Genderang Perang Mulai Ditabuh Kepada Pemblokir Iklan (Ad Block)?

Salah satu alasan kenapa lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini menggunakan tema WordPress Ad-Sense Mythemeshop adalah Ad Block. Ad Block adalah istilah bahasa Inggris. Kata “Ad” adalah singkatan dari kata “Ads” atau “Advertisement”. Jadi Ad Block bisa lebih tepat diterjemahkan sebagai “Blokir Iklan”, namun sebenarnya lebih enak menggunakan “Pemblokir Iklan.” Wikipedia sendiri menggunakan istilah Pemblokiran Iklan karena mengambil dari istilah Ad blocking.

Awalnya sempat menggunakan MoneyFlow selama hampir dua minggu lebih. Namun setelah tingkat keterbacaan setiap pengunjungnya sama saja, akhirnya tanpa pakai cerita tema WordPress Ad-Sense ini.

AdBlock, AdBlock Plus, Adguard AdBlocker, uBlock Origin dsb.

Apa pun itu namanya pada intinya semuanya itu adalah tukang blokir iklan yang akan muncul di berbagai penjelajah internet. Bagi mereka yang mencari ‘makan’ dari menulis di blog sembari memasang iklan (yang benar) di blog kesayangannya, tentu iklan sangat diharapkan menjadi sumber pemasukan.

Pemberitahuan Matikan Pemblokir Iklan di Tarjiem.com

Pemberitahuan Matikan Pemblokir Iklan di Tarjiem.com

Hanya saja memang, kadang ada juga yang tidak suka dengan kemunculan iklan. Selain kadang iklannya ngaco, iklan juga kadang membuat cepat habis kuota internet. Iklan juga bisa membuat akses masuk ke sebuah situs menjadi agak sedikit… lambat. Itulah kenapa banyak yang memasang nama-nama di atas itu. Belum lagi kadang beberapa situs, ada yang sembarangan dan nakal dalam memasang iklan yang aneh-aneh.

Masalahnya, para bloger atau para pemilik situs juga tidak bisa tinggal diam. Lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini hanya berhasil menayangkan 35% iklan yang terpasang. 65% sisanya terblokir dengan tukang blokir iklan ini. Dari 35% ini hanya sedikit sekali konversi yang didapatkan atau hanya sedikit sekali yang bisa memberikan pemasukan kepada lapak terjemahan ini. Angka 35% ini boleh dibilang rata-rata tayangan iklan yang berhasil muncul di blog para bloger.

Adblock Killer dan Anti-Adblock Killer

Lebih gilanya lagi, jika ada alat pemblokir iklan para blogger pun mencari alat pembunuh pemblokir iklan (adblock killer). Sayangnya, dasar dunia kadang memang gila, alat anti pembunuh pemblokir iklan pun akhirnya diciptakan. Artinya, jika di dunia ini ada polisi, maka diciptakanlah maling yang anti tertangkap oleh polisi dan polisi pun tidak tinggal diam. Polisi akhirnya menciptakan kesatuan yang bisa menangkap maling yang tidak bisa tertangkap polisi biasa. Persis seperti main kucing-kucingan.

Kombinasi Cantik Menangani Ad Block

Pemikiran ini sudah ada sejak lama. Maklumlah urusan agar iklan bisa tampil di depan pengunjung ini benar-benar urusan perut. Akhirnya beberapa minggu/bulan lalu Mythemeshop memunculkan salah satu varian tema WordPress bernama Ad-Sense.

Forbes.com Melarang Penggunaan Ad Block

Forbes.com Melarang Penggunaan Ad Block

Sesuai prediksi, tema Ad-Sense ini laku bak kacang goreng di kalangan bloger bule. Wajar saja karena Ad-Sense memiliki penutup tulisan yang unik. Jadi jika pengunjung menggunakan pemblokir iklan, maka ada 4 pilihan pengaturan penutup tulisan/blog. Boleh dibilang pilihan pengaturannya cukup lengkap, walau pilihan pengaturan yang terakhir harus dilakukan secara manual.

Bermain Cantik Dengan Ad Block

Mungkin, mulai tulisan ini atau hari ini, beberapa tulisan akan mulai ditutup oleh penutup iklan (anti ad block). Tentu tidak semuanya, kalau semuanya bisa lari pengunjung lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ke tetangga sebelah. Hanya tulisan-tulisan tertentu saja yang akan ditutupi secara manual dengan shortcode. Sudah dimulai dari tulisan yang muncul tadi siang.

Beberapa tulisan yang kira-kira tidak menimbulkan bounce rate tinggi akan ditutupi secara manual. Tidak seluruhnya. Jika menggunakan metode penutupan seluruhnya tentu akan harus siap-siap kehilangan 65% pengunjung. Bisa tekor nih lapak penerjemah bahasa ini, tidak balik modal untuk sewa mesin VPS.

Video di Megpolitan.kompas.com juga Melarang Penggunaan Ad Block

Video di Megpolitan.kompas.com juga Melarang Penggunaan Ad Block

Forbes dan Megapolitan.Kompas

Alasan kenapa tulisan ini dibuat lantaran baru saja melihat kalau bagian video terakhir di halaman megapolitan.kompas.com juga ‘menabuh genderang’ kepada plugin anti konten iklan. Bagian video terakhir di koran media massa ini juga tidak mengizinkan pemblokir iklan diaktifkan.

Jika penjelajah internet (browser) anda mengaktifkan pemblokir iklan atau menggunakan UC Browser, coba kunjungi halaman forbes.com. Dijamin sebelum mematikan pemblokir iklan, maka tidak bisa memasuki situs terkenal ini.

Menariknya, saat para pengunjung sudah memahami pemberitahuan untuk mematikan pemblokir iklan maka saat itu pemblokir iklan berhasil dikalahkan. Masalahnya apakah mungkin? Lantaran bagian ini benar-benar membutuhkan strategi ‘perang’ di kedua kubu. Antara mereka yang membenci iklan dengan mereka yang ingin agar iklan agar tetap muncul.

Ngomong-ngomong, si penerjemah Inggris Indonesia ini juga mengaktifkan pemblokir iklan. Ironis memang.

Leave a Reply