Kenali Dua Macam Bahasa di Dunia Maya

Dua hari lagi Sumpah Pemuda tahun 2016. Anggap saja ini adalah tulisan dalam rangka merayakan Sumpah Pemuda. Dari seseorang ‘penjual bahasa’, jasa penerjemah Inggris Indonesia.

Dunia maya lebih populer dikenal sebagai dunia internet. Dalam konteks teknologi informatika yang lebih luas, dunia maya mencangkup dalam dunia ponsel pintar atau gawai (tablet). Saat ini internet sudah hampir merajai dalam dunia ponsel pintar. Jika dulu dunia maya terkesan di dalam komputer besar (Personal Computer) kini dunia maya benar-benar ada di dalam genggaman.

Tidak hanya itu saja. Sebelum era ponsel pintar (android) menguasai pasar, para penggunanya pun juga bertambah luas. Jika dulu yang mengakses internet cukup terbatas, kini semua umur bisa mengakses internet. Asalkan bisa terhubung ke jaringan dunia internet. Artinya, mereka yang memasuki dunia maya sekarang bisa dari kalangan bocah kecil hingga nenek-kakek yang tua-renta.

Dua Versi Jenis Bahasa Indonesia di Dunia Maya

Dalam pelajaran sekolah dasar dulu, ada dua jenis bahasa yang dipakai, informal dan formal. Bahasa santai atau informal dipakai dalam situasi yang santai (informal) dan saat situasi yang serius maka bahasa resmi (formal) yang sebaiknya digunakan.

Bahasa Indonesia sendiri termasuk bahasa resmi. Dengan gugusan kepulauan nusantara, bahasa daerah bisa dianggap bahasa informal. Nah pertanyaannya, bahasa apa yang dipakai di dalam dunia maya?

Secara umum bahasa yang dipakai di dalam dunia maya adalah Bahasa Indonesia. Hanya saja, akan ada muncul variasi Bahasa Indonesia yang dipakai. Lantaran jika benar-benar menggunakan Bahasa Indonesia 100% maka komunikasi bisa terkesan kaku. Padahal di dunia maya, diharapkan komunikasi bisa lebih cenderung longgar.

Gambar Sumpah Pemuda dalam Terjemahan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Gambar Sumpah Pemuda Terjemahan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Versi Pertama: Bahasa Indonesia Standar dengan Kadar 75%

Pernah dengan kata “Agan Sis, Gan Sis, MasBro, Bro, Ane, Ente”? Di sanalah 25% sisa kadar Bahasa Indonesia yang tidak terpakai. Penggunaan kata panggil “Anda, Kamu, Saudara, Bapak, Ibu,” dalam komunikasi sehari-hari bisa membuat jarak komunikasi. Padahal dalam dunia maya, jaraknya memang sudah jauh. Hanya dekat di dalam layar sentuh ponsel pintar. :D

Sebab itu, banyak yang memakai contoh panggilan kata di atas, agar komunikasi bisa lebih dekat. Jika menggunakan kata “Anda dan Kamu” maka jaraknya bisa semakin menjauh. Selain itu, pernah mendengar juga dalam teori psikologi, banyaknya penggunaan kata “Saya, Aku, Anda” bisa menandakan tingkat keegoisan seseorang yang cukup tinggi.

Penggunaan Bahasa Indonesia kadar 75% ini yakni menggunakan kaidah bahasa yang sudah ada. Seperti menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar. Tidak merusak bahasa Indonesia dengan bahasa-bahasa singkatan.

Versi Kedua: Bahasa Indonesia ala Bahasa 4l4y

Bagi mereka yang mencintai Bahasa Indonesia 100%, bahasa 4l4y b15a m3nj4d1 b4h45a 74n9 12113311c1. Umumnya, jenis-jenis bahasa populer sementara ini adalah bahasa anak muda. Hampir setiap putaran zaman akan muncul bahasa populer seperti ini. Termasuk di zaman penulis sendiri.

Penggunaan bahasa anak muda ini dipakai agar rasa senasib sepenanggungan bisa dirasakan di kalangan anak berusia labil. Anak muda lebih suka menggunakan bahasa Indonesia s33n4kny4, lantaran bisa belum terbiasa dengan menggunakan bahasa tulisan dalam Bahasa Indonesia. Penulis juga sempat merasakan hal ini.

Sarang dimana bahasa anak 1111ud4 tersebar dan banyak dipakai, bisa dilihat di salah satu forum k45**5. Di sana sampel bahan bahasa 9411 515 jang menjebalkeun banyak tersebar dan dipraktikkan. Satu hal sisi positif bahasa alai, bahasa ini cocok dipakai jika ingin membuat kata sandi (password).

Bendera Indonesia Merah Putih oleh Anak-Anak Terjun ke Air Sungai

Bendera Indonesia Merah Putih oleh Anak-Anak Terjun ke Air Sungai, foto oleh Michael S. Nugraha

Jebakan Penggunaan Bahasa dalam Dunia Maya

Inti tulisan ini ada di sini. Ide tulisan ini muncul tadi malam. Lantaran tidak mudah membaca umur seseorang dari bentuk tulisannya, maka seseorang bisa terkena jebakan yang cukup mematikan dalam dunia maya. Perlu diketahui, terkadang dunia maya itu bisa lebih kejam dari dunia nyata. Buktinya sudah berapa banyak anak muda yang meninggal setelah keasyikan duduk di depan komputer selama 3 hari 3 malam.

Di dunia maya, kita harus pandai menerawang akun digital siapa yang sedang berbicara (menulis) pada saat itu. Jangan sampai terjebak dengan tulisan yang seolah-olah bernada tinggi, tapi yang menulis itu adalah seorang anak kecil. Begitu juga sebaliknya. Jangan pula kita melecehkan seseorang di dalam dunia maya -dengan tulisan atau komentar- hanya lantaran ia menggunakan bahasa 4l4y.

Penulis sendiri kadang menggunakan Bahasa Indonesia yang diselewengkan ini di dalam forum atau grup dunia maya. Tujuannya sederhana, agar faktor rasa kedekatan komunikasi teks tulis bisa terjalin dengan orang yang wujudnya tidak dikenal.

Cinta Bahasa Indonesia Bukti Cinta NKRI

Kenali bagaimana cara yang tepat menggunakan Bahasa Indonesia di internet. Agar komunikasi yang harmoni bisa terjalin. Hindari jebakan-jebakan penggunaan bahasa dalam komunikasi dunia maya. Sumpah pemuda lahir dari pemuda-pemudi yang cinta mati dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Anak-anak muda ini sudah bertaruh nyawa hanya untuk mengukir sejarah “Kami putra dan putra Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Di era dunia maya saat ini, kita hanya tinggal menggunakan bahasa persatuan ini dengan tepat.

4 Comments

  1. Oncoman tutugon kom 3 November 2016 16:18
    • Ridha Harwan 9 November 2016 10:23
  2. Deweezz 29 Oktober 2016 13:12
    • Ridha Harwan 9 November 2016 10:13

Leave a Reply