Hasil Uji Coba Google PageSpeed 100/100 Pingdom GTMetrix Share Hsoting IIX Pakai Swift Performance Lite Juli 2019

Google PageSpeed Insight 100/100 2019

Akhirnya menulis lagi. Menulis dunia bloger. Menambah banyak topik pembahasan kategori bloger yang tidak penting. Padahal, target menulis soal dunia bahasa, terjemahan, bahasa Inggris, penerjemah, masih belum juga tercapai.

Awalnya tidak ingin menulis ini. Bosan. Hanya saja kemarin iseng, menampilkan ‘pencapaian’ konyol. Berhasil membuat skor kecepatan blog menjadi 100 semua versi Google PageSpeed Insight, mobile dan desktop.

Lalu iseng. Kalau banyak kiriman di grup Facebook itu mencapai 50 komentar atau 50 respon, saya janji menuliskan caranya. Minggu, jam 10 pagi mengirim kiriman itu. Lalu belum sampai jam sepuluh malam, sudah lebih 50 jempol.

Tadinya sempat berpikir, syaratnya 100 jempol. Supaya kecil kemungkinan menuliskan hal ini. Ternyata 50 jempol dan hati itu terlalu sedikit.

Swift Performance Lite

Itu nama plugin yang dipakai. Plugin WordPress gratis. Saya sendiri tidak menyangka, semudah itu mencapai angka 100% versi Google PageSpeed Insight pakai Swift.

Sebenarnya tidak aneh. Blog yang diuji coba adalah blog WordPress yang baru dipasang. Isinya memang tidak ada. Hanya coba pasang satu gambar untuk persiapan desain Gutenberg.

Blog WordPress yang baru dipasang itu memang sengaja sebagai ruang uji coba. Rencananya sebagai ruang uji coba Share Hosting lokasi Indonesia (IIX) lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini.

Gambaran hasil sekarang: Google Analytics, GeneratePress, dan Plugin WordPress Elementor

Coba ambil ruang penyimpanan yang 100MB. Bayar 24 ribu untuk enam bulan. Panel DirectAdmin. Panel zaman now, pengganti cPanel.

Ternyata 100MB tidak cukup menampung 10 plugin lebih yang rencananya akan dipasang. Kaget juga. Memang selama ini jarang memperhatikan hal itu. Biasanya pakai XAMPP, localhost buat otak-atik tema WordPress dan plugin.

GeneratePress

Itu tema WordPress atau theme yang dipakai. Versi gratis. Pemilihan GeneratePress bisa dibilang tidak keliru. Mengalahkan kandidat kuat, WPAstra dan OceanWp.

Kalau plugin Swift itu baru dikenal, GeneratePress sudah lama dipakai di tarjiem. Lancar jaya. Tidak pernah ada masalah, seperti waktu banyaknya masalah saat pakai Divi ElegantThemes.

PHP 7.3

Buka panel DirectAdmin, langsung cari pengaturan Select PHP Version. Langsung dibuat mentok pakai versi PHP terbaru, 7.3. WordPress sudah lama memperingatkan untuk tidak memakai PHP versi 5 lagi.

Sayangnya, tidak semua plugin WordPress mendukung versi PHP terbaru. Mudahnya, umumnya plugin yang terkenal dan sudah banyak dipakai, biasanya tidak ada masalah dengan versi PHP terbaru. Contohnya Yoast.

Padatkan Gambar

Kompres gambar atau Anda akan mati. Mungkin itu makna dari compress-or-die.com. Buat bloger baru, tentu tidak akan paham maknanya. Tapi buat tarjiem yang membutuhkan minimal penyimpanan 1GB, itu akan bermasalah sekali. Terlebih saat memilih atau membayar hos keroyokan.

Lihat: Optimasi Gambar di WordPress dengan Plugin dan Cara Ini

Kompres gambar favicon/icon /png sebelum menggunggahnya.

Itu saja!

Buat saya, 300 lebih kata paragraf awal di atas adalah bagian yang membosankan. Memang tidak ada tutorial bagaimana cara mempercepat web WordPress di sini.

Hanya saja, apa yang dituliskan di sini merupakan hasil ‘riset’. Riset agar blog WordPress bisa mencapai kecepatan yang maksimal (loading time) dengan usaha minimum. Tanpa CDN. Mungkin bagi sebagian penghuni WordPress Indonesia, mungkin ini dianggap lelucon. Memang iya, betul.

Cuma ketahuilah, tidak banyak yang sempat dan mau menuliskan jurnal seperti ini. Selain jenuh, penjelasannya sudah banyak bergentayangan di dunia maya. Akan tetapi, mencari kombinasi plugin, WordPress, theme, dan teknologi Share Hosting yang tepat itu yang paling sulit ditemukan. Dengan kombinasi, Swift, GeneratePress, dan PHP 7.3 dan icon yang dipadatkan, urusan kecepatan waktu memuat blog tidak ada masalah lagi di tahun 2019.

Kenapa Google PageSpeed 100/100?

Kontroversi jelas ada. Pakai Google Fonts atau Google Analytics saja sudah tidak mungkin mencapai Google PageSpeed 100. Pasti. Pertanyaanya, kenapa ini tolak ukurnya? Bukan GTmetrix, tools.pingdom.com, atau WebPageTest.org?

  1. Android
  2. Google Chrome

Sepanjang saya mencoba mengoptimalkan kecepatan, nilai Google PageSpeed yang paling sulit dicapai. Pada saat mencapai PageSpeed 100/100, akses hanya sekejap mata saat diakses pakai Firefox Focus di Android. Itu yang bikin saya terkejut.

Pada saat skor GTmetrix atau Pingdom A A atau loading time sudah di bawah 3 detik, nilai Google PageSpeed masih berkisar 60-70. Itu juga paling tinggi 80 akses dari kompuer. Versi ponsel sulit sekali. Sebaliknya, saat nilai Google PageSpeed bagus, tolak ukur yang lain akan mengikuti.

Kenapa WordPress kosongan?

Bagi bloger anak zaman milenial, mungkin kurang paham hal ini. Kenapa diuji di WordPress yang baru di-instal, di share hosting IIX yang baru disewa, WordPress tidak ada isi, tema WordPress standar, dan plugin WordPress hanya satu?

Biar mudah.

Biar mudah apakah konfigurasi tema, teknologi yang ada di share hosting, plugin cocok dipakai pada saat blog sudah berjalan. Bisa saja diuji coba di blog yang sudah berjalan atau pengunjungnya sudah ada. Namun, akan lebih sulit proses dan lama risetnya. Resiko lebih besar. Kenyamanan pengunjung akan terganggu.

Cara Gila Memilih Share Hosting Google PageSpeed 100/100 2019
Cara Gila Memilih Share Hosting Google PageSpeed 100/100 2019

Cara “Gila” Memilih Share Hosting

Tidak ada merek hos keroyokan yang dipakai di sini. Tujuan tulisan ini, agar cara yang dipakai untuk mencapai Google PageSpeed 100/100 bisa diterapkan di hosting mana saja dan bloger pengguna WordPress.org siapa saja. Ini masih hasil uji coba masih fluktuatif. Belum masuk ke tahap kondisi yang sebenarnya.

Caranya:

  1. Pilih salah satu share hosting favorit
  2. Ambil paket terendah atau disc space 100MB
  3. Kalau bisa ambil satu bulan saja
  4. Siapkan domain atau subdomain
  5. Arahkan domain ke share hosting
  6. Pasang WordPress baru (setting https)
  7. Ubah versi PHP di panel DirectAdmin jadi yang paling baru pada saat itu, 7.3.
    • Kasus panel cPanel caranya mungkin berbeda.
    • Popularitas cPanel mungkin akan menurun karena harganya sudah mahal.
  8. Disarankan pasang ssl Let’s Encrypt dari Directadmin
  9. Masuk ke Admin WordPress
  10. Nonaktifkan komentar WordPress
  11. Nonaktifkan semua plugin
  12. Pasang tema GeneratePress
  13. Unggah gambar favicon/icon/site icon
    • Masuk dari Appearance > Customize > Site Identity > Site Icon unggah gambar dan simpan.
    • Ukuran gambar wajib 512 piksel x 512 piksel
    • Format PNG
    • Pastikan dan wajib sudah dikompres
    • Ciri-ciri favicon yang benar, ukurannya tidak lebih dari 1MB
  14. Saatnya pasang dan aktifkan Swift Performance Lite. Pengaturannya Tools > Swift Performance Lite > Settings. Lalu pilih Advanced View dan yang diaktifkan adalah:
    • General > Tweaks: Normalize Static Resources, Prefetch DNS, Collect domains from scripts, Gravatar Cache, Gravatar Cache Expiry (1 hour)
    • General > Heartbeat: Disable Heartbeat, centang semuanya (10 poin), Heartbeat Frequency 300
    • Media > Image: Inline Small Images, File Size Limit (bytes) 1000, Lazyload, Inline Lazy Load Images
    • Optimization > General: Optimize Prebuild Only, Fix Invalid HTML, Minify HTML, Disable Emojis, Limit Simultaneous Threads, Maximum Threads 3, DOM Parser Max Buffer 1000000
    • Optimization > Scripts: Merge Scripts, Exclude Script Localizations, Minify Javascripts
    • Optimization > Styles: Merge Styles, Generate Critical CSS, Print critical CSS inline, Minify CSS Basic, Bypass CSS Import
    • Caching > General: Enable Caching, Caching Mode (Disc Cache With Rewrites), Early Loader, Cache Path biarkan/default, Cache Expiry Mode (Time Based Mode), Cache Expiry Time 12 hours, Garbage Collection Interval 30 mins, Enable Browser Cache, Enable Gzip, Cache 404 pages, AJAX Cache Expiry Time 1440
    • Caching > Exceptions: Exclude REST URLs
    • Caching > Warmup: Prebuild Cache Automatically, Prebuild Archive
    • Jika sudah Save Changes di sebelah kanan, dekat Advanced View.
    • Lalu buka bagian Dashboard di samping Setting. Clear all Cache dan Start Prebuild Cache. Tunggu efeknya 15-30 menit, sampai Known Pages dan Cached Pages angkanya sama.Paling sekitar 3-7 halaman
  15. Buka GTMetrix/Google PageSpeed/Pingdom. Uji kecepatannya.

Ciri-Ciri Hos Keroyokan yang Bagus

Jika sudah melakukan langkah-langkah di atas dan nilai Google PageSpeed Insight hijau atau hampir 100 (mobile/desktop), artinya hos keroyokan yang dipakai BAGUS. Tolong sebutkan di kolom komentar.

Sebaliknya, jika versi GTMetrix atau Pingdom, loading time di atas 3 detik, artinya hos yang akan dipakai JELEK. Sebutkan juga mereknya.

Lingkunganya atau Environment

Ini informasi tambahan saja, untuk bahan analsisis bagi yang keningnya ingin mengkerut.

`
### wp-core ###

version: 5.2.2
site_language: en_US
user_language: en_US
permalink: /%postname%/
https_status: true
user_registration: 0
default_comment_status: open
multisite: false
user_count: 1
dotorg_communication: true

### wp-paths-sizes ###

wordpress_path: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab
wordpress_size: 37.88 MB (39718536 bytes)
uploads_path: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab/wp-content/uploads
uploads_size: 685.27 KB (701717 bytes)
themes_path: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab/wp-content/themes
themes_size: 4.18 MB (4378739 bytes)
plugins_path: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab/wp-content/plugins
plugins_size: 23.88 MB (25036019 bytes)
database_size: 1.86 MB (1949696 bytes)
total_size: 68.46 MB (71784707 bytes)

### wp-active-theme ###

name: GeneratePress
version: 2.3.2
author: Tom Usborne
author_website: https://tomusborne.com
parent_theme: none
theme_features: automatic-feed-links, post-thumbnails, post-formats, woocommerce, title-tag, html5, customize-selective-refresh-widgets, align-wide, editor-color-palette, responsive-embeds, custom-logo, menus, editor-style, widgets
theme_path: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab/wp-content/themes/generatepress

### wp-themes (2) ###

Twenty Nineteen: version: 1.4, author: the WordPress team
Twenty Seventeen: version: 2.2, author: the WordPress team

### wp-mu-plugins (1) ###

Swift Performance Lite early loader: author: (undefined), version: (undefined)

### wp-plugins-active (3) ###

Code Snippets: version: 2.13.3, author: Shea Bunge
Swift Performance Lite: version: 2.0.10, author: SWTE
Yoast SEO: version: 11.7, author: Team Yoast

### wp-plugins-inactive (2) ###

Akismet Anti-Spam: version: 4.1.2, author: Automattic
Autoptimize: version: 2.5.1, author: Frank Goossens (futtta)

### wp-media ###

image_editor: WP_Image_Editor_GD
imagick_module_version: Not available
imagemagick_version: Not available
gd_version: bundled (2.1.0 compatible)
ghostscript_version: 9.07

### wp-server ###

server_architecture: Linux 3.10.0-962.3.2.lve1.5.26.1.el7.x86_64 x86_64
httpd_software: Apache/2
php_version: 7.3.7 64bit
php_sapi: litespeed
max_input_variables: 1000
time_limit: 120
memory_limit: 256M
max_input_time: -1
upload_max_size: 70M
php_post_max_size: 70M
curl_version: 7.62.0 OpenSSL/1.0.2k
suhosin: false
imagick_availability: false
htaccess_extra_rules: true

### wp-database ###

extension: mysqli
server_version: 5.5.63-MariaDB
client_version: mysqlnd 5.0.12-dev - 20150407 - $Id: 7cc7cc96e675f6d72e5cf0f267f48e167c2abb23 $

### wp-constants ###

WP_HOME: undefined
WP_SITEURL: undefined
WP_CONTENT_DIR: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab/wp-content
WP_PLUGIN_DIR: /home/bw197192q/domains/tarjiem.com/public_html/lab/wp-content/plugins
WP_MAX_MEMORY_LIMIT: 256M
WP_DEBUG: false
WP_DEBUG_DISPLAY: true
WP_DEBUG_LOG: false
SCRIPT_DEBUG: false
WP_CACHE: false
CONCATENATE_SCRIPTS: undefined
COMPRESS_SCRIPTS: undefined
COMPRESS_CSS: undefined
WP_LOCAL_DEV: undefined

### wp-filesystem ###

wordpress: writable
wp-content: writable
uploads: writable
plugins: writable
themes: writable
mu-plugins: writable

`

Swift vs WP-Rocket vs Autoptimize

Saya mendengar plugin Swift ini sekitar dua tahun yang lalu. Pada saat itu plugin WP-Rocket sudah terkenal. Saat itu pula, salah satu pengguna pentolan WP-Rocket mengatakan ia mengganti WP-Rocket menjadi Swift.

Saat itu tidak berpikir mencoba Swift. Kalau tidak salah saat itu Swift belum ada versi gratis. Lagi pula masih senang dengan WP-Rocket, lisensinya masih panjang.

Namun seiring berjalan waktu, ternyata ketergantungan lisensi WP-Rocket menjadi kendala. Akibat beli eceran. Mulai berpikir untuk mengganti WP-Rocket dengn plugin gratisan saja.

Autoptimize memang luar biasa. Penggila kecepatan banyak yang mengakuinya. Developer Autoptimze, juga luar biasa.

Plugin Autoptimize, Swift dan WP Super Cache sudah dicoba juga di lingkungan yang sama. Skor Google PageSpeed selesihnya tipis sekali dengan Swift, 98 dan 100. Load time sama. Saat mencoba Swift, kaget juga. Ada fungsi mengoptimalkan database.

Domain

Domain tarjiem.com ini disimpan di Namecheap. Sebelumnya di GoDaddy. TTFB tidak diprotes oleh skor Google PageSpeed. Padahal lewat dari 900 milidetik. Persoalan TTFB masih jadi PR sampai sekarang.

Tantangan Selanjutnya

  • Uji coba dengan plugin JetPack
  • Tes aktifkan > 10 plugin lainnya
  • Langsung dipakai dalam kondisi yang sebenarnya.

Terima kasih sudah membaca, jurnal konyol ini. Pastinya ada banyak kekurangan gambar dalam tulisan ini. Semoga bisa diterapkan dan dipakai untuk uji coba kualitas sebuah share hosting.

2 pemikiran pada “Google PageSpeed Insight 100/100 2019”

  1. Wah mantap sekali plugin ini gan, walaupun pakai versi gratis mampu mendongkrak score blog saya menjadi hijau, padahal sebelumnya berat blog saya.. cuma kalau dalam pengetesan page artikel masih banyak pemblockir render yg tidak diekseskusi jadi masih muncul pemblockir rendernya.. Terima kasih atas ilmunya.

    Balas

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.