Menentukan Biaya Jasa Terjemahan Arab

Menentukan Biaya Jasa Terjemahan Arab

Salah satu pertanyaan yang acapkali diajukan kepada para penerjemah bahasa Arab adalah berapa biaya jasa terjemahan bahasa Arab dan bagaimana cara menetapkan biaya tersebut? Pertanyaan tentang biaya terjemahan tersebut juga berlaku bagi terjemahan Arab dan bahasa Indonesia. Walaupun sudah berusaha menyederhanakan, ternyata menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah.

Banyak cara yang bisa digunakan sebagai dasar perhitungan tarif jasa penerjemahan arab. Dari sekian banyak cara itu, pada dasarnya dikembalikan kepada salah satu dari dua metode berikut, yaitu perhitungan biaya berdasarkan naskah sumber (bahan atau materi yang diterjemahkan) atau perhitungan biaya berdasarkan naskah target (hasil terjemahan). Naskah sumber dalam hal ini tentu saja merupakan bahan terjemahan Arab dan naskah target dalam hal ini adalah hasil terjemahan berbahasa Indonesia.

Pembagian Perhitungan Biaya Jasa Penerjemah Bahasa Arab

Apabila ditilik lebih jauh, penghitungan tersebut dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Penghitungan berdasarkan naskah sumber misalnya bisa menggunakan jumlah halaman naskah sumber, jumlah kata sumber, jumlah karakter, dan sebagainya. Berapa jumlah halaman atau kata atau karakter naskah tersebut kemudian menjadi dasar perhitungan, sesuai dengan harga yang disepakati.

Sampul Buku Kamus Bahasa Arab
Sampul Buku Kamus Bahasa Arab

Perhitungan berdasarkan naskah target, juga dapat dibagi lagi menjadi penghitungan berdasarkan jumlah halaman, jumlah kata, atau jumlah karakter pada naskah target atau naskah hasil terjemahan. Berapa jumlah halaman atau kata atau karakter hasil terjemahan tersebut kemudian menjadi dasar perhitungan, sesuai dengan harga yang disepakati per halaman/kata/karakter.

Tetapi karena satu dan lain alasan, seorang penerjemah bahasa Arab harus menetapkan dasar perhitungan tertentu, yang mungkin berbeda antara satu penerjemah dan penerjemah bahasa lainnya, bahkan antara satu klien dengan klien lainnya – walaupun ini jarang terjadi karena tidak standar. Dan setiap penerjemah bahasa arab tentu sah-sah saja memilih suatu cara penghitungan, asalkan tidak merugikan klien atau justru merugikan translator itu sendiri.

Bagaimanakah hal ini berlaku bagi penerjemah untuk pasangan bahasa Arab – Indonesia?

Pertama-tama harus dibedakan terlebih dahulu jenis naskah yang diterjemahkan. Biasanya naskah berbahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berbentuk dokumen atau buku. Apabila berbentuk dokumen, perlu dilihat lagi apakah dokumen tersebut dokumen legal atau dokumen non-legal. Apabila berbentuk buku, biasanya naskah sumber merupakan naskah asli yang bersifat hardcopy, tetapi kadangkala ada juga naskah asli dalam format Pdf.

Terjemahan Bahasa Arab Indonesia Tulisan Tangan Kertas Tinta Hitam 300
Terjemahan Bahasa Arab Indonesia Tulisan Tangan Kertas Tinta Hitam 300

Perbedaan format naskah sumber ini juga menjadi persoalan. Sebab, tentu akan sulit menentukan harga terjemahan berdasarkan jumlah kata pada hardcopy, sebagaimana sulit juga menghitung jumlah kata sumber (misalnya) pada naskah softcopy Arab yang biasanya berbentuk Pdf. Jarang sekali ada naskah sumber berbahasa Arab non-Pdf, kecuali mungkin penerjemahan laman daring.

Sebelum Proses Perhitungan Terjemahan Bahasa Arab dan Indonesia

Perbedaan karakter juga menjadi masalah lain. Sebagaimana diketahui, huruf Arab terdiri dari konsonan saja, sedangkan vokal diwakili oleh harkat atau baris. Berbeda dengan bahasa Indonesia atau Inggris di mana vokal dan konsonan dihitung sebagai karakter/huruf. Input baris yang mewakili vokal terhadap kata bisa saja dihitung berdasarkan karakter, namun bagaimana kalau naskahnya berbentuk Pdf?

Perbedaan huruf Arab dan huruf latin ini juga menjadi persoalan ketika ada yang bertanya, kenapa tidak dikonversi dulu file-nya menjadi format Ms. Word? Tidak mudah ternyata melakukan konversi semacam itu. Paling tidak, itu tidak semudah konversi file berhuruf latin. Konversi biasanya tidak berhasil seratus persen, dalam arti tidak mengubah susunan kata/paragraf, jumlah kata, bahkan karakter. Selalu saja ada yang berubah, apakah susunannya, atau karakternya yang tidak lagi berbentuk seperti dalam file yang asli. Konversi yang ‘berhasil’ pun memerlukan pengaturan tambahan, sehingga cukup menghabiskan waktu dan energi bagi penerjemah.

Timbangan Neraca Kuning Latar Putih Seimbang-Adil (Ilustrasi Harga)
Timbangan Neraca Kuning Latar Putih Seimbang-Adil (Ilustrasi Harga)

Belum lagi naskah sumber terjemahan yang tidak standar, seperti spasi, jenis font, yang bervariasi antara satu naskah dengan naskah lainnya. Perbedaan yang sangat variatif ini juga menyebabkan sukarnya menetapkan harga berdasarkan naskah sumber (bahasa Arab).

Cara Menghitung Tarif Jasa Penerjemah Bahasa Arab Adalah Berdasarkan Kata

Oleh sebab itu, menetapkan perhitungan berdasarkan kata/naskah sasaran menjadi pilihan yang paling masuk akal dalam jasa terjemahan Arab. Apalagi, setelah dibandingkan, naskah sasaran dalam bahasa Indonesia seringkali lebih banyak daripada naskah asli sekitar 20-30 persen. Hal ini terjadi salah satunya karena karakteristik penulisan dalam bahasa Indonesia yang menerjemahkan bunyi vokal menjadi huruf, di samping struktur morfologi kata bahasa Indonesia yang menambahkan imbuhan dalam membentuk kata turunan.

Penghitungan terjemahan Arab dengan cara seperti ini juga lebih adil bagi penerjemah. Sebab, dia dibayarkan berdasarkan setiap keringat yang ia hasilkan dari menekan tut komputer/keyboard. Namun, mana kala ini menjadi pilihan, pertanyaan berikutnya adalah apakah konsumen (end-user) tidak dirugikan? Dirugikan? Bagaimana caranya? Silakan ikuti kelanjutan dari tulisan ini.

Tinggalkan komentar