Suatu waktu pernah merasa bosan. Merasa bosan kalau ‘tongkrongannya’ itu-itu saja. Walau sebenarnya juga sudah main ke grup Facebook (FB) bule yang pakai bahasa Inggris. Tapi masih bosan juga.

Akhirnya iseng mencari informasi teman-teman satu hobi. Cari komunitas bloger yang ada di kota Bandung. Awal mula cari informasi dari dukun Google. Hasil pencarian si dukun menampilkan beberapa pencarian. Ada juga ternyata komunitas bloger Bandung.

Sebenarnya hasil pencarian si dukun kurang memuaskan. Akhirnya coba cari-cari ke grup Facebook. Fasilitas pencarian Facebook itu sebenarnya kurang nyaman. Kadang hasil pencariannya agak ngaco sedikit. Setelah beberapa kali di cari pakai kata kunci pencarian yang berbeda akhirnya ketemu beberapa grup bloger Bandung di Facebook. Setelah pusing-pusing sebentar, ketemu juga grup unik ini.

Blogger BDG Bandung Kece

Paling gampang mengingatnya ada kata si ‘Kece’ ini. Memang dari beberapa grup di Facebook, ada grup yang rada-rada meragukan. Ada grup yang dibuat ditampilkan secara terbuka, lalu isinya agak ngawur. Berhubung karena ini, sekarang tidak sembarangan juga mengajukan permintaan masuk ke grup Facebook baru.

Setelah disaring lagi beberapa grup bloger Bandung, akhirnya ketemu grup Facebook bloger Bandung’. Seingat dulu, sepertinya kurang dari 5 hari untuk disetujui grup facebook Blogger BDG.

Grup Facebook Blogger BDG atau Bloger Bandung

Grup Facebook Blogger BDG atau Bloger Bandung

Agak kesal juga saat diterima masuk grup Facebook Blogger BDG. Ternyata di grup ini yang bisa mengirim pos atau tulisan hanya pengurus saja. Anggota biasa tidak bisa. Baru kali ini masuk grup yang beginian.

Lalu setelah melihat diskusi yang sudah berjalan, ternyata grup Facebook ini cukup keren. Sekitar seminggu nongkrongin grup ini akhirnya ada juga bahasan yang dikirim pengurus. Ternyata bahasannya seputar ulasan alias review.

Dalam hati sih keren juga nih grup. Hanya lantaran tidak punya kamera, beberapa penawaran atau undangan untuk mengulas sesuatu tidak bisa diikuti. Ada informasi makan-makan gratis tidak bisa ikut, tak punya kamera bagus. Cukup keren grup ini. Walau sedikit pos, tapi sekali ada pos, lumayan bermanfaat. Istilah kerennya bisa jadi Food Blogger. Makan di warung gratis, bayarnya pakai tulis ‘laporan’ di blog. Tidak hanya soal makan, tapi ada tema lain. Ada undangan acara juga yang bisa diulas. Ada juga buku, kalau tidak salah.

Antara Dunia Nyata Bloger dan Dunia Maya Bloger

Salah satu alasan jenuh itu adalah capek di dunia maya. Kenapa tidak sekali-kali bermain di dunia nyata? Dunia nyata itu lebih baik dibandingkan dunia maya. Dunia maya itu dinamikanya cukup cepat sekali. Bahkan pembahasan yang panjang lebar dibahas di dunia maya, bisa selesai dengan bertemu langsung dan berdiskusi. Seperti bahasan ‘konyol’ yang satu ini.

Blog dan lapak jasa terjemahan Inggris Indonesia ini juga sebenarnya menggabungkan dua hal itu. Lapak penerjemah bahasa Inggris Indonesia adalah lapak digital yang menawarkan jasa kepada dunia nyata. Lalu beberapa tulisan dalam blog ini hadir ‘hanya untuk memenuhi’ kebutuhan dunia nyata.

Lalu Kenapa Tulisan Tentang Grup Facebook Bloger Bandung Ini Dibuat?

Agak lucu juga sih kalau ada yang kepo sampai baris tulisan ini. Tingkat pencarian tulisan ini tidak terlalu tinggi. Hanya pembaca yang tertarik saja yang melirik tulisan ini.

Jadi, tadi malam di grup Facebook Blogger BDG kece itu, ada undangan yang lain. Ternyata… undangannya soal nonton film. Nonton film gratis, dan seperti biasanya syaratnya cukup menuliskan ulasannya di blog. Tanpa pikir panjang ‘barang bukti’ alias soal kamera digital, langsung daftar.

Seperti biasa, peserta yang bisa mengikuti acara beginian itu, siapa yang cepat dia yang dapat. Cepet-cepatan. Jreng-jreng… #lebai, akhirnya terdaftar jadi peserta nomor urut tujuh. Peserta terakhir. Hanya beda 1-2 menit sebelum pendaftarannya ditutup.

Alasan membuat tulisan ini karena pagi ini akan nobar (nonton bareng) di bioskop Trans Studio Mall XXI Bandung. Film yang ditonton judulnya film Iqro. Entah film apaan itu, yang jelas dari judulnya saja bukan film hantu-hantuan. Minimal film nuansa islami.

Baiklah sudah jam 7 pagi, saat bersiap berangkat nonton pelem gratisan yang dimulai jam 09:30 WIB. Rencana sih jalan kaki saja ke sana. Semoga satu jam cukup waktunya. Toh kata Google, jaraknya sekitar 4,4 km. Lalu setelah itu baru mendongeng soal film gretongan yang baru ditonton.