cPanel vs DirectAdmin

Sore ini menemukan sebuah tulisan singkat yang menarik. Isinya seperti membaca berita perkembangan dunia panel hos. Hubungannya cukup erat dengan WordPress.

Saya sendiri tidak terlalu mengikuti pemberitaan soal cPanel. Namun yang pasti, sejak pindah dari Blogspot ke WordPress.org, cPanel yang pertama kali dijumpai.

Perjalanan cPanel

Dari tulisan itu jadi paham kalau ada proses akusisi cPanel oleh perusahaan besar. Bukan sebuah hal yang baru di dunia perdagangan, bisnis.

MONOPOLI OAKLAY

Setelah Oaklay mengakuisisi Cpanel dua tahun lalu, banyak perusahaan hosting was-was. Pasalnya pada tahun sebelumnya Oaklay juga mengakuisi Plesk, kompetitor utama Cpanel. Dua platform ini mendominasi industri hosting lebih dari 20 tahun. Oaklay juga pemilik SolusVM, dan tahun lalu membeli pula WHMCS. Orang sudah menduga monopoli industri hosting tinggal menunggu waktu.

Yang tak diduga sebelumnya, kenaikan harga Cpanel mengguncang komunitas hosting. Bisa naik hingga mencapai 800%. Estimasi ini didapat dari perubahan lisensi yang sebelumnya per server, menjadi per server plus per user. Pengelola hosting harus bayar biaya tambahan untuk tiap user yang terdaftar, setelah melewati 300 user.

Tentu banyak yang protes. Tidak ada hasilnya. Ada yang menimbang platform alternatif kendati ragu. Resikonya tidak kecil. End user sudah kecanduan Cpanel lebih dari 20 tahun. Pindah ke DirectAdmin pertaruhannya besar juga.

Dan kini, selayaknya dalam industri yang sudah termonopoli, seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa, seolah-olah semua ini biasa saja. Cuma sebagian kecil saja yang mengubah haluan.

Tidak cukup bagi Oaklay memonopoli Cpanel, belakangan meluncurkan Solusio, saudari muda SolusVM yang entah nanti bagaimana nasibnya, mengingat Solusio dan SolusVM platform yang tak beda jauh. Solusio bisa disebut versi ke-2 dari SolusVM. Berapa harga lisensi Solusio? 5 Euro per core! Artinya saat memasangnya di mesin 129 core, orang harus membayar 645 Euro per bulan. Tinggal dikalikan saja dengan jumlah core di server² berikutnya. Ini akan memaksa perusahaan hosting melakukan overselling besar²an untuk menutupi tagihan bulanan, yang tentu akan akan terjadi juga di Cpanel.

Saya menyukai Cpanel seperti banyak orang kendati sudah lama tidak menggunakannya. Cuma bisa berharap industri ini bisa lebih sehat dari sekarang ini.

Dari https://www.facebook.com/groups/wp.indonesia/permalink/3424072007635899/

Dikirim oleh M Irsyad Zaki.

cPanel vs DirectAdmin Untuk WordPress

Berhubung tulisan itu bagus, keinginan berkomentar di tulisan itu tidak terbendung. Akhirnya jadi juga komentar panjang. Hampir 300 kata atau setara dengan satu tulisan pendek.

Maka komentar itu ditampilkan di sini dengan sedikit penyesuaian.


Dalam konteks WordPress, mari lupakan cPanel dan beralih ke DirectAdmin atau panel lain.

Sejak pertama kali kenal hos atau hosting, cPanel yang pertama kali dijumpai.

Lambat laun, mulai kenal dengan nonpanel alias VPS atau setengah nonpanel sejenis server pilot.
Setelah puas di cPanel untuk urusan WordPress, akhirnya sadar. Tidak semua fungsi di cPanel dipakai setiap waktu.

Terbukti setelah migrasi ke DirectAdmin. Tidak ada yang aneh. Tinggal menyesuaikan saja. Cuma yang terasa, masalah tambah domain atau add on domain dan subdomain. Metodenya rada beda dengan cPanel.

Itu juga akhirnya sudah nyaman dengan DirectAdmin.

Penggunaan cPanel di hos membuat harga hos itu lebih tinggi. Coba bandingkan saja hos yang menyediakan cPanel dan DirectAdmin, harganya dengan spesifikasi disc space yang sama.
Perbedaanya bisa sampai 10 ribu atau 30 ribu. Alias bisa sampai 10% – 30%.

Mana yang bagus cPanel dengan DirectAdmin?

Dari segi harga, cPanel lebih mahal.

Dari segi fungsi (untuk WordPress) DirectAdmin sudah cukup.

Kalau ada duit dan suka harga mahal, silakan nikmati kelebihan yang ditawarkan cPanel.

Saya sendiri lebih mendukung hos yang memakai DirectAdmin. Spesifikasi sama, harga lebih murah. Kalau boleh saran, utamakan DirectAdmin atau panel-panel lain yang fungsinya memang sesuai dengan kebutuhan sendiri.

Tinggal pengguna (WordPress pemula) yang menentukan.

Mirip dengan WhatsApp yang diakusisi oleh Facebook.

Pada akhirnya, Telegram lebih canggih tapi kalah populer sama WhatsApp.


Untuk DirectAdmin, penulisan yang benar digabung, bukan dipisah, Direct Admin.

Lebih Bagus Mana? cPanel atau DirectAdmin?

Jika ditanya pilih DirectAdmin atau cPanel, saya sendiri memilih DirectAdmin.

Untuk kebutuhan WordPress, DirectAdmin sudah cukup. Alasan kedua, harga penjual hos yang menggunakan DirectAdmin, kebanyakan lebih murah dibandingkan cPanel.

Ujung-ujung kembali ke masalah duit.

Kalau tidak salah, semua hos yang saya pakai saat ini, semuanya pakai DirectAdmin. Ada yang awalnya pindah dari cPanel lalu ke DA atau DirectAdmin. Mungkin Menyohost yang masih pakai cPanel.

Lihat juga: Daftar Share Hosting yang Pernah Saya Pakai

Bahkan sekarang, tidak lagi mempertimbangkan hos yang menggunakan cPanel. Kecuali terpaksa butuh. Ujung-ujungnya kembali ke masalah duit.

Default image
Ridha Harwan
Penjual jasa penerjemah Inggris ke bahasa Indonesia dan Indonesia ke bahasa Inggris. Cek profil di sini atau tombol media sosial di bawah ini. Terima kasih atas kunjungannya.
Articles: 536

3 Comments

  1. Hallo,
    konten yang cukup menarik.
    Memang saat ini dominasi OAKLAY terhadap software di industri hosting/server sangat mengganggu.
    Namun dari kasus ini baik provider hosting dan customer sama-sama belajar banyak. Ada yang memilih untuk tetap di zona nyaman dan ada yang melakukan transisi ke zona baru.

    Cuma sedikit sharing. Kasus yang sama terjadi di Industri komputer / hardware komputer antara Intel Vs AMD. Jujur bukan sesuatu yang sulit bagi seorang pengguna individual untuk beralih dari AMD ke intel atau sebaliknya. Namun bagi sebuah perusahaan besar dengan ribuan hardware, maka akan membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan untuk beralih ke Brand lain. Itu belum termasuk masa trial atau uji coba sebelum beralih ke brand lain.
    Dominasi Intel terutama di Industri hosting saat itu juga membuat Intel dengan leluasa memberikan harga yang mungkin overprice. Namun sekali lagi, karena saat itu teknologi AMD belum bisa menawarkan performa yang lebih baik, maka jelas tidak ada pilihan selain Intel.

    Sejarah luar biasa muncul ketika AMD mulai memperkenalkan Processor generasi Ryzen. yang paling diperhitungkan di industri hosting adalah AMD memiliki performa yang lebih baik dan konsumsi listrik yang lebih kecil Bahkan konsumsi listrik bisa hemat lebih dari 15%. Dari segala kelebihan itu, AMD menawarkan harga yang lebih rendah. Jelas sebuah penawaran yang cukup membuat banyak provider berpikir ulang. Belum lagi keuntungan-keuntungan lainnya.
    Banyak industri hosting yang mulai mencoba menawarkan server AMD sebagai alternatif Intel seri i7. Bahkan yang menarik adalah Ryzen menawarkan harga yang jauh lebih murah, namun dengan kualitas lebih baik dari i7 dan sedikit dibawah hardware level Enterprise. Ryzen sudah memiliki kemampuan seperti penggunaan ECC RAM. Dulu server i7 biasanya digunakan kalangan terbatas seperti server gaming atau aplikasi non-database. Namun dengan munculnya Ryzen, bahkan industri web hosting, dan hampir semua aplikasi server tidak pelu khawatir lagi berkat dukungan ECC RAM.
    Coba bayangkan, saat itu AMD Ryzen sangat tidak diperhitungkan terutama untuk provider server. Mungkin Intel berpikir bahwa tidak semua user dedicated server menggunakan AMD Ryzen sama seperti intel i7. Namun Ryzen menawarkan hal yang berbeda. dia menawarkan harga yang harganya lebih rendah dari server berbasis intel i7, namun memiliki fitur lebih baik, performa lebih baik, konsumsi listrik lebih rendah dan bisa bermain pada software-software enterprise yang standardnya menggunakan memory ECC.

    Saat itu, harga prosesor-prosesor intel di level enterprise dikabarkan mulai turun. tak tanggung tanggung bahkan ada yang sampai 20%. namun tetap saja, performa dan harga tak sebanding dengan yang ditawarkan AMD saat itu. Penurunan harga juga pernah dilakukan intel saat AMD sempat mengeluarkan produk unggulan mereka beberapa tahun yang lalu. Cara ini sangat ampuh sehingga AMD yang saat itu digadang-gadang mampu menjadi kuda hitam untuk intel, akhirnya layu sebelum berkembang. Namun hal yang sama tidak berlaku pada prosesor terbaru AMD setelah generasi Ryzen.

    Gebrakan kedua AMD terjadi ketika mereka merilis prosesor khusus enterprise yakni EPYC.
    Industri server di level enterprise saat ini sedang melakukan transisi besar-besaran. Bukan karena mereka mengincar harga lebih murah, namun lebih karena demand yang besar. Banyak customer yang sadar karena performa yang ditawarkan AMD jauh lebih baik dibandingkan intel dengan harga yang sama. Namun tentu butuh waktu bertahun-tahun untuk industri benar – benar mengaplikasikan AMD sepenuhnya.

    Yang terjadi saat ini, perusahaan – perusahaan yang saat ini menawarkan server-server AMD Ryzen & EPYC lebih awal, mendapatkan order yang tak sedikit. Bahkan kemarin server berbasis Ryzen sempat menghilang beberapa bulan akibat covid-19. Namun sebenarnya stok server AMD sering sold out jauh sebelum adanya kasus covid-19 terjadi.

    Saat ini, industri Cloud hosting semacam DO, Vultr dan lainnya sudah tidak malu – malu lagi menginformasikan bahwa mereka menggunakan prosesor AMD di vps. Bahkan ini justru menjadi daya tarik tersendiri, karena AMD menawarkan performa yang lebih baik. Setidaknya itulan hasil yang didapat dari benchmark server intel vs AMD.

    singkat cerita, Sekarang Intel sudah tidak lagi mendominasi sendirian. Akhirnya tidak lain customer yang diuntungkan karena harga dan performa mereka semakin bersaing.

    Kembali lagi ke cpanel. Dominasi OAKLAY dan penambahan harga cpanel yang cukup besar, membuat banyak perusahaan hosting besar mulai sadar dan banyak diantara mereka yang mulai mengembangkan panel mereka.
    Saat ini mungkin perlu waktu bertahun-tahun hingga cpanel ditinggalkan atau setidaknya membuat cpanel tidak mendominasi sendirian. Jika cpanel tidak menawarkan sesuatu yang berbeda, maka tinggal menunggu waktu hingga cpanel bernasib seperti blackberry / nokia yang mulai terlupakan.

    Sangat sulit memberikan harga terjangkau dengan tetap bertahan di cpanel. Bayangkan saja, standard cpanel adalah sekitar 30rb/tahun per user. Artinya sudah pasti tidak mungkin ada yang memberikan akun cpanel dengan harga dibawah 30rb/tahun. kecuali jika ada kasus tertentu.
    30rb/tahun itu hanya cost untuk cpanel saja. belum termasuk harga space hostingnya.

    oya, Untuk informasi saja, saat ini Menyohost telah menggunakan directadmin. Hanya saja skin kami merubah agar tampilannya menggunakan icon seperti cpanel. Sehingga pengguna yang baru beralih menggunakan directadmin tidak erlalu sulit mencari menu-menu yang dibutuhkan.

    ok, Semangat untuk membuat konten-konten yang menarik…

  2. Saya masih prefer cpanel, alasannya karena lebih mudah melihat statistik di sidebar kanannya (CPU usage, inodes, dkk.). Meski sebenarnya saya belum perlu memantau angka-angka itu sih karena hanya landing page beberapa halaman dan trafik website-website saya juga masih sangat rendah, tetapi informasi itu bikin saya merasa semuanya terkendali. Kalo ga salah directadmin mesti klik-klik dulu ya kalo mau lihat angka2 itu.

Leave a Reply

tarjiem.com adalah blog dan lapak jasa penerjemah bahasa Inggris ke Indonesia dan Indonesia ke Inggris.

Bandung - Jawa Barat

WhatsApp: +6285210384502