Agar Blog Jasa Terjemahan Inggris Indonesia Bisa Rajin Menulis di Blog

Agar Blog Jasa Terjemahan Inggris Indonesia Bisa Rajin Menulis di Blog

Gara-gara tidak menulis selama tiga bulan, akhirnya berusaha mencari cara bagaimana bisa rajin menulis. Rajin menulis di blog dan lapak jasa terjemahan Inggris Indonesia tarjiem ini.

Sebenarnya idenya terinspirasi dari sebuah blog. Hampir setiap hari ada satu tulisan baru. Padahal beliau orang sibuk. Namun beliau berhasil selama 365 hari rajin menulis 1 tulisan setiap hari.

Akhirnya, jumpa sebuah formulasi agar lapak penerjemah Inggris Indonesia ini rajin menerbitkan tulisan. Minimal satu bulan ada satu tulisan. Minimal ya.

Menulis Tidak Pakai Gambar

Memang gambar penting mendukung tulisan. Setidaknya menambah daya tarik pembaca. Sayangnya, perlu diketahui, mencari gambar untuk mendukung tulisan itu tidak mudah.

Anggap saja tulisan itu berhasil dibuat dalam waktu 60 menit kurang. Biasanya untuk urusan gambar, akan ada penambahan waktu lagi. Setidaknya 15 menit. Bisa lebih lama. Ditambah kalau ingin mendesain gambar khusus. Tambah lama.

Belum lagi proses memasukkan gambar ke dalam blog. Anggap saja ukuran penyimpanan teks dalam sebuah blog adalah 25MB. Sedangkan gambar bisa membebani blog hingga 500MB. Artinya, biaya operasional lapak jasa terjemahan ini bisa membengkak karena kebanyakan gambar.

Satu Gambar Dipakai Di Banyak Tulisan

Satu hal yang saya pelajari di beberapa blog besar. Mereka menggunakan satu gambar untuk beberapa tulisan. Istilahnya gambar unggulan atau feature image. Strategi ini bagus sekali. Bisa menghemat ruang penyimpanan dan membantu kerja mesin alias hosting.

Mengurangi Penggunaan Rujukan Tautan Keluar

Alias link. Terkadang, untuk menambah dan memperkuat argumen dalam sebuah tulisan, perlu penambahan referensi. Minimal memberikan sebuah tautan atau link.

Sama dengan gambar. Untuk mencari rujukan tautan tambahan atau outbond link, perlu waktu juga. Sehingga bertambah lagi waktu untuk menulis di blog jasa terjemahan Inggris Indonesia ini.

Lebih Banyak Rujukan Tautan ke Dalam

Bukan berarti mengabaikan rujukan lain. Penggunaan tautan yang merujuk ke dalam blog tarjiem ini lebih praktis. Tidak sulit mencarinya dan mudah memasukkan tautan ke dalam teks. Cukup ingat saja judul tulisannya.

Hal ini akan mengurangi total waktu menulis. Kalau mencari tautan, tentu harus dicari lagi dan diverifikasi lagi. Tambah waktu lagi.

Menulis Untuk Diri Sendiri, Lapak Terjemahan Bahasa Ini

Sebelumnya, jika ingin menulis harus mencari keinginan calon pembaca. Kira-kira apa yang dicari mereka. Tentu saja hal ini menambah waktu lagi. Melakukan riset kata-kata untuk calon tulisan yang akan dibuat.

Beberapa tulisan dibuat untuk dokumentasi pribadi. Seperti cerita domain tarjiem pindah registrar. Tidak sedikit juga tulisan di lapak terjemahan ini untuk pembaca yang membutuhkan informasi.

Sehingga, ke depannya cuma berharap supaya menulis untuk diri sendiri. Artinya, tidak tergantung apa minat pembaca. Setidaknya tulisan-tulisan ini dibuat untuk dokumentasi sendiri. Selain itu juga tetap fokus memperbanyak tulisan dengan kategori dunia penerjemah bahasa. Berusaha mengalahkan tulisan dengan kategori Bloger yang jumlahnya lebih banyak.

Berusaha Mengurangi Salah Ketik

Tentu saja ada kata-kata yang tidak sengaja salah ketik. Tidak ada editor atau orang kedua untuk memeriksa ulang tulisan di blog dan lapak terjemahan ini. Meski penggunaan gambar sudah dikurangi dan tautan keluar sudah dikurangi, tapi tetap salah ketik harus dihindari.

Saat menerjemah tentu akan ada pemeriksaan beberapa kali di hasil terjemahan. Sedangkan di blog, mungkin hanya satu kali melewati proses pemeriksaan akhir. Paling tidak salah ketik sebuah kata bisa dikurangi.

Studi Kasus Tulisan 5.000 kata di blog Terjemahan Inggris Indonesia Ini

Ada sebuah tulisan berukuran 5.000 kata lebih di blog penerjemah Inggris Indonesia ini. Lima ribu kata itu sudah setara dengan jumlah kata dalam sebuah karya jurnal ilmiah. Saya tulis selama tiga hari penuh. Ditambah dua hari waktu untuk menyunting tulisan tersebut.

Dari segi tulisan, tulisan itu bisa dijadikan referensi. Pembanding bagaimana agar blog yang dimiliki bisa dioptimalkan dengan cara yang praktis.

Hanya saja, dari sisi penulis, hampir mencapai titik jenuh ketika terus menyunting tulisan tersebut. Belum lagi saat mengolah gambar. Kemudian ditambah dengan mencari rujukan tautan eksternal. Tujuannya sederhana, memperkuat argumen dan menambah informasi dari pembaca.

Pembaca tentu menikmati tulisan tersebut. Namun sayangnya, di era digital ini tidak mudah menulis 5.000 kata tersebut. Contoh tulisan lain yang cukup menyita waktu adalah tulisan sebelumnya, Penerjemah bahasa Jadi Tim Hore Bagian II.

Itu kenapa dari pelajaran itu berkesimpulan hanya fokus menulis tulisan saja untuk blog terjemahan Inggris Indonesia tarjiem ini. Terkadang sebagai pembaca juga, memilih bacaan yang akan dibaca juga. Belum tentu tulisan yang dibuat sesuai selera pembaca. Namun yang pasti, tulisan yang dibuat bisa saja sesuai dengan selera dan kebutuhan penulis

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.