Banyak Hal yang Bisa Dipelajari Dari Tema WordPress Kentooz Flatsimplebingit

Pada saat tulisan ini dibuat, lapak jasa penerjemah bahasa ini sedang menggunakan tema WordPress dari Kentooz.com. Nama temanya Flatsimplebingit. Nama merek pakaian WordPress ini benar-benar mencerminkan desain dan tampilannya. Benar-benar sangat sederhana.

Tema WordPress Kentooz ini cukup membuat saya bangga menggunakan produk kreasi dalam negeri. Bahkan sudah lumayan banyak tulisan yang membahas soal #kentooz dan #flatsimplebingit di lapak jasa penerjemah Inggris Indonesia ini. Ada sekitar 10 tulisan yang sebelumnya membahas soal tema WordPress ini. Banyak hal yang bisa dipelajari dari tema kentooz flatsimplebingit ini.

Pertama: Bounce Rate Berkurang 0,3-0,7

Rata-rata tingkat pantulan atau bounce rate sebelum menggunakan Flatsimplebingit adalah 1,5-1,55 versi Jetpack. Begitu menggunakan tema Kentooz, tingkat pantulan menjadi naik. Bahkan terkadang bisa menembus > 1,6. Itu cukup membahagiakan. Peringkat Alexa tarjiem.com pun turun  ke bawab 500 ribu. Tepatnya yaitu 454,617 saat tulisan ini dibuat.

Peringkat Alexa tarjiem.com 154.617 per 18 Oktober 2016

Peringkat Alexa tarjiem.com 154.617 per 18 Oktober 2016

Kedua: Efek Desain Blog Majalah (Magazine Themes) Benar-Benar Terasa

Jika dianalisis lebih lanjut, penyebab tingkat pantulan menjadi lebih baik lantaran penggunaan desain Flatsimplebingit. Sebelumnya sudah menggunakan tema yang boleh dikatakan hampir sama alur tampilannya. Sebut saja Twenty Sixteen, Twenty Twelve, Schema Mythemeshop dan Divi Eleganthemes. NicheElite Adsensia juga sempat digunakan.

Namun semua tema impor itu tidak begitu memberikan efek pengunjung yang begitu ‘menyenangkan’. Padahal semua tema tersebut hampir sama tampilannya jika diakses dari perangkat ponsel pintar. Ponsel pintar termasuk tablet/sabak menjadi gawai penyumbang akses pengunjung hingga >55%.

Jadi kesimpulannya, tingkat pantulan yang rendah itu disebabkan desain tema yang hampir mirip menggunakan tema desain majalah. Desain majalah ini kadang bisa membuat blogspot ‘iri’ dengan desain tema WordPress.

Ketiga: Kenyamanan Tema WordPress Premium Berbayar

Akan sangat terasa sekali jika menggunakan tema berbayar (premium) dibandingkan dengan tema WordPress gratisan. Terutama untuk blogger atau narablog pengguna WordPress yang enggan berurusan dengan coding atau bahasa pemograman dan anti pasang banyak plugin. Hal ini sangat terasa sekali saat menggunakan Brownie anak tema Twenty Sixteen dan Twenty Twelve.

Apalagi jika menggunakan tema premium yang dibeli langsung kepada pengembangnya. Dukungan tanya-jawab terkait tema yang sedang digunakan, sangat diperlukan sekali bagi pengguna tema WordPress pemula.

Keempat: Mendapatkan Dukungan Penuh Dari Pengembangnya

Pernah suatu saat saya bertanya soal modul gulir tanpa batas (infinite scroll) pada plugin Jetpack untuk Flatsimplebingit. Maunya sih biar mirip seperti Facebook membaca judul pos halaman blog. Hanya kurang dari 3 hari, permintaan tersebut langsung dipenuhi. Cukup mengejutkan dan inilah keuntungan membeli tema WordPress langsung ke pengembangnya.

Kelima: Benda Tangan Beda Rasa

Pernah membuka halaman WordPress.org? Coba lihat bagian paling bawah halaman depan WordPress.org. Ada tulisan,

Code is Poetry

Lalu terjemahan Inggris ke Indonesianya menjadi “Kode itu Puisi”. Padahal, rasanya “Kode adalah Puisi” itu yang lebih enak didengar atau pemilihan bahasanya.

Code is Poetry Kode Itu Puisi - WordPress.org

Code is Poetry Kode Itu Puisi – WordPress.org

Nah, sama saja sebenarnya. Beda koki, beda pula rasa masakannya. Beda supir, beda pula cara bawa kendaraannya. Beda penerjemah bahasa, beda pula pemilihan kata-katanya. Begitu juga dengan developer WordPress. Beda pengembang tema WordPress, beda pula rasa menggunakan tema WordPressnya. Lebih spesifik lagi, beda pula support yang diberikan.

Sebenarnya, inti dari tulisan ini adalah di bagian kelima. Rasanya ingin ‘mengeluh’ saat menggunakan Flatsimplebingit. Kalau butuh bantuan, kadang lewat jalur tiketnya bisa apes. Lama dibalas. Kadang balasannya bisa lebih dari 3 hari. Keluhan ini pun sudah pernah disampaikan langsung ke pengembangnya lewat jalur tiket.

Disebabkan idealisme cinta produk dalam negeri, maka usaha untuk pakai hasil kreasi anak negeri terus dipertahankan. Tapi apa daya, ratusan bahkan ribuan tema WordPress baru terus bermunculan hampir setiap hari. Sehingga hal ini membuat keinginan untuk selingkuh dari tema Kentooz.com Flatsimplebigint. Apakah mungkin akan selingkuh? Mari kita lihat beberapa minggu ke depan.

2 Comments

  1. Purwasuka 19 Oktober 2016 12:49
    • Ridha Harwan 9 November 2016 10:04

Leave a Reply