Hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 Resmi dari KPU Putaran 1

Parodi Itu Akhirnya Berakhir Juga – Pilkada DKI Jakarta 19 April 2017

Subhaanallaah walhamdu Lillaah, Astaghfirullaahal ‘Azhiim wa Atuubu Ilaih

Syukur alhamdulillah, hasil perhitungan cepat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada tanggal 19 April 2017 kemarin sudah keluar. Hasil pemungutan suara untuk Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021 memang belum resmi keluar dari Komisi Pemilihan Umum. Namun, bisa dipastikan hasilnya tidak jauh meleset dari hasil quick count.

Akhirnya parodi itu berakhir juga. Selama ini di lini masa Facebook pribadi, selalu saja ramai soal Pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Semenjak Pilpres 2014 yang lalu, semenjak itu pula suasana panas soal Gubernur Jakarta dimulai. Suasana panas itu jelas sekali terlihat di media sosial Facebook. Lebih-lebih lagi di Twitter.

Serunya, 500 lebih teman di Facebook itu berbeda suara mengenai siapa jagoan mereka. Tidak hanya mereka yang tinggal di Jakarta, tapi mereka yang jauh dari Ibu Kota juga ikut bersuara. Sebagai teman yang tidak ingin terkontaminasi akibat dunia politik ini, tentu pilihannya adalah berdiri di tengah dan memilih berdiam diri. Termasuk tidak berkomentar, membagikan, atau mengirim reaksi ‘suka’.

Belajar Banyak Dari Pilpres 2014

Pemilihan Presiden 2014 yang lalu benar-benar banyak memberi pelajaran yang berharga. Khususnya dalam hal pemberitaan dan informasi yang beredar. Sejak Pilpres 2014, akhirnya sadar kalau peran media sosial itu sangat krusial sekali. Lebih-lebih dalam membangun opini yang tersebar di masyarakat.

Begitu Presiden RI ke-7 terpilih secara sah diangkat, saat itu pula parodi panggung politik Pilkada DKI 2017 dimulai. Sebelumnya Presiden RI ke-7 adalah Gubernur terpilih DKI Jakarta yang sebelumnya juga adalah seorang Wali kota Solo dan pengusaha perabotan. Begitu Beliau diangkat menjadi Gubernur, sang Wakil Gubernur mulai menggantikan posisi beliau. Dari sini cerita ala sinetron mulai dipertontonkan kepada rakyat Indonesia.

Foto Selfie Anies Baswedan, Ahok atau Basuki Tjahaja P., Sandiaga S. Uno, Sylviana M., Djarot Saiful H, Agus H. Yudhoyono
Foto Selfie Anies Baswedan, Ahok atau Basuki Tjahaja P., Sandiaga S. Uno, Sylviana M., Djarot Saiful H, Agus H. Yudhoyono (Kiri ke kanan) Dari Facebook Sandiaga Uno.

Kegilaan Media Sosial Facebook

Bagi masyarakat kelas menengah media elektronik televisi mungkin sudah mulai terabaikan. Umumnya mereka sudah bebas mengakses dunia maya. Facebook adalah salah satu situs paling sering dikunjungi warga planet ini setelah mesin pencarian Google. Mau tidak mau, arus informasi mulai bercabang dan berpindah. Awalnya orang tidak punya pilihan berita apa yang bisa dibaca. Kini dengan kecanggihan teknologi kita bisa menentukan berita apa yang ingin dibaca di pagi hari.

Gilanya penyebaran arus informasi ke Facebook baru disadari setelah Pilpres 2014. Kini setiap orang bebas bersuara dan berpendapat di media sosial. Hanya bermodalkan ponsel pintar dan gambar plus video, jadilah status yang dibuat bisa menjadi viral. Setiap orang bisa melakukan itu. Lebih parahnya, setiap orang bisa memiliki satu akun lebih untuk satu media sosial.

Fasilitas "Laporkan Kiriman" di Facebook
Fasilitas “Laporkan Kiriman” di Facebook

Menyaring Berita Bukan Berarti Memutuskan Pertemanan

Satu tahun menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 ini, fenomena viral abal-abal ini sudah mulai disadari. Facebook cepat tanggapk dalam memperbarui fasilitas media sosial mereka. Setidaknya ada satu fitur yang bermanfaat sekali dalam meminimalir penyebaran berita palsu atau spam di Facebook. Setidaknya berita itu tidak lagi muncul di lini masa sendiri.

Bacaan Lain: Ridwan Kamil dan Ahok Ternyata Bisa Galau Juga

Tidak sedikit yang ikut-ikutan membagikan berita tanpa memeriksa ulang kebenaran berita yang dibagikan itu. Sehingga di lini masa pribadi, beritanya yang diblokir bukan pertemanannya. Sayang sekali jika pertemanan yang sudah lama dibangun, hancur berantakan lantaran mainan para dewa-dewa. Memang tidak sedikit ada yang memilih memblokir bahkan memutuskan pertemanan lantaran hanya soal beda siapa jagoan mereka. Sayang sekali jika harus memutuskan tali silaturrahmi ala dunia maya ini.

Kemana Sang Putra Mahkota?

Ada yang menarik saat putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Awalnya ada 3 pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017. Satu pasang calon cagub dan wagub telah gugur di putaran pertama. Tidak ada terdengar lagi kabar ‘sang putra mahkota’.

Awalnya pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. atau disingkat AHY memunculkan wow effect. Efek kaget muncul di tengah-tengah masyarakat lantaran sebelumnya nama salah satu putra Presiden RI-6 ini sama sekali tidak populer. Pada putaran pertama pasangan AHY dan Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H.,M.Si. hanya meraih suara 17,06%. Begitu usai putaran pertama tidak terdengar lagi kabarnya.

Pertemuan yang konstruktif antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 9 Maret 2017.

Dikirim oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Maret 2017

Menariknya lagi, pada saat proses putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, sang ayah, Bapak SBY sempat membuat status di Facebook. Isinya boleh dibilang cukup jelas menggambarkan suasana panas pada saat itu. Namun menjelang putaran kedua Pilkada DKI 2017, Beliau tidak memunculkan status di halaman Facebook resminya.

Pilkada DKI Jakarta 2017 Telah Usai, Lalu Parodi Apa Lagi?

Kalau melihat seliweran kabar di media sosial Facebook, arah ujian ini akan memasuki babak parodi baru. Apa lagi kalau bukan soal Pilpres 2019. Sebelum Pilkada DKI Jakarta 2017 ini akan berakhir, sudah ada partai politik yang colong start. Hal ini sangat kental sekali dirasakan bagi warga Ibu Kota.

Namun setidaknya, hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 ini sudah mendinginkan suasana yang membara. Sehingga para penonton parodi tinggal memilih untuk terus beranjak atau diam terus tanpa move on.

Allahu Akbar

2 thoughts on “Parodi Itu Akhirnya Berakhir Juga – Pilkada DKI Jakarta 19 April 2017

  1. wah beenr tu, sekarang beranda facebook lebih bersih dari seblum pilgub kemarin, para bot udah pergi keknya,, fansboy juga uda pada lelah hahah

Leave a Comment