Lima Tips Mengelola Blog Bergambar atau Foto

Lima Tips Mengelola Blog Bergambar atau Foto

Ada banyak jenis tema blog. Ada blog yang umumnya isinya tulisan saja dan ada blog yang isinya lebih banyak gambar atau foto dibandingkan tulisan atau teks. Tulisan ini ingin memberikan tips dalam mengelola blog yang lebih dominan gambar atau foto (image based) dibandingkan tulisan (content based).

Mengelola blog bergambar itu mudah-mudah susah. Mudahnya, tidak perlu banyak menulis tulisan seperti blog jasa terjemahan ini. Salah satu kelemahan atau kesulitan blog bergambar terletak pada pengelolaan gambar yang ditampilkan di blognya. Semakin banyak gambar tentu akan semakin banyak gambar yang harus diatur dan diingat. Sama halnya saat mengelola judul artikel dan isi artikel yang setidaknya harus diingat kata kuncinya.

Ilustrasi kumpulan gambar atau foto (gambar:pixabay.com)
Ilustrasi kumpulan gambar atau foto (gambar:pixabay.com)

Berikut ini tips jika ingin mengelola blog berbasiskan gambar, khususnya bagi pengguna wordpress:

1. Sebaiknya gambar yang ditampilkan adalah gambar asli atau orisnil

Tidak hanya tulisan saja yang harus terhindar dari plagiarism checker, namun blog bergambar juga sebaiknya menampilkan gambar-gambar milik sendiri. Kalaupun bukan gambar milik sendiri, setidaknya gambar yang ditampilkan bebas hak cipta (copyright) atau setidaknya menyebutkan sumber gambar itu. Hal ini diperlukan untuk jangka panjang dan jika suatu waktu blog bergambar kita mulai terkenal.

2. Gambar yang ditampilkan sudah dipadatkan terlebih dahulu (dikompres)

Tujuannya agar pada saat pengunjung membuka halaman blog sehingga waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Semakin besar dan bagus kualitas gambar yang ditampilkan, besar kemungkinan ukuran gambar yang akan ditampilkan akan semakin besar. Salah satu alat pemadat gambar daring yang menjadi favorit saya adalah compressor.io.

3. Beri nama gambar dengan nama yang mudah diingat dan spesifik

Hal ini sangat penting sekali bagi proses pengelolaan gambar itu sendiri dan bagi pengunjung yang ingin mencari gambar, khususnya melalui google images. Usahakan setiap gambar memiliki nama spesifik yang mudah kita ingat. Selain itu beri nama gambar atau foto tersebut dengan nama-nama umum dan spesifik. Tujuannya agar para pengunjung dan google images mudah menemukan gambar yang kita unggah ‘di belantara’ dunia maya.

Tips pemberian nama gambar di kaitkan dengan seo blog bergambar:

  • Usahakan terdapat satu gambar yang namanya sama dengan judul tulisan (post). Misalkan judul tulisannya adalah “Wisata Jembatan Arasy di Jambi.” Maka sebaiknya ada salah satu gambar yang berjudul “wisata-jembatan arasy-di-jambi.jpg”.
  • Beri variasi nama-nama arsip (file) setiap gambar. Misal “jembatan-arasy-jambi-malam-hari.jpg” atau “jembatan-arasy-keren-depan-rumah-gubernur-jambi.jpg”.
  • Gunakan judul tulisan sebagai nama gambar dan beri penomoran. Trik ini dapat digunakan jika gambar-gambar yang ditampilkan memiliki satu tema atau kita sedikit enggan memberi nama setiap gambar.

Di sinilah sebenarnya poin utama (seo) blog bergambar, dalam hal penamaannya. Alasannya, blog bergambar akan kesulitan menjaring kata kunci dari google.com dalam bentuk teks karena tidak banyak mengandung kata-kata atau tulisan. Sehingga mengoptimalkan blog bergambar perlu (bahkan penting) dilakukan pada pemberian nama gambar itu sendiri. Terlebih lagi bagi blog yang tujuannya adalah menjaring banyak pengunjung pada blognya.

4. Gunakan tanda air (watermark)

Hal ini penting sekali bagi kita yang tidak ingin gambar kita diambil ‘mentah-mentah’. Walau tanda air ini bisa diedit atau dihapus, setidaknya ini adalah usaha kita menyebutkan sumber dari mana gambar ini ditampilkan atau diunggah. Kecuali jika Anda ikhlas foto atau gambar Anda digunakan siapa saja, maka pemberian tanda air ini mungkin tidak perlu dilakukan.

5. Pilih hosting sesuai kebutuhan

Hal ini berlaku khusus bagi pengguna wordpress.org tidak bagi blogger/blogspot atau wordpress.com. Untuk awalnya, sebaiknya pilih (share) hosting dengan kapasitas penyimpanan (disc space) minimal 1 GB. Begitu blog sudah banyak dikenal, barulah sesuaikan paket hosting yang akan digunakan.

Tips di atas sebaiknya dilakukan sebelum gambar diunggah dan ditampilkan ke publik. Khususnya saat proses pemadatan gambar, penamaan gambar dan pemberian tanda air. Begitu gambar sudah diunggah di internet, maka tidak mudah kita melacak asal-usul gambar jika tidak bermodalkan penamaan gambar atau tanda air. Perlu diketahui pula, dibalik tantangan pengelolaan hosting blog dengan wordpress.org, saya perhatikan, blog dengan wordpress, tidak begitu sulit bersaing tampil di google image. Terlebih jika pemberian nama gambar yang sesuai kata kunci diberikan sudah tepat. Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Lima Tips Mengelola Blog Bergambar atau Foto

Leave a Comment