Efek Korona Bagi Penerjemah

Dari kemarin bingung mau mencari ide tulisan untuk kategori penerjemah bahasa. Selalu saja lebih banyak tulisan yang bahasannya bukan soal penerjemah Inggris Indonesia.

Akhirnya, baru sore ini ada ide.

Idenya muncul lantaran ada tetangga baru. Otomatis langsung berpikir bagaimana redaksi kata-kata saat memperkenalkan diri, memperkenalkan pekerjaan.

Efek Korona Bagi Penerjemah Inggris Indonesia Lepas Penuh Waktu

Selama jualan jasa penerjemah Inggris Indonesia secara daring, selalu saja kesulitan saat orang bertanya, “Kerja apa?” Termasuk saat ditanya oleh saudara atau keluarga. Hal itu terjadi sudah lama sekali. Contohnya saja sejak oDesk.

Saat dijawab, “Saya adalah seorang penerjemah” reaksi penanya bermacam-macam. Tergantung tingkat pemahamannya. Kebanyakan setelah menjawab itu, maka terpaksa menjelaskan lebih rinci apa kerja penerjemah dan bagi saya penjelasan itu tidak penting.

Sebelum Korona

Sulit sekali menjelaskan definisi pekerjaan si tarjiem ini, pekerjaan saya. Sebuah pekerjaan yang dilakukan dari tempat tinggal dan harus melakukan riset kata.

Bahasa kerennya sekarang Kerja Dari Rumah (KDR) atau Work From Home (WFH).

Sebelum korona, kebanyakan orang yang bertanya soal pekerjaan penerjemah Indonesia Inggris selalu kebingungan saat menjelaskan sebuah pekerjaan yang bisa dilakukan dari tempat tinggal dengan tingkat ketergantungan sambungan internet cepat yang cukup tinggi.

Setelah Korona

Tidak sulit lagi menjelaskan tentang English Indonesian freelance translator. Termasuk bagi calon pengguna jasa penerjemah.

Saat korona, penjelasan mengenai pekerjaan remote, tidak perlu lagi dijelaskan. Khususnya saat komunikasi di WhatsApp atau telepon.

Kerjanya apa? Kerja dari rumah.

tarjiem

Iya, cukup bilang itu saja. Kerja dari rumah. Kalau ditanya lagi, bilang saja, kerja online.

Kalau ditanya lagi, bilang saja, tukang translate.

Jualan Translate

Saat interogasi itu masih juga terus berlanjut, bilang saja, tukang translate.

Tidak perlu bilang, jualan jasa penerjemah Indonesia Inggris. Tidak ada gunanya.

Mereka yang bertanya sampai sedalam itu, kebanyakan akan kesulitan menangkap apa yang akan dijelaskan berikutnya. Terlebih sampai bahas CAT Tools. Percuma.

Kebanyakan yang bertanya akan mengira pekerjaannya tidak jauh-jauh dari Google Translate.

Saya sendiri lebih suka menjelaskan tukang translate dibandingkan memilih kata penerjemah atau terjemahan. Saya sendiri heran, entah kenapa orang lebih mudah paham saat menyebutkan jualan translate atau translator dibanding penerjemah. Padahal dua kata itu kata bahasa Inggris.

Mungkin ya itu, karena popularitas Google Translate di era milenium ini.

Default image
Ridha Harwan
Penjual jasa penerjemah Inggris ke bahasa Indonesia dan Indonesia ke bahasa Inggris. Cek profil di sini atau tombol media sosial di bawah ini. Terima kasih atas kunjungannya.

2 Comments

  1. Coba sekali-sekali bilang “pekerja teks komersial”, aku pengin tahu bagaimana reaksi orang.

    • Baik Ibu Dina, nanti dicoba. Kebetulan ini tetangganya sudah ketemu siang ini. Pas ketemunya sama generasi milenial, jadi langsung bilang freelance saja sudah paham. Terima kasih idenya bu.

Leave a Reply

tarjiem.com adalah blog dan lapak jasa penerjemah bahasa Inggris ke Indonesia dan Indonesia ke Inggris.

Bandung - Jawa Barat

WhatsApp: +6285210384502