Perbedaan Berkomentar Di Facebook Dengan Di Blogwalking

Perbedaan Berkomentar Di Facebook Dengan Di Blogwalking

Sebenarnya sih judul perbedaan berkomentar di facebook dengan di Blogwalking ini hanya akal-akalan saya saja supaya bisa bikin artikel ringan. Karena sebelumnya saya sudah membuat artikel yang agak teknis sedikit mengenai metode blogwalking yang saya gunakan, dan beberapa komentar yang sudah muncul di sana belum sempat saya balas. Saya ingin membuat artikel ini saja dulu, sebagai artikel setoran di pagi hari.

Apa sih perbedaan berkomentar di facebook dengan di blogwalking?

Masih dalam edisi blogwalking, karena saat ini saya lagi gemar blogwalking. Karena efeknya lebih terasa dibandingkan menunggu efek backlink yang sepertinya, sifatnya hanya memperkokoh posisi kata kunci kita dibandingkan mendatangkan jumlah pengunjung baru dan memancing google mengindeks situs kita secara sehat.

Jelas berbeda dong, berkomentar di facebook dengan di blogwalking. Bedanya, kalau di facebook kita berkomentar hanya dalam satu jendela. Kita cukup membuka facebook.com saja dan memeriksa status siapa saja yang menarik untuk dikomentari. Kalau di blogwalking, kita mesti membuka satu per satu blog atau website untuk kita komentari.

Nah, masalahnya ada perbedaan yang mendasar sekali menurut saya, apalagi dalam hitung-hitungan ekonomi.

Saat kita berkomentar di blog seseorang, dalam rangka kegiatan blogwalking, kita setidaknya mendapatkan kunjungan balik dari blog di mana kita berkomentar. Nah itu jelas-jelas akan membantu blog kita populer di mesin pencarian. Beda dengan di facebook, jika kita masuk akun facebook dan mulai memperbarui status kemudian mulai memberikan komentar-komentar di status yang ada, kira-kira yang ramai situsnya siapa? Facebook bukan?

Spanduk "Tutup" Pada Akun Fceobook Timeline.
Spanduk “Tutup” Pada Akun Facebook Timeline.

Saya ambil contoh kecil saja.

Berapa banyak jumlah kata yang kita tulis di facebook dalam satu hari? Apakah itu membuat status baru atau memberi komentar-komentar pada status yang ada. Anggap saja jumlah kata yang kita buat hanya berkisar 100 kata saja. Itu artinya hanya sebanyak dua paragraf awal dalam tulisan ini. Nah bagaimana jika energi menulis kita, kita salurkan untuk menulis di blog kita atau kita salurkan untuk berkomentar di blog-blog sebagai daftar di blogwalking kita. Tentu kita senang mereka akan datang kembali dan meninggalkan komentar.

Di sinilah perbedaan berkomentar di facebook dengan di blogwalking. Walaupun kegiatannya sama-sama memberikan komentar namun jika kita memberikan komentar di blog rekan blogwalking kita, maka minimal hasil tulisan kita ada yang melihatnya, sekaligus mendapatkan komentar. Beda dengan di facebook, kita akan membantu perbendaharaan banyaknya jumlah status yang muncul di facebook. Kalau itu kita salurkan untuk membuat tulisan, mungkin setiap hari kita bisa menghasilkan sebuah tulisan kecil, setidaknya sekitar 200 kata untuk satu artikel.

Sedikit tambahan. Menurut saya, sebenarnya ada lagi perbedaan berkomentar di facebook dengan di blogwalking, yaitu dalam hal jumlah komentar dengan jumlah pertemanan di facebook dan di blogwalking. Hal itu bisa terlihat dari blog jasa terjemahan saya sendiri ini. Walaupun saya hanya berlangganan 50 blog atau melakukan pertemanan di blogwalking sebanyak 50 blog saja, namun jumlah komentar yang muncul malah lebih banyak dibandingkan saat saya membuat sebuah komentar di facebook dalam satu hari, yaitu ada 30 komentar lebih yang saat ini belum di balas. Padahal jumlah pertemanan di akun facebook saya hampir ada sekitar 340 lebih jaringan pertemanan di facebook.

Kurang lebih itulah sebuah perbedaan berkomentar di facebook dengan di blogwalking, terlepas terdapat perbedaan yang mendasar antara fungsi penggunaan facebook itu sendiri dengan blog kesayangan kita yang saat ini kita bangun.

74 thoughts on “Perbedaan Berkomentar Di Facebook Dengan Di Blogwalking

    • Menggunakan sistem komentar dengan kolom facebook memang betul banyak membantu. Apalagi kalau blognya menggunakan Bahasa Indonesia dan Indonesia termasuk negara pengguna facebook terbanyak.

      Hanya saja, menurut saya kolom komentar facebook itu lebih cocok dipakai di blogspot. Jika di wordpress, paling tidak memberatkan blog saat halamannya dibuka (menambah waktu muat / loading time). Untuk di wordpress, saya tetap masih suka kolom komentar bawaan wordpress.

  1. Meski tidak tahu pasti (saya tidak punya fb/twit), rasanya kontak via blog itu person-nya lebih kerasa ya, kalau fb/twit yang dominan kicau/statusnya. Tapi ya nggak ngerti juga ding :D

  2. saya baru tau perbedaannya disini.. berarti lebih baik blogwalking ya,, kalo fb biasanya saya cuma share postingan saja.. itupun lewat Fanpage, soalnya teman fb saya kebanyakan jarang aktif ngeblog… terimakasih infonya mas

  3. menurut saya kalau komentar di Fb cuma iseng2 saja tnpa tau makna dari stats tsb, ,tpi kalau berkomentar lwat Blogwalking tentu saja sangat bermanfaat. Selain berkomentar ,kita juga dapet wawasan serta ilmu baru dari blog/web yg kita kunjungi . . .

  4. kalau menurut saya mas. Perbedaan kometar di facebook dan blogwalking sangat banyak walaupun sama-sama memberi komentar. Blogwalking lebih banyak positifnya bila di bandingkan dengan komentar di facebook. Terus kita lebih banyak dapat ilmunya dari pada di facebook….

  5. Kedua-duanya (facebook dan blog) untuk saya pribadi belum bisa dilepas, terutama blog. Dari segi keuntungan, facebook juga bagi saya dapat menguntungkan. Saya bisa iklan produk-produk dengan memanfa’atkan jejaring sosial tersebut.

  6. melihat dari segi keuntungan aja sudah pasti lebih untuk berkomentar di blog ya Mas Ridha :) , kalau di fb walaupun teman kita ratusan tapi paling hanya 1/3 nya saja yang melihat wal kita

  7. sampai sedetil itu yah perbedaanya, aku ga kepikiran tentang hal itu sepertinya ga penting tapi setelah dibahas secara rinci ternyata sisi manfaat blogwalking sangat besar ya.. ada pengalaman yang kurang srek dihati ketika blogwalking, yaitu aku ga mau datang pada sebuah blog yang tak pernah berkunjung balik setelah kita kunjungi lebih dari 5 kali hahah..

    • Kok sama yah Mbak peraturan kebijakan kita, saya kayaknya cukup sampai 3-4 kali saja. Gak sampai 5 kali. Kalau saya kalau kurang sreg sama blognya, saya hapus tuh dari daftar rss reader saya. hahahaha

  8. Kalau dari penelusuran saya mas, sekarang google hanya menghitung link trafiknya dari G+ doank. FB dan Twitter tidak di hitung sebagai backling dan ini lumayan tidak bagus untuk SEO. Blogwalking masih cara terbaik untuk meningkatkan pengunjung blog mas. Gimana menurut mas hendra.

  9. memang beda berkomentar facebook dengan blogwalking…kalau di facebook biar kacau dan ngalor ngidul mah gak masalah…tapi diblog diperlukan komentar yang relevan dengan konten. tapi kadang saya juga membuat komentar di blog menjadi semacam percakapan, makanya beberapa blog kawan-kawan saya sering ikut membalas komentar mereka, wlau kadang diselingi dengan candaan atau guyonan ringan…namun minimal harus ada satu komentar yang nyambung dengan tema yang ditulis adminnya. iya gak min? eeehhhh gan? heheeeee

  10. terlalu sering nongkrong di fb tidak banyak memberikan feedback bagi saya mas, beda dengan blogwalking, manfaatnya banyak banget. Tapi saya memanfaatkan sosmed seperti fb untuk media promosi postingan blog, meski traffic nya sedikit, haha

  11. Saya sendiri malah jarang main ke Facebook Mas Hehe dulu pernah punya teman sampai 700 an, namun akhirnya saya delete akunnya karena kebanyakan tidak kenal.

    Jika belum punya blog sendiri, facebook bisa jadi sangat powerfull, karena dengan hanya mengetikkan nama kita di browser, maka nama kita tersebut yang muncul di SERP. Beda halnya jika kita sudah punya web dengan nama kita sendiri, lama kelamaan posisi akun facebook tergeser dengan alamat web kita tersebut. :D

      • Karena fb sudah sangat terkenal bisa mendatangkan traffic suatu blog, akhirnya banyak yang ingin mengoptimalkan fb nya. Termasuk dengan cara-cara yang kurang baik (menurut saya), seperti pasang foto profil cewek cakep, kemudian tebar link sana-sini di fb (yang Mas Ridha sebut sebagai jebakan Batman :D ) .

        Benar juga apa yang di katakan Mbah Dinan, sebenarnya bukan sosial media nya, namun pengelola nya. |o|

Leave a Comment