Antara Hari Penerjemah Bahasa Internasional dan Hari Kopi Internasional

Waktu hari penerjemah bahasa internasional dan hari kopi internasional itu hanya berbeda satu hari saja. Hari penerjemah bahasa internasional jatuh setiap tanggal 30 September. Hari kopi internasional jatuh satu hari sebelum hari penerjemah internasional, yaitu tanggal 29 September setiap tahunnya.

Ada hal yang menarik dari dua hari internasional yang berdekatan ini. Dalam tulisan kemarin tentang tahun baru Islam 1438 H , sedikit menyinggung soal kopi darat di kafe Koffie Tijd beberapa minggu yang lalu. Dari sinilah terpikirkan ide tulisan ini. Adanya hubungan batin antara Hari Penerjemah Sedunia (International Translation Day) dengan Hari Kopi Sedunia (International Coffee Day).

Hubungan Batin Antara Penerjemah Bahasa Dengan Minum Kopi

Beberapa teman-teman penerjemah bahasa suka minum kopi. Penulis sendiri tidak terlalu suka minum kopi, tapi tidak anti minum kopi juga. Kalau disuruh memilih antara minum kopi, teh, atau air putih, urutan yang dipilih itu adalah minum air putih, teh, lalu kopi. Semuanya lebih mantap disajikan dalam kondisi hangat.

Kenapa penerjemah bahasa suka minum kopi? Hal ini wajar sebagaimana sopir bus malam juga suka minum kopi. Jika sudah menghadapi waktu tenggat pekerjaan (deadline) penerjemahan, maka agar mata bisa lebih fokus menerjemah dan tidak kantuk, kopi lah salah satu teman kala mengejar deadline.

Kopi Hitam Pekat Panas Berasap di Cangkir Kaca Bercawan Tampak Samping (pixabay)

Kopi Hitam Pekat Panas Berasap di Cangkir Kaca Bercawan Tampak Samping

Biasanya memang, terjadinya deadline itu pada malam hari. Sehingga terkadang membuat seorang penerjemah bahasa (translator) itu begadang untuk mengusir rasa kantuk. Rasa kantuk sendiri datangnya tidak harus malam hari. Pagi hari bahkan siang dan sore hari itu rasa kantuk itu bisa muncul.

Mangkanya agar mata bisa fokus menerjemahkan dan membedakan antara titik dan koma, huruf kapital atau huruf kecil, adanya spasi berlebihan, mencari alternatif kata terjemahan, kopilah salah satu pilihan teman saat menerjemah. Risiko besar atas kesalahan kecil ini bisa terjadi bagi seorang penerjemah.

Seperti saat supir bus malam membawa para penumpangnya. Bayangkan saja jika supir bus matanya terpejam selama 5 detik saat membawa kendaraannya, risiko apa yang akan dihadapinya para penumpang yang sedang asyik terlelap tidur. Bisa dibayangkan adjektiva yang seharusnya “illegal” malah ditulis menjadi “legal” atau nominal yang seharusnya $16,660 malah diterjemahkan menjadi $16.660. Hanya berbeda dua huruf dan satu koma saja bisa panjang ceritanya.

Rahasia Penerjemah Bahasa Internasional dengan Kopi Kesayangannya

Mari membahas lebih dalam lagi hubungan batin antara #HariPenerjemahanSedunia #InternationalTranslationDay dan #HariKopiSedunia #InternationalCoffeeDay . Kalau boleh dibilang sih ini rahasia para penerjemah yang sudah memasuki pasar internasional (go international). Penulis pribadi juga sempat masuk ke pasar internasional, khususnya dunia terjemahan.

Kalau membicarakan dunia internasional, jelas akan ada perbedaan waktu di tiap-tiap negara. Secara umum pilihan pangsa pasar internasional dunia terjemahan itu ada benua Eropa, Amerika atau sekitar Asia. Untuk pasar Asia sendiri ada India atau Singapura. Australia juga bisa dijadikan pilihan pasar penerjemah internasional.

Pasar internasional penerjemah yang paling mencolok itu adalah pangsa pasar Eropa dan Amerika. Selain bayaran terjemahannya sangat berbeda dengan tarif Indonesia, waktu pekerjaannya juga berbeda. Bagi penerjemah yang memanfaatkan situs penerjemah bahasa proz, maka jam-jam malam itu kadang adalah waktu yang ditunggu-tunggu menanti datangnya pekerjaan dari dua benua ini.

Peta Jam dunia Internasional pada saat Jam 08:59 WIB Waktu Jakarta 3 September 2016 (worldtimezone.com)

Peta Jam dunia Internasional pada saat Jam 08:59 WIB Waktu Jakarta 3 September 2016 (worldtimezone.com)

Jika di Indonesia sudah memasuki larut malam pukul 23:00 WIB maka di belahan benua lain, aktivitas mereka baru dimulai. Terlebih lagi negara Amerika yang waktunya 10-12 jam di belakang waktu Jakarta (UTC+7). Biasanya, jam-jam sibuk itulah akan muncul lowongan pekerjaan baru.

Baca Juga: Antara Pak Pos Dengan Penerjemah Bahasa

Tidak heran bagi seorang penerjemah bahasa yang sudah go international akan berburu di jam-jam ini. Termasuk pula menjalin komunikasi dengan pelanggan dan dan mengejar waktu ‘mengumpulkan pekerjaan rumahnya’.

Faktor x lainnya adalah, lantaran waktu itu adalah waktu yang tepat untuk mencari ide menulis dan menerjemah. Saat itu pula sambungan internet sedang stabil untuk meriset arti kata yang sedang diterjemahkan dan kopi adalah salah satu pilihan teman di kala itu dan rokok juga.

4 Comments

  1. Service Ac 9 November 2016 09:58
    • Ridha Harwan 9 November 2016 10:36
  2. Alfian Nangili 3 Oktober 2016 20:49
    • Ridha Harwan 9 November 2016 09:23

Leave a Reply