Jambi 17 Tahun

Cara enak menjelaskan Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Tujuh belas tahun yang lalu bertolak meninggalkan kota Jambi. Kota dan provinsi yang 65% lebih orang Indonesia tidak tahu ada di Indonesia bagian mana. Wajar saja, ini kota bisa dibilang ada di tengah hutan. Panas. Tidak mudah cari mata air. Tidak heran kalau media eletronik, rada malas menyorot kota pelat BH.

Sebagai manusia yang meninggalkan kota Jambi, kembali lagi, dan pergi lagi, pasti selalu membandingkan kota Jambi dengan negeri lainnya. Sebut saja planet Bekasi dan Jekardah. Ditambah tempat saat ini, Bandung. Bisa juga memasukkan variabel lain, semua ibu kota provinsi di pulau Jawa, namun cukuplah Bandung dan Jekardah saja jadi pembandingnya.

Jambi Panas

Iya panas. Paanaas. Kalau sudah terbiasa tinggal di Dago-Bandung, Puncak-Bogor, Kaliurang-Yogyakarta, Bedugul-Bali, coba pikir lagi kalau mau ke Jambi. Kecuali kalau sudah siap masuk kulkas kemana-mana. Mobil AC, kantor AC, rumah AC, kamar tidur AC, warteg AC.

Namun, panasnya kota Jambi, menjadi berkah bagi diri sendiri. Sulit mengeluarkan keringat di Bandung bagian utara. Apalagi musim dingin ini, musim hujan. Dibawa tawaf 15 putaran depan Gedung Sate-Bandung, keringat masih sulit keluar. Adanya malah kedinginan di siang hari.

Air sebesar embun pagi bisa muncul dari pori-pori kulit saat tertidur di siang hari di kota Jambi. Malam juga.

Panasnya kota Jambi, hampir sama dengan kota Pekanbaru, Riau. Bekasi atau Kerawang, Jawa Barat juga. Lebih mirip dengan Pekanbaru, sama-sama ada minyak bumi di bawah tanah.

Air Syusah

Boleh dibilang, mayoritas rumah di Jambi sangat tergantung dengan perusahaan milik negara, PDAM atau PAM. Katanya, PDAM Tirta Mayang sangat tergantung dengan debit sungai Batanghari. Sungai ini lebar. Kalau disuruh nyebrang dengan cara berenang, capek juga.

Karena ada minyak bumi di bawah bumi Siginjai ini, mata air adalah sesuatu lubang kehidupan yang langka. Sulit dicari. Ada pun sumur bor, jika dapat dan beruntung, air tidak sebening mata air di Bandung bagian utara. Tiga RT tempat tinggal di Bandung, hampir semuanya pakai sumur bor. Mata air sebening pabrik 4qu4 untuk cuci baju.

Cilakanya, jika musim kemarau tiba, ketinggian air sungai Batanghari, yang di depan Angso Duo itu, berkurang.

Meski Jambi sudah beberapa kali ganti dinasti kekuasaan, air PDAM masih begitu-begitu saja. Air mengalir rada kencang saat malam hari. Siang hari keran air koma.

Dari sini, saya belajar untuk bersyukur, saat di Bandung atau di republik lain, negeri lain. Belajar hemat air.

Saat menulis ini, sudah masuk musim hujan di kota Jambi. Setidaknya bisa sedikit puas memanfaatkan air.

Mati Lampu

Mati listrik. Memang tidak segila era presiden terdahulu. Yang kekuasaannya lama itu. Tahun 2020 ini, seminggu bisa 2-4 kali mati lampu. Sebentar sih. Satu atau tiga jam.

Sayangnya buat manusia-manusia milenial itu, yang suka menunduk saat berjalan itu, mati lampu adalah bencana. Sebuah keluhan. WIFI jadi mati. Terpaksa pakai paket kuota. Belum lagi sekarang telepon kabel juga ikutan mati, kalau listrik tidak menyala.

Satu alasan kenapa tidak ke Jambi karena ini. Jambi masih suka mati listrik. Jika kota Bandung hanya 5-7 kali mati listrik dalam setahun, kota Jambi bisa 2-4 kali seminggu. Dua tahun lalu, bisa 3-7 kali mati listrik dalam seminggu. Acak.

Pakai UPS memang bisa. Sayangnya, lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini belum siap pindah ke Jambi. Belum siap mempertemukan mati lampu dengan terjemahan paket kilat.

Musim Buah

Di balik kekurangan di atas, Jambi punya anugerah alam yang wajib disyukuri. Sebut saja buah-buahan. Duku dan rambutan sedang banjir saat pulang ke Jambi. Durian juga. Manisnya luar biasa. Manis alami. Belum kekayaan alam, hutan, gas alam, minyak bumi, atau batu bara.

Jambi Kecil

Tapi besar. Entahlah. Kecil maksudnya, sepi. Bagi orang Jakarta atau Bandung, Jambi tidak ada macet. Kalau diukur secara wilayah, Jambi termasuk besar. Ujung utara ke selatan bisa sampai 7-10 Km. Hanya saja, rata-rata laju kendaraan bermotor bisa sampai 60 km/jam, jadi tidak begitu terasa jarak tempuh dari ujung ke ujung.

Ada Batanghari

Sungai Batanghari. Bagi sungai Ciliwung atau sungai Citarum, lebar sungai Batanghari ini panjang. Bisa sampai 500 M – 700 M. Akan terasa saat menyebrangi jembatan Aur Duri. Lebarnya hampir sepanjang jembatan sungai Musi di Palembang.

Ada Kerinci

Ada gunung Kerinci. Salah satu kabupaten dengan gunung tertinggi kedua di Indonesia. Salah satu daerah dengan kebun teh yang sangat memanjakan mata. Seperti karpet hijau yang membentang dalam bait-bait puisi-puisi.

250.000-380.000

Gambar tiket bus pulang ke Jambi dari Bandung 16 Januari 2020 dalam tulisan ini, tidak ditulis harga tiketnya. Harga tiket bus Bandung-Jambi saat itu Rp380.000,00. Kalau sampai Palembang 350 ribu. Itu naik bus Qitarabu. Kalau bus Laju Prima saat itu 420 ribu. Salah satu bus yang kuat bertahan sejak 17 tahun yang lalu.

Bus Jambi-Palembang-Jakarta-Bandung

Tujuh belas tahun yang lalu, harga tiket Jambi-Bandung Rp275.000,00. Kalau sampai Jakarta saja turun di terminal Rawamangun, 250.000, dulu. Sekarang turun di pinggir tol Kebon Jeruk, Jakarta atau pinggir tol Jatibening, Bekasi. Dua-duanya sama-sama terminal bayangan.

Bus Bandung-Jakarta-Palembang-Jambi

Loket bus Qitarabu dan Laju Prima berdampingan di Pasar Caringin, Kota Bandung. Persis di seberang pompa bensin pasar Caringin. Kalau di Jambi, Laju Prima di Terminal Baru, agak di pinggir. Mirip Terminal Leuwipanjang, Bandung. Kalau Qitarabu di Pal Lima. Agak ke tengah kota.

17 tahun merantau, paling suka bolak-balik lewat jalur darat. Murah dan lebih banyak yang dilihat.

Setidaknya begitulah gambaran paling sering dijelaskan ke orang mengenai kota yang berada di tengah hutan, Jambi. Salah satu daerah di Sumatera yang kadang rutin menyumbang asap ke negara tetangga setiap tahunnya.

Ditulis di Kota Jambi, diselesaikan di Kota Bandung.

Default image
Ridha Harwan
Penjual jasa penerjemah Inggris ke bahasa Indonesia dan Indonesia ke bahasa Inggris. Cek profil di sini atau tombol media sosial di bawah ini. Terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

tarjiem.com adalah blog dan lapak jasa penerjemah bahasa Inggris ke Indonesia dan Indonesia ke Inggris.

Bandung - Jawa Barat

WhatsApp: +6285210384502