Jualan Jasa Penerjemah Bahasanya Pernah Tidak Dibayar?

Jualan Jasa Penerjemah Bahasanya Pernah Tidak Dibayar?

Salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan saat menjelaskan kegiatan sehari-hari selama 5 tahun ngelapak jasa penerjemah bahasa online dan freelance adalah pertanyaan itu. Biasanya saat orang pertama kali berkenalan, pertanyaan yang ditanyakan adalah “nama” dan “dari mana”. Setelah itu barulah percakapan mengalir sesuai suasananya.

Pada saat perkenalan lebih lanjut, pertanyaan “kerja apa?” baru mulai ditanyakan. Bagi seorang penerjemah Inggris Indonesia plus bahasa Arab freelance atau koloran sulit sekali menjawab pertanyaan ini. Kebanyakan orang tahu kalau soal penerjemah dengan istilah ‘translate‘. Nah setelah dijelaskan apa itu translate yang sebenarnya, barulah pertanyaan ini yang paling banyak dan sering ditanyakan. Jawaban singkat, Alhamdulillah belum dan semoga jangan pernah.

Pernah Ada yang Tidak Bayar atau Ditipu?

Berat sebenarnya menuliskan cerita ini. Perlu satu tahun lebih untuk mempertimbangkan menulis, mengatur alur dan pesan, dan mempublikasi ini. Alasannya, khawatir terjebak dengan riya atau ria’, alias sombong. Namun bagaimana juga, pertanyaan ini mungkin muncul di benak rekan-rekan penerjemah atau terlebih lagi bagi yang baru memulai jualan jasa penerjemah bahasa secara lepas atau freelancer dan online.

Supaya sedikit lebih bermanfaat, melalui tulisan ini akan dijelaskan bagaimana mengurangi risiko pelanggan jasa penerjemah bahasa yang tidak membayar. Mohon maaf kalau judulnya beda dengan isi tulisan, namun setiap kali menjawab pertanyaan itu, maka penjelasan di bawah ini pula yang akan disampaikan kepada penanya, entah itu pertanyaan dari saudara, keluarga, tetangga, teman, atau mungkin orang yang baru jumpa .

Cara Supaya Jasa Penerjemah Bahasa Freelance Dibayar Oleh Pembeli atau Menghindari Penipuan

Pertama kali, pahami dulu posisi penjual, si penerjemah freelance. Seorang jasa penerjemah freelance adalah jasa penerjemah yang ditawarkan secara lepas dan tanpa ikatan. Begitu pekerjaan selesai dan proses pembayaran diselesaikan, selesai pula ikatan transaksi.

Jasa Penerjemah Online

Zaman sekarang (bahasa Inggris: now), istilah penerjemah freelance tidak jauh-jauh dari istilah dalam jaringan (daring atau online).  Meski istilah freelance ini kadang bisa diartikan sebagai pengangguran juga. Jika itu yang dimaksud adalah penerjemah online freelancer artinya adalah tidak ada kontak langsung dengan pembeli, berhadap-hadapan wajah. Lebih banyak komunikasi melalui dunia maya. Lebih-lebih sekarang kalau dunia internet sudah menjadi hal yang umum dan ditambah lagi dengan jalur komunikasi WhatsApp, Line, Telegram, surel, dsb. yang membuat jalur komunikasi telepon atau pesan singkat menjadi sedikit berkurang. Jika telah memahami arti jasa penerjemah online dan freelance maka akan lebih mudah memposisikan diri, baik sebagai penjual yang menawarkan jasa penerjemah bahasa atau diposisi saat menjadi calon pembeli online.

Cara Pertama: Sopan dan Jujur

Cara pertama agar upah jasa terjemahan bahasa dibayar pembeli adalah sopan dan jujur. Ingat, SOPAN dan JUJUR. Maaf kalau dibuat kapital dan tebal, karena itu yang paling penting. Jika dari awal tidak sopan dan tidak jujur, maka akan sangat berpengaruh kepada akhir hubungan transaksi, saat hasil terjemahan telah dikirim.

Contoh penerapan kesopanan bagi seorang penerjemah bahasa freelance dan online:

  • Gunakan Prinsip Minta Tolong, Terima Kasih, dan Mohon Maaf

Prinsip ini diajarkan ayah saya saat masih remaja. Ucapkan terima kasih saat telah mempercayakan jasa terjemahan bahasa kepada Anda, bukan kepada mesin. Ingat, ucapan terima kasih banyak tidak hanya disampaikan saat menerima kiriman uang saja ya. Begitu juga ucapan minta tolong dan mohon maaf. Biasakan boros mengetik di WhatsApp, surel, FB Messenger, atau bahkan secara verbal tiga prinsip ini. Terutama saat berurusan dengan duit pelanggan jasa penerjemah bahasa.

Sopan

Jadilah penerjemah bahasa yang sopan secara nonverbal. Jangan pernah sesekali menggunakan huruf kapital saat berkomunikasi di dunia maya, apalagi kepada pelanggan jasa penerjemah. Penggunaan huruf kapital secara universal dianggap ekspresi KEMARAHAN yang disampaikan dalam bentuk teks. Terlebih lagi ini juga menunjukkan kapasitas sang penerjemah dalam berurusan dengan cara mengetik sebuah teks. Contoh kesopanan lain bagi seorang penerjemah bahasa freelance dan online adalah sampaikan permohonan maaf apabila pesan di WhatsApp lama dibalas, misal lebih dari 3 jam. Semoga masih ingat kan dengan slogan, “Anda Sopan Kami Segan”.

Cara Kedua: Ambil atau Tinggalkan

Versi bahasa Inggris adalah Take It or Leave It. Jangan pernah menerima pekerjaan yang sekiranya hasil terjemahan yang akan dihasilkan tidak baik dan terlambat. Jika tidak mampu menerjemah dengan baik terkait materi yang ditawarkan, sampaikan hal ini di awal komunikasi. Jangan berbelit-belit komunikasinya. Hal ini juga akan menghemat waktu calon pengguna jasa penerjemah saat mencari penerjemah freelance atau online.

Cara Ketiga: Jangan Terlambat Mengirim Hasil Terjemahan

Jadi ingat dengan pesan salah satu penerjemah yang saya hormati. Singkat sekali komentar beliau dalam sebuah pertanyaan yang diajukan di dalam salah satu grup dan saya baru paham satu tahun kemudian semenjak membaca pesan penting itu. Jangan terlambat mengirim hasil terjemahan kepada pengguna jasa terjemahan. Jika hasil terjemahan terlambat dikirim, akan ada kemungkinan upah jasa terjemahan juga terlambat dikirim. Ingat, jika janji jam 10:00 WIB, hasil terjemahan sudah diterima jam selambat-lambatnya 09:45 WIB. Bukan jam 10:15 WIB. Jangan bawa jam karet ke ranah ini.

Cara Keempat: Tentukan Jumlah Risiko yang Bisa Diterima

Salah satu manajemen risiko saat jualan jasa penerjemah bahasa secara freelance atau online adalah dengan menerapkan kebijakan sistem pembayaran di awal, panjar/uang pangkal/uang tanda jadi/DP atau down payment sebelum proses terjemahan mulai dilakukan. Entah itu sebesar 25% atau 50% senilai pekerjaan jasa terjemahan yang diterima. Bisa juga dengan menerapkan uang tanda jadi bila nominal pekerjaan melebihi 500 ribu rupiah atau satu juta rupiah. Tergantung risiko yang siap diterima. Saat menerima pekerjaan dengan nominal besar, tentukan berapa duit yang sanggup dikhlaskan bila pembeli tidak melunasi pembayaran. Kebijakan ini bisa berbeda-beda, tergantung masing-masing penerjemah freelance.

Cara Kelima: Pilih Siapa Pelanggan Jasa Terjemahannya

Salah satu kekuatan jasa penerjemah bahasa freelance dan online terletak di sini. Walau penerjemah freelance juga ada kelemahannya, namun tidak ada salahnya memanfaatkan kelebihan penerjemah freelance yang mungkin tidak disadari ini. Penerjemah bahasa lepas bebas memilih siapa calon pelanggannya. Salah satu tujuannya untuk mengurangi resiko tidak dibayar. Bagaimana cara memilih calon pengguna jasa penerjemah bahasa dalam konteks dunia maya?

1. Lihat Cara Komunikasinya

Lihat apakah calon pelanggan memperhatikan Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia (PEUBI) yang baik dan benar. Misal, apakah dalam komunikasi di WhatsApp atau pesan singkat, sk mggnkn kt kt sgkt. Kalau sudah begini, biasanya saya suka ikutan menggunakan bahasa anak layangan (alay) atau agan-aganwati, sampai pembicara menunjukkan identitas aslinya. Walau sedang berhadapan dengan komunikasi teks begini, tetap perhatikan prinsip kesopanan dan kejujuran juga.

2. Lihat Materi Terjemahannya (Dokumennya)

Cara kedua menilai siapa gerangan calon pelanggan jasa terjemahan freelance adalah materi yang akan diterjemahkan. Coba tanyakan jenis materi dan bidang materi yang akan diterjemahkan. Dari sini akan lebih mudah menerawang siapakah gerangan calon pengguna jasa penerjemah freelance.

Jika Terjadi Hal-Hal yang Tidak Diinginkan?

Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi saat proses penerjemahan sedang berlangsung, istilah bekennya adalah force majeure. Kesalahan yang terjadi di sini terletak di sisi penerjemah freelance dan online, misalkan apabila terjadi keterlambatan pengiriman hasil terjemahannya. Salah satu triknya adalah memberikan diskon cukup besar kepada pengguna jasa penerjemah. Hal ini bisa membuat seorang penerjemah menjadi taat dan patuh dengan pentingnya waktu. Cara ini juga bisa mengurangi tingkat kekecewaan pengguna jasa penerjemah bahasa yang pada akhirnya berujung pada risiko tidak membayar upah kepada penerjemah.

Pelajaran Lain: Saat Manajemen Terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris Paket Kilat

2 pemikiran pada “Jualan Jasa Penerjemah Bahasanya Pernah Tidak Dibayar?

Tinggalkan komentar