Agak kurang enak juga sih cerita beginian. Dari tahun 2007  sudah menjadi penerjemah bahasa Inggris dan Indonesia. Walau sudah tujuh tahun, tapi periode itu bisa  dibilang muda dalam jam terbang. Awal mula jadi penerjemah Inggris Indonesia saat masih mahasiswa bahasa Inggris. Kebetulan ada teman satu kos minta  tolong menerjemahkan. Pasangan bahasa yang dimintai tolong diterjemahkan adalah bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Waktu itu belum sadar kalau kemampuan bahasa Inggris masih pas-pasan. Akhirnya tetap saja materi itu diterjemahkan. Soalnya materi yang diterjemahkan masih seputar kebutuhan mahasiswa. Contoh materi yang diterjemahkan itu seperti jurnal, abstrak, materi presentasi, tugas kampus, dsb.

Memang kebetulan teman kos strata dua itu diajar oleh profesor dari luar negeri. Kebanyakan materi pengantar kuliahnya adalah bahasa Inggris. Lah si profesor itu sendiri orang Jepang. Kalau mengingat masa-masa ini, jadi ingat cerita lucu soal plesetan bahasa Inggris versi Jepang.

Lalu ada yang minta tolong menerjemahkan satu buah disertasi. Sebuah disertasi soal kedokteran hewan bahasa Inggris yang ingin diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Disertasi itu tebalnya lebih dari 500 standar A4. Inilah proyek penerjemahan besar pertama kali dikerjakan. Waktu itu pekerjaannya hampir tiga bulan lebih. Benar-benar manual proses penerjemahannya. Masih menggunakan Microsoft Word.

2009

Proyek besar pertama kali itu sulit dilupakan. Benar-benar berkesan sekali sebagai tonggak awal mula jadi seorang penerjemah bahasa. Setelah diwisuda dari Sastra Inggris, sempat juga idealis keukuh ingin kerja sendiri. Ingin kerja jadi seorang penerjemah freelance.

Sempat satu bulan menawarkan jasa terjemahan melalui online. Bahkan nama agensi penerjemah yang pertama kali itu masih diingat sampai saat ini. Saat itu benar-benar nekad dengan kemampuan terjemahan Indonesia ke Inggris yang pas-pasan. Hal ini baru disadari beberapa tahun belakangan ini.

Pantai Kuta Bali Pasir Putih Tenda dan kursi Merah Menghadap Laut Biru Kapal Siang Hari Horizon

Pantai Kuta Bali Pasir Putih Tenda dan kursi Merah Menghadap Laut Biru Kapal Siang Hari Horizon

Sempat jualan jasa terjemahan sudah mulai berjalan. Sebagai mahasiswa fresh graduate saat itu, mengirim lowongan kerja kemana saja juga dilakukan. Akhirnya diterima kerja di perbankan syariah. Dari kota Denpasar-Bali, pindah ke kota Jakarta, tepatnya kota Bekasi. Daerah perbatasan antara Bekasi dan Jakarta, Jl. Kalimalang-Bekasi Timur.

2010

Walau masih kerja diperbankan, kadang pulang kerja dari bank masih tetap mengerjakan terjemahan. Ada beberapa teman waktu masih di Bali, minta tolong menerjemahkan beberapa materi akademis. Pekerjaan ini dilakukan malam hari.

Orang Kerja di Bank Teler atau Kasir Mandiri Syariah Laki-Laki-Wanita Berdiri Kas

Orang Kerja di Bank Teler atau Kasir Mandiri Syariah Laki-Laki-Wanita Berdiri Kas via tribunnews.com

Tidak lama memilih kerja di kantoran. Awalnya hanya berniat bekerja satu tahun saja menyelesaikan kontrak terikat. Ternyata kebablasan sampai 17-19 bulan kerja di bank. Keenakannya tidak terasa. Walau kerja di bank, tapi belajar materi bahasa Inggris soal perbankan tetap dipelajari. Curi-curi waktu baca-baca versi bahasa Inggris dokumen perbankan. Kalau tidak salah lahir blogspot terima terjemahan bahasa menjelang akhir kerja.

Selesai kerja dari bank, kembali rasa ingin jadi freelance online translator muncul lagi. Mulailah dirintis lagi kegiatan terjemahan secara online dan full-time. Waktu itu ada juga keisengan ingin kerja di kantor. Saat itu ada syaratnya. Kalau setelah diwisuda itu bersedia kerja dimana saja atau bagian apa saja, kali ini beda. Kali ini harus diterima sebagai kerja sebagai penerjemah bahasa. Sesuai kapasitas kemampuan diri. Berani begitu karena bisa dikatakan tinggal di kota besar Jakarta.

Kota Jakarta Malam Hari Gedung BNI46 Lampu Kuning Jalan Raya dari Atas Langut Malam Terang

Kota Jakarta Malam Hari Gedung BNI46 Lampu Kuning Jalan Raya dari Atas Langut Malam Terang

Dapat juga kantor yang membuka lowongan kerja penerjemah bahasa Inggris dan Indonesia. Kantornya kecil, hanya satu ruangan 4 x 4 meter. Karyawan hanya 4 orang, termasuk si bos. Ternyata kerja di kantor hanya betah tiga bulan. Sesuai masa uji coba. Tidak ingin memilih memperpanjang kontrak kerja, akhirnya kembali lagi jadi penerjemah lepas daring.

2012

Setelah mondar-mandir Bekasi-Jakarta, tahun 2012 pindah ke Bandung. Dari sini dimulai lagi jualan jasa terjemahan Inggris ke Indonesia. Hingga saat ini, pekerjaan terjemahan pasangan bahasa Inggris ke Indonesia lebih disukai. Wajar saja karena bahasa Indonesia adalah bahasa ibu. Bukan berarti tidak menerima terjemahan Indonesia ke Inggris, tapi dilihat dulu materinya. Jika tidak mampu dikerjakan, pekerjaan penerjemahan tidak akan diterima.

Ilustrasi dunia Freelance (gambar:speckyboy.com)

Ilustrasi dunia Freelance (gambar:speckyboy.com)

Waktu di Bekasi-Jakarta cukup sering ikut kegiatan Himpunan Penerjemah Indonesia. Dari sana banyak belajar dari mereka yang sudah malang-melintang di dunia penerjemah bahasa. Lebih tepatnya industri jasa terjemahan bahasa. Dari sana pula sadar. Ternyata kemampuan penerjemahan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris belum ada apa-apanya.

Nah sejak di kota Bandung berhawa sejuk ini, mulai belajar bahasa Inggris lagi. Belajar bahasa Inggris perlahan-lahan secara autodidak. Hal ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dalam terjemahan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Tidak ketinggalan juga belajar bahasa Indonesia kembali.

Rasanya Jadi Penerjemah Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Selama 7 Tahun?

Rasanya belum ada apa-apanya. Rasanya biasa saja. Memang sudah aneka macam materi terjemahan yang sudah dikerjakan dan diselesaikan. Namun dari ini sadar, ternyata di dunia ini banyak sekali spesifik bidang keilmuan. Tidak hanya soal materi terjemahan lingkungan saja, ada juga kedokteran manusia dan hewan. Ada juga soal materi terjemahan dokumen hukum. Ada juga materi terjemahan bidang jualan, petunjuk penggunaan alat, teknis dsb. Tidak hanya sebatas materi terjemahan dunia kampus juga, ada juga materi curahan hati. Curahan hati (curhat) pakai tulisan tangan. Bahkan jampi-jampi dunia perdukunan ada juga loh.

Kucing Sedang Membaca Buku

Kucing Sedang Membaca Buku

Semua bidang itu punya gaya bahasa yang berbeda-beda. Belum lagi pasangan bahasa yang akan diterjemahkan. Misal menerjemah materi serius seperti terjemahan dokumen hukum atau politik. Maka gaya bahasa spesies itu memiliki gaya bahasa tersendiri. Mirip seperti orang gerak jalan, yang setiap langkahnya harus seirama, tegas, dan kaku. Beda kalau waktu menerjemahkan cerita bebas. Wah kalau bahasa terjemahannya kaku, bisa kacau dunia.

Freelancer for Hire atau Siap Disewakan (fairworldmarketplace)

Freelancer for Hire atau Siap Disewakan (fairworldmarketplace)

Begitulah kurang lebih cerita jadi penerjemah bahasa Inggris dan Indonesia. Selama ini lebih banyak materi dokumen yang diterjemahkan. Sehingga ada aturan tak tertulis untuk diri pribadi ini. Dilarang keras menyebutkan materi yang sedang diterjemahkan ke publik. Termasuk membuat status ke media sosial pribadi, misalnya ke dinding Facebook.

Kalau pun ingin curhat soal materi yang diterjemahkan, paling hanya menyebutkan tata bahasa. Kalau tata bahasa sumber bahasa Indonesianya agak berantakan, biasanya buat status tuh. Proses terjemahan Indonesia ke Inggris kurang lancar jika bahasa Indonesianya perlu dipahami dulu.

2017

Itu dulu sekitar 3 tahun yang lalu. Sekarang sudah mulai bisa tahan diri dan memperbaiki diri. Termasuk menulis soal dunia terjemahan di blog dan lapak penerjemah Inggris Indonesia ini. Harus bisa tahan diri menyebut klien dan materi yang diterjemahkan. Tidak heran kalau kategori tulisan di blog ini lebih banyak kategori dunia bloger.

Gambaran Jasa Penerjemah Freelance atau Freelance Translator (relatably.com)

Gambaran Jasa Penerjemah Freelance atau Freelance Translator (relatably.com)

Andai menulis kategori dunia bahasa atau terjemahan, paling hanya menulis dunia bahasa Inggris. Biasanya materi yang ditulis sebagai pengingat diri untuk belajar ulang. Bisa juga menulis iseng suka-suka soal dunia terjemahan. Tak perlu terlalu serius. Tingkat ketertarikan pembacanya juga tidak begitu tinggi. Beda kalau sudah materi belajar bahasa Inggris.

Termasuk menulis cerita jadi penerjemah Indonesia Inggris tujuh tahun ini. Mesti pikir panjang juga menulis. Harus bisa tahan diri tidak mempublikasi materi yang sudah pernah diterjemahkan. Walau sih tidak ada salahnya juga menyebutkannya.

Ngomong-ngomgong, selama tujuh tahun jadi penerjemah bahasa, sangat jarang sekali menerima terjemahan materi fiksi. Wajar saja, terjemahan fiksi seperti novel atau cerita bebas, trik terjemahannya berbeda. Penerjemahannya berbeda dengan terjemahan lembaran-lembaran dokumen. Teori terjemahannya juga berbeda. Termasuk waktu proses pekerjaannya dan biayanya. #eh. Bukan tidak ada terjemahan materi fiksi tapi memang belum dapat pekerjaannya saja. Toh ini semua hanya soal ikhtiar menjemput rezeki.