Anak Kecil Tersenyum Dengan Teropong atau Kaca Pembesar Di Tangan, Biru dan Putih

Ciri-Ciri Blog Palsu (PBN 2nd Tier)

Tulisan ini sebenarnya buat peringatan bagi para komentator. Lebih-lebih bagi mereka yang melakukan optimasi dengan cara membangun blog turunan atau yang dikenal sebagai 2nd tier. Dalam versi bahasa Indonesia disebut sebagai Tier 2. Padahal PBN 2nd Tier itu satu paket istilah dalam bahasa Inggris. Bukan pakai istilah PBN Tier 2 yang umumnya dipakai dalam komunikasi bahasa Indonesia.

Anggap saja tulisan ini dalam edisi #baper atau bawa perasaan. Memang berkomentar di blog mana saja, sah-sah saja. Lebih-lebih bagi pemilik blog yang menunggu komentar atau yang mengaktifkan formulir komentarnya. Cuma di dunia ini, ada alat yang khusus mengirim komentar otomatis secara massal. Ada pula teknik komentar secara manual.

Meninggalkan komentar secara manual ini merupakan salah satu teknik optimasi mesin pencari manual yang baik. Mungkin saja yang terbaik. Akan tetapi, cara ini kadang dipakai untuk membangun manual jaringan blog pribadi atau Private Blog Network (PBN). Cara PBN ini sah-sah saja. Hanya kadang PBN turunan ini banyak yang tidak dirawat dan dipelihara. Setelah blog utama peringkatnya naik dihasil mesin pencari, katakanlah Google, maka kadang turunan ini tidak dirawat. Domainnya mati dan blog tidak bisa diakses.

Alhasil ini berefek kepada alur tautan atau link juice bagi blog-blog yang ditinggalkan komentarnya. Banyak tautan keluar (outbond links) yang mati, walau itu hanya ada di dalam kolom komentar dan nofollow. Blog dan lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini yang rutin melakukan razia tautan keluar yang mati dengan plugin WordPress Broken Link Checker.

Cara Mudah Mengenali Blog Palsu alias Abal-Abal atau KW2

Ingat, bukan berarti blog yang termasuk ciri-ciri blog palsu di bawah ini adalah blog palsu. Kadang ada pemilik blog atau situs yang memang sengaja meninggalkan blognya dengan cara ini. Mungkin belum sempat merawat blog miliknya atau memang sudah lama ditinggalkan. Namun setidaknya, ini adalah cara mudah dan singkat dalam mengenali blog yang meragukan.

1. Tidak Ada Halaman Profil (About)

Ini adalah kesalahan fatal yang pertama, lebih-lebih yang sedang membangun jaringan blog pribadi. Halaman Profil adalah halaman yang menjelaskan secara singkat mengenai identitas blog itu sendiri. Jika tidak ada, maka bisa dipastikan keraguan akan timbul akan isi blog itu. Halaman penjelasan Profil/Tentang/Siapa Kami itu sudah menjadi halaman wajib.

2. Tidak Ada Halaman atau Informasi Kontak

Selain halaman profil, halaman kontak juga menjadi halaman wajib yang harus dimiliki sebuah blog atau situs. Minimal untuk menghubungi langsung pengelola blog atau web tersebut. Istilah bekennya si webmaster. Biasanya halaman Kontak dan Profil bisa dijadikan satu halaman. Ada juga yang membuat secara terpisah. Jika tidak ada informasi kontak atau halaman profil blog, maka blog itu bisa diragukan isi informasinya. Namun jika berpikiran positif, bisa jadi blog itu memang sengaja tidak dibuat demikian. Sehingga menjadikan blog itu bersifat anonim, tidak diketahui siapa pemiliknya.

3. Tulisan Sudah Banyak Tapi Tidak Ada Informasi Kontak dan Profil

Ini adalah kombinasi ciri-ciri 1 dan 2. Jika blog itu sudah ada banyak tulisannya, maka siapa yang membuat blog itu? Apakah robot atau manusia? Mangkanya kalau sudah melihat sebuah blog yang isi tulisannya sudah di atas 20 tulisan dan tidak ada halaman kontak atau profil, maka blog itu sudah bisa dikategorikan sebagai blog yang meragukan. Lebih-lebih kalau isi blognya sudah mencapai 50 lebih tulisan tapi masih tidak ada penjelasan siapa penulisnya, lalu siapa yang membuat tulisannya?

4. Halaman Kontak Ada, Profil Ada, Tapi…

Tapi informasinya tidak jelas. Nah ini nih sudah bisa ditebak kalau perlu diteliti lagi blog ini sebenarnya punya siapa. Kadang ada halaman profil yang hanya menjelaskan sekilas saja tanpa memberitahu siapa nama pengelola blog. Ada juga yang hanya melampirkan formulir kontak tanpa sedikit menjelaskan soal blog itu. Minimal di era kekinian sekarang, di halaman kontak itu ada nomor ponsel pemilik blog yang bisa dihubungi. Bukan hanya formulir kontak saja.

Masih Banyak Cara Lain

Sebenarnya masih banyak cara lain untuk mengetahui kebenaran pengelolaan sebuah blog atau sebuah situs. Salah satu caranya yakni mengetahui whois pemilik blog, jika menggunakan domain sendiri. Cara lain adalah dengan memperhatikan tampilan antar muka blog itu, apakah informasi yang kita butuhkan ditampilkan dalam blog itu. Seperti menyediakan kolom pencarian.

Tulisan di atas adalah penjelasan kalau blog dan lapak jasa terjemahan Inggris Indonesia ini sudah tidak lagi menerima tautan balik yang aktif dalam kolom komentar yang terindikasi mengarah kepada PBN. Lantaran komentar yang ‘diduga’ sedang membangun PBN masih cukup sering bermunculan. Padahal saat menulis tulisan ini, lapak jasa terjemahan ini sedang menggunakan hos berbagi. Tulisan ini juga sebagai tambahan penjelasan dalam halaman kebijakan komentar.

10 pemikiran pada “Ciri-Ciri Blog Palsu (PBN 2nd Tier)”

  1. Banyak sih mas web yang kayak begituan isinya hoax semua.. Dan gak mau diketahui profil mangkanya gapake about.. Padahal.. Isi blog yang bagus sangat penting ya.. Jadi saya pikir janganlah ada blog palsu apalagi berisi berita yang tidak benar y mas

    Balas

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.