat mendesain sendiri halaman per halaman.

Itulah kenapa tahun 2015 lalu hanya bertahan dua bulan untuk menggunakan Divi Elegantthemes. Belajar dari pengalaman waktu itu, akhirnya plugin yang dipasang di lapak jasa terjemahan bahasa Indonesia Inggris dijadikan seminimalis mungkin. Divi Booster juga tidak dipakai. Plus ditambah dengan rajin mengirim tiket ke provider hos berbagi untuk meminta bantuan mempercepat blog ini. Jadi, jika tidak suka dengan eror dan waktu akan tersita dengan urusan kerusakan blog, hindari menggunakan Divi Elegant Themes.

Statistik Pengguna Tema WordPress di Godaddy Mei 2017
Statistik Pengguna Tema WordPress di Godaddy Mei 2017

Perlu diketahui, Divi Sendiri merupakan salah satu tema WordPress yang paling banyak digunakan versi statistik  Godaddy Mei 2017. Bahkan tidak terlihat tema-tema populer di Envato Themeforest sebangsa Avada, Theme X, Enfold, Newspapar, BeTheme di daftar itu. Apalagi Genesis StudioPress.

Lalu Kenapa Kembali Menggunakan Elegant Themes dan Memilih Extra Awal Tahun 2017 Ini?

Setelah dibuang lalu dipakai lagi. Itulah namanya lika-liku seorang bloger terkait penggunaan mesin blog WordPress.org. Extra Elegant Themes ini sendiri baru muncul di akhir tahun 2016. Waktu itu terjadi perubahan besar-besaran atau update pada pengembangan kerangka tema atau framework Divi Elegantthemes. Dari versi 2 ke versi 3.0 pada 7 September 2017. Selang empat bulan kemudian, muncullah Extra Elegant Themes.

Salah satu kelemahan atau kekurangan Divi Elegant Themes tidak adanya desain halaman khusus untuk blog. Dari awal, Divi tampaknya fokus pada pengembangan visual page builder miliki mereka. Kemunculan Extra Elegant Themes ini bisa dibilang melengkapi framework Divi yang kekurangan ciri khas sebuah blog. Hampir semua syarat-syarat standar sebuah blog sudah dimiliki oleh Extra. Ditambah lagi dengan tambahan widget Extra yang menarik.

Itulah kenapa memilih Extra Elegant Themes dibandingkan Divi. Sayangnya, karena Extra ini adalah tambahan dari kekurangan fasilitas Divi ET jadinya terasa sekali Extra ini adalah tema WordPress yang berat. Sudahlah framework Divi Elegant Themes berat, ditambah lagi dengan tambahan fasilitas blog untuk Extra. Rasanya berat blog (loading) naik jadi dua kali lipat. Walau sudah dioptimalkan kecepatan blognya.

Karena Lapak Jasa Terjemahan Inggris Indonesia Ini Ingin Mendesain Tampilan Sendiri

Ini alasan utama kenapa kembali menggunakan produk Elegant Themes. Dibalik kekurangan Elegant Themes, ada kelebihan yang dimiliki tema ini. Extra atau Divi Elegant Themes memiliki kelebihan kebebasan dan kemudahan dalam mendesain halaman sendiri (page). Bahkan awal tahun 2017 ini, setiap pos (post) dalam tulisan bisa didesain sesuai keinginan. Untuk pemula, fasilitas desain per pos ini sangat disarankan untuk tidak digunakan.

Kecepatan Blog tarjiem versi GTmetrix 9 Mei 2017 (A C, 33 detik, 1,6 MB)
Kecepatan Blog tarjiem versi GTmetrix 9 Mei 2017 (A C, 33 detik, 1,6 MB)

Saran: Tema WordPress Divi atau Extra Elegant Themes Hanya Cocok Untuk yang Suka Repot (Desainer)

Jika tidak suka repot, jangan sesekali memilih untuk menggunakan produk tema WordPress dari Elegant Themes (ET). Masih ada ratusan produk tema WordPress yang lebih baik dari ET termasuk banyak pula yang gratis. Baik itu lebih baik dari sisi kecepatan, kesederhanaan atau kemudahan. Sebut saja Schema MyThemeShop atau produk dalam negeri FlatSimpleBingit. Jika masih tetap memilih menggunakan produk ini, bisa dipastikan waktu akan habis hanya untuk urusan detail penampilan dibandingkan fokus menulis.

Buktinya bulan April 2017 saja, hanya sedikit tulisan yang tampil di blog lapak translate bahasa Inggris Indonesia ini. Hanya sibuk dengan urusan optimasi kecepatan dan desain ulang tampilan halaman depan lapak terjemahan ini. Bahkan harus rela tidak menggunakan plugin Jetpack, Yoast SEO, atau Divi Booster hanya demi urusan kecepatan blog. Efeknya jelas berujung pada naik atau turun jumlah pengunjung blog.

Lalu kenapa banyak yang memilih menggunakan produk Divi Elegant Themes?

Ada lebih dari 400 ribu blog WordPress yang menggunakan tema Elegantthemes. Jumlah pengguna ini terbilang besar sekali. Coba bandingkan dengan pengguna Avada atau framework bagus yang lain milik Genesis StudioPress. Alasannya sederhana, rata-rata yang memilih menggunakan Divi atau Extra suka dengan penampilan yang bagus dengan mengorbankan kecepatan blog. Para pengguna ini rata-rata adalah desainer web yang menawarkan jasa desain web dengan Divi. Genesis StudioPress sendiri tidak terlihat memiliki kelebihan page builder milik ET. Dari segi kecepatan dan optimasi mesin pencari, jelas lebih bagus StudioPress dibandingkan Divi.

Harga Tema WordPress Elegant Themes Divi/Extra (elegantthemes.com)

Efek Gonta-Ganti Tampilan Blog

Ini adalah sebagai catatan penutup perjalanan blog jasa terjemahan bahasa. Catatan ini diambil dari kasus lapak ini sendiri. Ada efek gonta-ganti tema WordPress. Efek paling terasa adalah sulitnya mempercepat kecepatan blog lantaran banyaknya database yang tertinggal pada tema-tema yang dipakai sebelumnya. Belum lagi banyak gambar yang dihasilkan dari tema-tema WordPress sebelumnya. Alhasil, walau gambar tidak seberapa banyak, namun satu gambar bisa mempunyai lebih dari 5 ukuran gambar yang berbeda-beda. Sehingga menjadikan ruang penyimpanan atau disc space gampar pada wp-content/uploads blog menjadi besar. Saat ini total penyimpanan blog tarjiem ini sudah >1 GB. Persisnya sekitar 1.130 MB dalam cPanel.

Saran, jangan terlalu sering mengganti tampilan blog (tema WordPress). Batasi pergantiannya maksimal hingga 3-5 kali sepanjang umur blog kesayangannya hidup. Jangan seperti lapak jasa penerjemah ini yang suka bimbang untuk urusan pakaian saja. Sehingga sudah ada 11 lebih tema WordPress yang pernah mampir di sini, Schema, Twenty Sixteen, FlatSimpleBingit, Nichelite, Ad-Sense (bukan Google Adsense), MoneyFlow, SteadyIncome, Divi, Stargazer, Brownie Twenty Sixteen, Twenty Twelve.

Tempat Membeli Divi Elegant Themes

Mungkin ada yang bertanya dan penasaran dimana tempat membeli tema Divi Elegant Themes ini. Jawabannya langsung saja ke situs resmi elegantthemes.com. Sayangnya harganya cukup mahal. Harga tema WordPress Elegant Themes yang berlangganan bisa mencapai 1 juta rupiah per tahun ($89 USD). Harga untuk akses seumur hidup hampir 3 juta rupiah juta ($249 USD). Tidak heran banyak penjual Elegant Themes ‘eceran’ bermunculan. Bahkan lebih parahnya banyak tema bajakan (nulled) yang bertebaran. Lapak jasa terjemahan ini sendiri memilih untuk membeli secara eceran dengan akses sumur hidup (lifetime access).

6 pemikiran pada “Saat Kembali Ke Extra atau Divi Elegant Themes (Ulasan Awal 2017)”

  1. nice share,
    ngeri itu loading ampe 33 detik, bisa ditinggal visitor/botgoogle.

    masih suka theme dari developer lokal. Murah, simple, ringan dan fungsional.
    simplicity is the ultimate sophistication.

  2. walah itu bayar y mas ganti template tema ?? walah2 sayamah gratis aja mas.. kdang suka tkt ya mas kalau banyak rubah2 jadi loading.. btw nice template nih tarijem hehehe

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.