Di Saat Plugin SEO Yoast Tidak Diperlukan Lagi

Baru: Sejak Jetpack menambahkan modul sitemap pada Juli 2016, akhirnya tidak memasang plugin seo Yoast atau plugin seo lainnya.

Baru: Per 8 Agustus 2015 akhirnya saya memilih untuk tetap menggunakan plugin SEO Yoast. Lihat ceritanya di sini.

Mungkin tulisan mengenai plugin seo yoast ini sudah ada di benak saya selama 1 minggu belakangan ini. Lebih tepatnya saat saya mengalami gangguan hosting dari namecheap. Saya di beritahu kalau hosting saya “down” karena kebanyakan plugin. Padahal cuma 10 plugin yang saya pakai. Jadi ibaratnya share hosting saya kerjanya terlalu berat (atau hosting namecheap kurang tangguh).

Memang plugin wordpress seo yoast yang gratis ini semacam plugin wajib bagi yang memerhatikan on page seo, khususnya pada saat menulis. Namun, kalau dilihat menggunakan plugin P3 Profiler, salah satu plugin yang menggunakan sumber daya besar di hosting berbagi adalah plugin yoast ini, selain plugin keamanan tentunya.

Kinerja penggunaan plugin seo yoast oleh P3

Kinerja penggunaan plugin seo yoast oleh P3.

Pada saat saya menulis ciri-ciri tulisan yang baik versi yoast, banyak yang “protes”. Soalnya, jika menggunakan metode penulisan seo on page berdasarkan penjelasan yoast, maka hasil tulisan kita akan “aneh bin ajaib”. Bagus “kata google”, tapi tulisannya bisa jadi tidak jelas, yang membacanya bisa pusing.

Fungsi Utama Plugin SEO Yoast di WordPress

Setelah saya perhatikan, hal yang membuat spesial plugin seo yoast ini terletak pada bagian “WordPress SEO by Yoast” yang muncul khususnya setiap akan menuliskan tulisan (post) terbaru. Dengan kata lain, ini adalah urusan bagian on page seo dan bagi saya ini merupakan fungsi utama plugin seo yoast. Namun, bagi yang sudah tahu dasar menulis seo (lihat tautan penjelasan versi yoast di atas) atau dengan kata lain sudah terbiasa menulis seo, maka rasanya hal ini “sudah tidak diperlukan lagi”. Kecuali memang suka menulis dengan cara seo terus.

Hasil analisis seo on page oleh "wordpress seo by Yoast"

Menurut saya ini adalah fungsi utama plugin “wordpress seo by Yoast”, on page seo.

Fungsi Plugin SEO Yoast yang Belum Tergantikan

Saya telah memilah dan memilih bagian utama plugin seo yoast. Menurut saya, semenjak seo yoast mengeluarkan versi terbaru 2.1.1 pada WordPress versi 4.2.2, maka ada tambahan lain yang cukup menarik. Tambahannya yakni terletak pada plugin SEO > General > Your Info. Menurut saya itu fungsinya ‘mungkin’ cocok bagi yang ingin ‘mengejar’ Google Knowledge Graph.

Lalu bagaimana bagian fungsi plugin seo yoast lainnya?

Menurut saya, bagian lain ‘kurang begitu signifikan’ selain fungsi utama on page yoast di atas. Misalnya saja bagian fungsi Titles & Metas, Social, Advance dan Tools. Mungkin semua itu bisa dilakukan dengan cara manual atau menggunakan plugin lain yang lebih ringan. Fungsi XML Sitemaps dari seo yoast, mungkin fungsi yang harus digantikan dengan cara manual atau menggunakan plugin lain yang lebih ringan.

Daftar menu plugin seo yoast

Daftar menu plugin seo yoast (versi gratis).

Pemilihan Themes Juga Menentukan Penggunaan Plugin SEO (Yoast)

Masih ingat dengan tulisan saya yang themes kentozz flatsimplebingit yang bikin kangen? Namun saya belum menulis ulasan soal tema Divi Elegantthemes yang saat ini saya gunakan. Bagi saya, secara umum kedua tema ini sama-sama hampir bisa menutupi fungsi yang diberikan oleh plugin seo yoast ini. Bahkan kalau dilihat perkembangan desain themes yang ada saat ini, hampir desain tema wordpress memasukkan seo di dalam panel pengaturannya. Lihat saja tema-tema wordpress yang banyak dijual di envato atau themeforest, hampir semuanya saat ini memiliki pengaturan panel seo. Bahkan themes produksi anak negeri ini, juga cukup banyak yang bagus-bagus seperti tema produksi kentooz dan karatok.

Algoritma Google vs Plugin SEO Yoast

Menyambung tulisan saya mengenai google phantom yang masih simpang-siur, dengan perkembangan algoritma google tentu berbagai plugin akan berusaha menyesuaikan dengan algoritma google. Tidak menutup juga kemungkinan plugin seo yoast yang mungkin juga akan mengikuti perkembangan algoritma google.

Karikatur Joost de Valk gambar:yoast.com

Karikatur Joost de Valk, pembuat plugin yoast gambar: yoast.com

Lalu pertanyaannya, cara seo apa yang cocok dalam menghadapi algoritma google?

Jelas sekali, “kembali ke alam” atau kembali menulis menggunakan cara alami. Kalau pun ingin menggunakan cara menulis seo (dengan plugin seo yoast) tentu harus menggunakan takaran yang secukupnya. Tulisannya tidak kaku. Lihat contoh tulisan saya yang kaku, namun 100 persen bagus di hadapan plugin seo yoast dengan judul flasch reading ease.

Cara alami yang seperti apa?

Singkatnya, coba silakan baca tulisan saya mengenai 30 hari menulis non stop dan efek kegiatan blogwalking. Menurut saya itu adalah salah satu cara alami dalam menghadapi algoritma google yang kadang-kadang bisa “menyebalkan” juga. Dengan cara alami, setidaknya kita terbebas dari “tekanan” harus di pejawan (page one atau di halaman satu).

Sebagai penutup, untuk plugin seo, saya baru mencoba plugin seo yoast ini, belum mencoba jenis plugin seo yang lain. Saya pribadi kadang memilih untuk menulis bebas (seperti tulisan ini) dan sesekali “iseng” menulis seo.

14 Comments

  1. Ryan M. 29 Januari 2016 06:59
    • Ridha Harwan 30 Januari 2016 22:05
  2. AgaricPro 6 Juni 2015 09:50
    • Ridha Harwan 6 Juni 2015 11:05
  3. ilmudes 28 Mei 2015 12:13
    • Ridha Harwan 30 Mei 2015 14:39
  4. Wiki Pebrianto 26 Mei 2015 01:21
  5. Ibrahim 25 Mei 2015 21:32
    • Ridha Harwan 30 Mei 2015 14:35
  6. Sucipto Kuncoro 25 Mei 2015 20:01
  7. Rianda Prayoga 25 Mei 2015 08:49
    • Ridha Harwan 30 Mei 2015 14:33

Leave a Reply