Proses Mengenali Lekukan Tubuh Bahasa Sumber Terjemahan

Banyak hal yang bisa diceritakan di setiap profesi yang ada. Termasuk juga profesi jasa penerjemah bahasa. Tulisan ini adalah salah satu cerita bagaimana sebuah bahan terjemahan diproses menjadi bahasa sasaran.

Anggap saja bahan yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Jadi bahasa sumber terjemahannya adalah Bahasa Indonesia dan bahasa sasarannya adalah Bahasa Inggris.

Bisa dibilang kalau tulisan ini adalah curhat (curahan hati) saya setelah menerjemahkan sebuah bahan terjemahan yang boleh dibilang cukup unik. Saking uniknya, proses terjemahannya mendapatkan tantangan yang besar dalam memahami bahasa sumber terjemahannya.

Tulisan curhat ini dirangkai dengan gaya bahasa yang sedikit mengayun-ayun. Hitung-hitung belajar menulis nyastra. Entah itu membuat puisi, cerita pendek atau fiksi imajiner.

Proses Meraba dan Mengenal Lekukan Tubuh, Sebuah Imajiner Terjemahan Bahasa Sumber

Awalnya engkau datang menghampiriku.

Dengan riang engkau bertanya,”Apakah engkau bisa meraba tubuhku?”

Biasanya aku hanya melihat sekilas rupa tubuhmu. Namun entah kenapa kali ini aku aku sedikit menatap beberapa saat bagaimana rupa lekukan tubuhmu itu. Dengan nada datar, engkau berkata “Satu minggu saja.”

Entah sengaja atau tidak, sebenarnya aku hanya butuh satu atau dua hari untuk melakukan ini. Aku sadar, tidak banyak yang bisa menerima ayunan jemariku. Namun dengan ringan dan tersenyum renyah engkau menyanggupi penawaran kemampuan jasa bagian encephalon ku.

Tiga hari yang lalu kita pun telah sepakat. Sepakat agar aku bisa melepas satu per satu bagian yang menutupi tubuhmu itu. Aku pun mulai menggerayangi dan meraba tubuhmu itu. Jelas, engkau melompat-lompat riang gembira saat aku mulai melepas dan memasang kembali bagian tubuhmu ini.

Ilustrasi: Tangan Menyentuh Badan Bayi

Ilustrasi: Tangan Menyentuh Badan Bayi

Perlahan-lahan aku pun mulai mentransformasi tubuhmu.

Hingga akhirnya aku tiba pada sepertiga bagian tubuhmu itu. Aku sadar ternyata lekukan tubuhmu ini adalah salah satu tubuh yang paling spesial yang pernah aku terima selama ini. Bahkan pada saat aku menyentuh dan mencengkeram tubuhmu itu, imajinasi ku terus terbang untuk menghasilkan tulisan ini. Berusaha lari dari menyentuh tubuhmu.

Yah, saat itu aku sadar. Sadar kalau lekukan tubuhmu itu boleh dibilang sangat kompleks sekali.

Aku bahkan sulit menentukan mana bagian kepalamu, mana bagian tubuhmu yang begitu indah itu. Mana bagian kaki dan tanganmu sebagai pendukung tubuh dan kepalamu itu.

Akhirnya trik improvisasi, elipsis dan literal harfiah aku gunakan untuk meremas tubuhmu itu. Tentu setelah engkau mengizinkan kalau aku membolehkan menggenggam erat tubuhmu. Jelas aku tidak bisa menampar tubuhmu. Hal itu adalah hal yang paling terlarang dalam kaidah dunia ku.

Setelah bagian prosencephalon milikku dua-tiga kali dibenturkan ke dinding selama tiga hari, akhirnya selesai pula proses transformasi tubuhmu. Aku pun hanya bisa berteriak bahagia. Ada juga muncul rasa sedih saat itu.

Aku harap engkau bahagia dengan tubuh barumu itu. Aku juga tahu, engkau adalah satu dari puluhan bahkan ratusan yang datang dan pergi menghampiri ku. Aku sedih, sadar kalau ketentuan yang aku miliki bisa jadi tidak sesuai dengan lekukan tubuhmu itu. Terlebih lagi untuk jangka waktu yang panjang.

Ada harapan yang ingin aku sampaikan. Bersyukurlah jika engkau menemukan orang yang lebih baik dibandingkan aku. Lebih baik sentuhannya, lebih baik goyangannya, lebih baik gerakannya, lebih tinggi jam terbangnya dalam proses transformasi tubuhmu itu. Semoga orang itu lebih paham, bagaimana lekukan asli tubuhmu itu.

Jika engkau kembali padaku lagi, rangkaian ayunan kata-kata baru sudah aku siapkan untukmu. Sambil berharap cemas kalau kau menolak atau menerima ku lagi.

Saat aku menulis ini, aku harap engkau dapat tersenyum dengan tubuh barumu itu.

Saat engkau tersenyum dan bahagia, saat itu pula aku menunggu transferan darimu.

-Habis-

Sedikit Penjelasan Imajiner Lekukan Tubuh Bahasa Sumber Terjemahan

Rangkaian kata-kata di atas mungkin akan lebih mudah dipahami bagi mereka yang berprofesi sebagai penerjemah bahasa. Seorang penerjemah bahasa adalah orang yang membongkar dan memasang kembali bahasa sumber untuk diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran.

Hanya saja, rangkaian teks atau kalimat setiap bahan yang diterjemahkan memiliki karakteristik sendiri. Tergantung siapa penulisnya. Bahan yang baru saja saya terjemahkan dan hasilnya baru dikirimkan ini, memiliki 82 rangkaian kata hanya untuk merangkai satu buah kalimat yang kompleks, sangat kompleks.

Dalam 3 paragraf akhir ini di atas ada 74 kata dan 5 kalimat. Bahan yang baru saya terjemahkan itu, hanya ada satu kalimat. Tiga paragraf terakhir di atas dirangkai menjadi satu kalimat dan diterjemahkan.

4 Comments

  1. Syahidah santrigaul dot net 25 Maret 2016 08:59
    • Ridha Harwan 26 Maret 2016 18:40
  2. batara 1 Februari 2016 12:16
    • Ridha Harwan 11 Februari 2016 18:13

Leave a Reply