Kenapa Cinta Sekali Dengan Transaksi Paypal?

Waktu menulis ini, sedang berlangsung proses awal transaksi salah satu dambaan tema WordPress yang diharapkan bisa digunakan di lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini. Sambil menunggu ‘berbalas pantun’ maka dibuatlah tulisan uneg-uneg ini. Lagi pula ini juga sambungan proses dalam tulisan sebelumnya.

Ada banyak alasan kenapa orang memilih layanan transaksi perbankan tertentu. Ada yang bilang kalau bank ini memiliki layanan netbanking yang aman, ada yang bilang kalau bank ini memiliki atm yang banyak, ada yang memilih kalau bank ini tidak ada banyak antrian, ada yang memilih lantaran bank ini menggunakan prinsip syariah, dsb.

Semakin banyak orang menyimpan bank uang di bank tertentu, tentu bank itu akan tumbuh semakin ‘besar.’ Itulah kenapa isu terhangat bulan pertengahan November 2016 soal rush money (terjemahan Inggris Indonesia bebasnya: ‘uang bisa lari’) sangat diperhatikan sekali oleh pemerintah. Saat orang tiba-tiba menarik uang mereka dari bank dalam skala besar, saat itu pula bank itu akan goyang. Efek sialnya, bisa lari ke perekonomian negara.

Ilustrasi Uang Koin 5,10,50 Sen Duit Recehan Warna Kuning

Ilustrasi Uang Koin 5,10,50 Sen Duit Recehan Warna Kuning

Nah kembali ke Paypal. Paypal sendiri boleh dikatakan sebagai bank maya internasional terbesar. Dengan Paypal, transaksi antar benua dan bena negara dalam sekejap bisa dilakukan. Hanya hitungan detik, uang digital ini bisa langsung berpindah.

Transaksi Dalam Negeri Masih Menggunakan Paypal?

Jujur saja, kadang benci melihat transaksi dalam negeri yang masih menggunakan Paypal. Padahal itu masih dalam lingkup dalam negeri, kecuali orangnya memang tidak ada di Indonesia. Memang ada untungnya menggunakan transaksi Paypal di dalam negeri. Salah satu alasannya mengambil keuntungan selisih kurs dolar amerika (USD) dan rupiah Indonesia (IDR). Selain itu agar saldo di Paypal bisa dipakai lagi tanpa harus mencari mencari saldo lagi.

Jika memang tidak memiliki rekening bank Indonesia, wajar saja ‘wajib’ menggunakan transaksi Paypal. Masalahnya, jika punya rekening bank di Indonesia, kenapa masih menggunakan Paypal? Padahal untuk menggunakan Paypal, salah satu syaratnya adalah memiliki rekening bank yang memfasilitas transaksi Paypal.

Bukti Cinta Indonesia Dibuktikan Dengan Cinta Rupiah

Pernah dengar slogan “Cinta Rupiah”? Biasanya Bank Indonesia (BI) yang suka memberikan pengarahan (edukasi) agar masyarakat mencintai mata uang negerinya sendiri. Bukan mata uang negeri orang.

Begitu juga dengan penggunaan Paypal. Jika sering sekali menggunakan Paypal, itu artinya melupakan  mata uang Indonesian Rupiah (IDR) atau Rupiah. Padahal semakin banyak yang menggunakan mata uang suatu negara tertentu, secara tidak langsung itu mendukung negara tersebut menguasai ekonomi negara tersebut. Tidak heran memang kalau Amerika hampir menguasai perekonomian dunia dengan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) milik mereka.

Terlepas pada saat itu hanya bisa mendukung transaksi Paypal, jangan menutup saluran transaksi dengan mata uang negeri sendiri. Kecuali tinggalnya di luar negeri atau di pedalaman sehingga tidak memiliki salah satu rekening bank Indonesia, tapi bagaimana mungkin sinyal internet bisa sampai di pedalaman. Cukuplah kakek-nenek buyut dan moyang dulu sudah puas dijajah Belanda selama 350 tahun lebih. Secara fisik Indonesia memang sudah merdeka, tapi perekonomian jangan mau dijajah.

2 Comments

  1. Kado 29 November 2016 19:53
  2. Magetan 21 November 2016 18:29

Leave a Reply