Tema Twenty Sixteen yang Begitu Menggoda

Baru-baru ini wordpress dot org telah mengeluarkan versi terbarunya di penghujung akhir tahun 2015 ini. Versi terbaru WordPress versi seri 4.4 ini diberi nama Clifford. Namanya diambil dari nama salah satu musisi Jazz, sebagai salah satu jenis musik yang disukai pengembang utama WordPress, Matt Mullenweg.

Sebagaimana tradisi WordPress, setiap tahun WordPress terus mengeluarkan tema (themes atau template) terbaru. Tema-tema terbaru WordPress ini diberi nama sesuai tahun pemakaian atau tahun keluarannya.

Tema Twenty Sixteen ini sendiri secara otomatis (default) akan terpasang pada situs atau blog yang baru saja memasang WordPress pada tahun 2016 nanti, menggantikan tema Twenty Fifteen sebelumnya. Twenty Sixteen sendiri adalah Bahasa Inggris yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Dua Puluh Enam Belas” alias “Dua ribu Enam Belas”.

Halaman Twenty Sixteen WordPress Themes 2016

Halaman Twenty Sixteen WordPress Themes 2016

Tema Twenty Sixteen dan Schema MyThemeShop

Saya sendiri sangat terpikat dengan tema Twenty Sixteen ini. Beberapa tulisan saya sebelumnya sudah menyebutkan kalau saya sudah tidak sabar untuk menggunakan tema ini.

Namun ternyata, beberapa waktu yang lalu saya bersykur mendapatkan tema gratisan theme MyThemeShop.com Schema. Jadilah lapak terjemahan saya ini menggunakan tema MyThemeShop. Sayang juga kalau tema yang kalau dibeli harganya bisa mencapai 400 ribuan ini tidak terpakai.

Walau tema Schema MyThemeShop ini tidak kalah menarik, namun tema terbaru Twenty Sixteen ini juga mampu menggoda blog ini untuk mencoba menggunakan tema Twenty Sixteen ini.

Desain Tampilan Twenty Sixteen yang Begitu Menggoda

Berikut ini poin-poin kelebihan tema Twenty Sixteen yang mungkin dapat menggoda para pengguna WordPress. Tentu saja kelebihan tema Twenty Sixteen ini diambil dari segi penampilannya (front end). Terlebih lagi bagi yang menyukai desain sederhana atau minimalis.

  1. Minimalis ‘Abis’
    Cobalah pasang tema ini di localhost atau lihat demo tema Twenty Sixteen, akan terlihat kalau tema ini sangatlah minimalis. Desain minimalis ini hanya membutuhkan 2 warna dasar hitam dan putih dan ditambah satu warna pendukung sebagai tanda warna tautan aktif (live link). Twenty Sixteen sendiri hanya menggunakan garis sebagai pembatas antar widget. Pemilihan jenis hurufnya (tipografi) tema ini juga sangat pas sekali. Mampu memperkuat kesan desain sederhananya.
  2. Desain 3 kolom atau 2 kolom?
    Selain sangat minimalis, desain halaman artikel (post) terkesan memiliki 3 kolom. Padahal aslinya hanya 2 kolom. Di sinilah letak kekuatan godaan tema Twenty Sixteen yang bisa menarik hati para pencinta desain tema minimalis. Apalagi jika ditambahkan gambar horizontal lebar, maka kesannya gambarnya akan menjorok ke kiri melebihi batas kiri tulisan. Contohnya, lihat gambar di bawah ini.

    Kutipan facebook fanspage AaGym yang keren.

    Kutipan facebook fanspage AaGym yang keren.

  3. Ada Foto Penulis
    Penambahan desain “Tentang Penulis” pada tema-tema WordPress pada beberapa waktu belakangan ini sudah mulai marak digunakan di beberapa tema premium WordPress. Twenty Sixteen sendiri tidak mau ketinggalan dengan penambahan foto penulis tanpa plugin. Walau hanya foto kecil, namun ini sudah lebih dari cukup untuk memberitahu informasi penulis kepada para pembaca.Mengapa gambar fotonya tidak besar? Karena semakin besar gambarnya maka akan memberatkan blog saat diakses pengunjung dan hal ini sangat dihindari blog yang sangat memperhatikan kecepatan akses blog (loading). Foto pun hanya terlihat pada saat pengunjung mengakses halaman yang dibaca.
  4. Bilah Kiri yang Powerfull
    Masih sejalan desain minimalis dengan desain 3 kolom, kalau diperhatikan ternyata bilah sisi kiri (left sidebar) Twenty Sixteen ini sangatlah hebat. Selain ada foto, nama penulis dan kategori tulisan, ternyata label (tag) tulisan juga disandingkan di bilah kiri ini.Dengan adanya tambahan label tulisan, setidaknya hal ini menambah kata kunci yang ingin disasar khususnya bagi yang menggunakan halaman Blog sebagai halaman depan situs atau blognya.
  5. Kolom Tulisan yang Ideal
    Coba perhatikan desain kolom tengah Twenty Sixteen ini. Tidak begitu lebar bukan bagian halaman artikelnya? Desain ini membuat para pembaca yang mengakses melalui layar monitor desain lebar, tidak akan menggoyangkan lehernya jika ingin membaca dari ujung kiri hingga ujung kanan. Sebenarnya ini juga menjadi sebuah “kekurangan” bagi blog yang menggunakan desain halaman tulisan satu kolom yang mengisi penuh seluruh layar dari ujung kiri layar komputer hingga ujung kanan layar komputer.
  6. Kekuatan Menu di Ponsel atau Tablet.
    Coba kecilkan penjelajah Anda pada saat membuka demo Twenty Sixteen. Maka akan terlihat kalau menu yang letaknya di atas pada saat terlihat di layar komputer, akan ikut tampil di bawah saat dibuka di ponsel pintar atau tablet. Hal ini jelas sekali kalau desain Twenty Sixteen sadar jika pengguna ponsel pintar atau tablet ikut bersaing dengan mereka yang mengakses internet dari layar komputer besar.Dengan adanya menu utama yang terletak di atas dan otomatis tampil di bawah pada saat diakses melalui ponsel pintar atau tablet, maka hal ini sangatlah membantu navigasi pengunjung yang sekaligus dapat membantu mengurangi bounce rate. Pengunjung tidak perlu menekan tombol “Menu” terlebih dahulu jika ingin mengenal lebih jauh blog yang sedang dikunjunginya.

    Menu Keren Twenty Sixteen Bagian Bawah

    Menu Keren Twenty Sixteen Bagian Bawah

  7. Twenty Sixteen + Plugin Jetpack = Ciyus..
    Sudah pernah mencoba plugin Jetpack asli bikinan tim wordpress.org sendiri? Cobalah. Bagi yang sudah mencoba plugin Jetpack ini maka akan sadar kalau dengan bantuan kekuatan plugin Jetpack yang gratis ini, tema “standar” wordpress tidak akan kalah bersaing dengan tema premium yang harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Plugin Jetpack sendiri memiliki koleksi 27 modul. Cukup satu plugin maka tidak perlu memperbanyak plugin lainnya. Beberapa modul plugin Jetpack yang cukup membuat luar biasa adalah infinite scroll, statistik pengunjung, formulir kontak, widget visibilty, dsb.
  8. Komentar Dulu Baru Nama
    Faktor lain yang sedikit membuat saya ingin menggunakan tema ini yakni desain kolom komentarnya. Sejak WordPress versi 4.4 ini, desain komentar diletakkan di atas baru diikuti dengan nama, surel dan situs yang akan memberi komentar. Setidaknya dengan desain ini bisa lebih memancing para pembaca untuk meninggalkan komentar. Desain ini mungkin bisa jadi menjadi tren tema-tema Worpdress mendatang.

Bagaimana Dari Sisi SEO Twenty Sixteen?

Biar ramai, sedikit ulasan sisi SEO Twenty Sixteen.

Twenty Sixteen adalah tema asli buatan Wordress sendiri. Tema ini tidak ‘neko-neko’, bagian dalaman tema ini tidak ada yang aneh. Tidak seperti MyThemeShop atau FlatSimpleBingit yang memiliki panel tambahan sendiri, apalagi Divi ElegantThemes. Namun dibalik kesederhanaan tema Twenty Sixteen ini ada faktor SEO on-page yang cukup bagus.

  1. Label yang ditampilkan di Halaman depan Blog setidaknya membuat banyak perbendaharaan kata kunci yang ingin ditangkap dari mesin pencari. Terlebih lagi label ini otomatis dofollow. Tema Schema yang saya gunakan saat ini sendiri tidak ada fasilitas untuk menampilkan label di halaman depan seperti milik Twenty Sixteen ini.
  2. Desain minimalis membuat arsitektur bahasa pemograman yang ada di dalam tema ini menjadi ringan dan bisa jadi lebih sedikit. Apalagi tema ini diluncurkan bersamaan dengan peluncuran WordPress seri baru 4.4 pada 8 Desember 2015 yang lalu. Walau tidak perlu diuji dengan gtmetrix.com atau yang sejenisnya, jelas bawaan asli tema ini sudah cepat.
  3. Tidak perlu banyak plugin jika ingin ‘sederhana’ menggunakan tema ini. Cukup pasang plugin Jetpack dan beberapa plugin keamanan serta kinerja WordPress (plugin cache). Dengan meminimalisir penggunaan jumlah plugin, setidaknya dapat meringankan kerja hosting.
  4. Perlu diketahui pula, salah satu faktor seo itu adalah isi blog sendiri. Walau desain blog sederhana namun tulisan blog ini banyak yang menarik sehingga banyak yang copy-paste, maka secara otomatis hal ini sudah mendukung seo sebuah blog itu sendiri. Terlebih akses blog itu juga cepat.

Itulah mengapa, desain tema Twenty Sixteen kali ini begitu menggoda sekali. Selain Twenty Sixteen, pesaing tema asli bawaan Wordperss lain yang layak dipertimbangkan bagi penganut aliran minimalis lainnya yakni Twenty Twelve.

Saya pribadi juga ingin menggunakan tema ini sebagai pakaian lapak terjemahan ini. Tema Scheme MyThemshop yang saat ini saya gunakan, mengalami sedikit eror semenjak menggunakan Worpdress terbaru 4.4 ini. Tulisan ini sendiri dibuat di localhost, sambil menunggu paket terbaru (update) tema Schema dalam mendukung versi terbaru WordPress 4.4 ini.

4 Comments

  1. gun 3 Juli 2016 22:54
    • Ridha Harwan 14 Juli 2016 08:01
  2. Nuhan Nahidl 15 Desember 2015 22:33
    • Ridha Harwan 26 Desember 2015 18:07

Leave a Reply