Select Page

Gila, Facebook Punya Standar Ganda (Kasus LGBT)

Gila, Facebook Punya Standar Ganda (Kasus LGBT)

Masih ingat kritikan standar ganda Facebook saat kasus di Paris beberapa bulan yang lalu? Awalnya sih tidak percaya kalau facebook itu ‘nakal’ juga. Ternyata baru percaya setelah malam ini melihat sebuah tulisan yang barusan saya baca siang tadi, telah dihapus malam ini.

Tulisan tersebut membahas soal LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender.

Tulisan yang saya baca siang tadi itu sangatlah menarik. Dari sudut bahasa saja, penulis tahu betul cara memilih kata-kata. Sampai-sampai istilah ‘jalan pedang’ yang sebelumnya sudah memiliki makna, oleh penulis dibuatkan makna baru. Tidak hanya rangkaian katanya yang indah, namun isinya juga berbobot sekali.

Teman saya bilang, “Sukkkaaaaa sama pemilihan kata n analoginya. Hehehehehe…

Tulisan Soal LGBT yang Dihapus Oleh Facebook

Berikut ini sebuah status atau tulisan soal LGBT oleh Arham Rasyid yang dihapus oleh Facebook. Sebagaimana pesan penulisnya di paragraf awal, tulisan ini cukup panjang. Namun sepertinya, sayang sekali kalau melewatkan tulisan di bawah ini.

Warning. Ini status panjang. Yang gak suka baca, mendingan minggir dulu deh daripada ntar komentar cuma bikin baper. Wkwk..

Sebenarnya rada malas ngomongin LGBT, mengingat sudah over ekspos dibahas dari berbagai sudut pandang. Tadinya cukuplah cari aman, melipir dengan dalih fardhu kifayah.
Tapi makin ke sini, rupanya topik ini makin menguat. Menguatirkan maksudnya. Apalagi sudah bawa-bawa nama gw segala. LGBT adalah HAM katanya. Enak aja nuduh sembarangan..

Bergaul dengan kaum LGBT pernah gw alami belasan tahun lalu. Gw boleh dibilang cukup akrab, bahkan makan dan tidur bareng mereka waktu itu. Salah satu tolak ukur gimana dekatnya, gw sampe sempat ngerti bahasa persatuan yang mereka gunakan hingga ke grammar-grammarnya.
Sisi positifnya? ada juga sih. Ya setidaknya gw bisa siaga kalo kemungkinan terburuk terjadi konspirasi antar mereka yg mengancam keselamatan ataupun keperjakaan gw.

Tapi biarpun begitu, gw alhamdulillah tetap gak kepengaruh orientasi mereka. Bukankah ikan air asin tetap terasa tawar meski larut dalam lautan air asin?
Hufft.. Sumpah ini susah banget gw cari analoginya biar kesannya keren. Xixixi..

LGBT itu bisa menular? boleh jadi. Karena gw saksinya. Teman sekelas gw di SMA yang terlahir sebagai lelaki tulen dan jago manjat kelapa, memilih jalan pedang ini. Jalan pedang yang akhirnya nyari sesama pedang. Mending kalo light saber, kan kerenan dikit. Pernah gw ceritakan soal ini di postingan lain.

Pernah juga ada teman gw di komunitas seni kampus yg tiba-tiba ngirimin gw surat cinta. Buset, udah kayak Zainuddin dan Hayati aja. Padahal otot bisepnya lebih gede dari gw.
Karena kesal, panik, dan malu kalo ketahuan teman lain, suratnya gw sobek-sobek. Dia nangis. Gw ajak ketemu dan nasehatin, dia nurut dan janji mau berubah.
Seminggu gw lihat ada perubahan, tapi ternyata gak lama balik lagi jadi melambai.
Gak putus asa, gw nasehatin kembali. Dia ngaku mau berubah lagi. Eeh, gak lama balik lagi. Gw nasehatin lagi, berubah, balik lagi. Ya udin, gitu aja terus sampe Haddad Alwi bikin album metal.
Sekian lama gak ketemu, terakhir dia invite di BBM, gw pikir waktu yg panjang sudah mengubahnya. Eeh ternyata seperti kata pantun: makan kedondong di atas atep. Dulu bencong sekarang tetep.
Yah, kalo udah gini mau gimana lagi. Satu-satunya harapan tinggal hidayah. Semoga suatu saat ia dapatkan, sebelum jadi model cover majalah hidayah.

Status Facebook Lgbt Arham Rasyid yang Dihapus

Status Facebook Lgbt Arham Rasyid yang Dihapus

Btw, pada dasarnya kaum LGBT ini care dan ramah. Selama lo baikin niscaya dia ramah. Lo akrabin dia tambah ramah. Asal jangan lengah kalo lo gak mau dijamah.
Ini serius. Saking care-nya, bagi LGBT laki-laki mereka akan inisiatif tanpa disuruh membetulkan letak organ kejantananmu jika mereka anggap melenceng saat pemiliknya lagi tidur. Hal terakhir ini jugalah yang membuat gw nyaris refleks menstarter rahang seseorang di antara mereka pake kaki.
Tapi walaupun banyak yang begitu, gak semua juga seperti itu. Ada beberapa LGBT gw kenal yang baik dari segi sikap dan konsisten menjaga kepercayaan dalam berteman. Kalo sudah curhat bisa sampe khusyuk banget, kalah deh jamaah mama Dedeh. Wajah boleh sianida, hati tetap krim soda. Tinggal ditawari bahu buat bersandar. Bahu jalan maksudnya.
Eh iya, ada satu lagi perilaku dominan yg gw ingat, mereka cemburunya melebihi wanita. Catet.

Lain LGBT lain pula SSA (Same Sex Attraction). Kalo SSA kesannya lebih soft. Maksudnya kayak abis berendam di softener soklin gitu? Oh, bukan. Lebih soft itu maksudnya mereka memang rada melambai tapi punya rasa malu juga. SSA ini sepertinya paham kodrat, tau kalo ini penyimpangan, ada kemauan berubah, tapi kadang susah melawannya. Artis yang kemarin kesandung kasus pelecehan terhadap calon artis kalo gw lihat sih bukan LGBT, tapi SSA. Buktinya ia menikah, sayang istri, dan bisa punya anak juga. CMIIW. Ini penilaian subyektif.

Nah, menurut teori yg pernah gw baca bedanya LGBT dengan SSA itu kalo LGBT justru menganggap kelainan ini sebagai anugerah.
Karena dianggap anugerah, anunya pun jadi gerah. Gak cuma pasrah, mereka juga enggan berubah. Gak mau berobat apalagi bertobat, padahal setidaknya ke psikiater lah kalo memang gak menganggap itu sebagai penyakit.
Jadi kesimpulannya gak usah berharap banyak mereka ini akan menegakkan kebenaran, sementara berupaya untuk menegakkan barang sendiri saja mereka udah malas.

Kalo LGBT ama banci? Nah, ini beda lagi. Gak semua banci itu LGBT. Banci itu bisa berupa laki-laki yang pada wanita gak segan memukul, laki-laki yang menghamili trus kabur, dan laki-laki yang membiarkan istrinya ngos-ngosan cari duit sementara dia cuma asik tidur. Eeh, sorry.. ini di luar konteks.

Apapun itu, menolak LGBT bukan berarti membenci pelakunya. Tetap berlaku adil dan memanusiakan manusia saja. Gw bilang begini bukan berarti permisif terhadap apa yang mereka lakukan. Oh no way..
Sebagai orangtua yang punya anak, sampai kapanpun gw tetap menolak demi masa depan generasi. Apa lagi coba yang dicari? Ditungguin sampe kiamat kubro pun spermatozoid gak akan pernah sudi membuahi amandel, apalagi usus besar.

Sumber tulisan di atas ada di status https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153573420639531&set=a.444733619530.240050.623974530&type=3. Namun saat ini sudah tidak bisa diakses. Ada yang menyimpan tulisan tersebut dan membagikan ulang.

Mengapa Tulisan Di Atas Bisa Dihapus Oleh Facebook?

Besar kemungkinan hal ini disebabkan lantaran banyaknya yang melaporkan status tersebut sebagai kiriman yang melanggar tata tertib Facebook (spam). Akun Facebook mana saja bisa menggunakan fasilitas “Laporkan Kiriman” atau “Laporkan Foto” yang terletak pojok kanan setiap status baru.

Fasilitas "Laporkan Kiriman" di Facebook

Fasilitas “Laporkan Kiriman” di Facebook

Semakin banyak yang melaporkan status tersebut, besar kemungkinan status tersebut akan lebih cepat diulas oleh tim facebook, termasuk pula kena pengawasan.

Saya pernah melaporkan sebuah akun Facebook yang foto profilnya sama dengan foto profil Facebook saya. Saat itu proses review yang dilakukan oleh tim Facebook cukup lama, satu minggu lebih. Beberapa kali saya melaporkan kiriman yang tidak pantas, lalu mendapatkan balasan dari tim Facebook. Artinya, setiap laporan yang masuk ke Facebook setidaknya akan diulas satu per satu oleh tim Facebook.

Persoalannya, kenapa setelah dibaca manual oleh tim Facebook tulisan di atas dihapus? Bukankah tulisan tersebut boleh dibilang termasuk status ‘biasa saja’ yang tidak melanggar peraturan setempat (Indonesia). Apalagi tulisan tersebut bukan kategori tulisan berbahaya. Malah sebaliknya, kontra terhadap LGBT.

Bukti Kalau Facebook Mendukung LGBT

“Approximately 70% of people on Facebook in the U.S. are connected to a friend who has expressly identified themselves as gay, lesbian or bisexual on their timeline. #PrideConnectsUs” The Things That Connect Us

Facebook Mendukung LGBT (huffingtonpost.com)

Facebook Mendukung LGBT (huffingtonpost.com)

 

Facebook memang mendukung LGBT. Selain facebook, ada juga Apple, Microsoft, Starbucks, dan Instagram yang mendukung LGBT. Setidaknya ada 27 perusahaan dunia yang menyatakan memberikan dukungan atas pernikahan sesama jenis. Jadi tidak heran kalau status yang tidak senada dengan kebijakan Facebook bisa dihapus.

KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, juga menyatakan perang terhadap LGBT ini. Aplikasi panggilan & pesan gratis Line juga sempat terang-terangan mendukung LGBT. Beliau memutuskan untuk menghapus akun Line. Meski pun stiker Line yang menampilkan gambar tentang LGBT itu akhirnya dihapus juga.

Saya pribadi juga memiliki ragam media sosial. Setidaknya ada 8 aplikasi atau media sosial yang saya miliki. Whatsapp, BBM, Pinterest, Gplus, Twitter, Tumblr, WeChat, Line, dsb. hanya digunakan untuk tujuan jualan lapak terjemahan ini dan tujuan oms-nya. Semua media itu sangat jarang sekali digunakan.

Media yang paling aktif hanya akun Facebook yang sekaligus untuk mengelola halaman penggemar. Facebook saya sekarang jarang sekali membuat status, berkomentar atau membagikan ulang status lain. Karena saya tahu, di Facebook itu banyak sekali virus yang berkeliaran, termasuk sisi gelap Facebook. Terlebih lagi sejak pesta rakyat 2014 yang lalu.

Awalnya Tidak Percaya Standar Ganda Facebook Ini, Hingga …

Sebelumnya saya tidak percaya dengan standar ganda Facebook ini. Namun entah mengapa pada saat membaca status saudara Arham Rasyid di atas, tidak jauh di bawah status tersebut di linimasa saya ada status yang serupa.

Status Facebook yang Dihapus

Status Facebook yang Dihapus (FB: Arizal)

Coba bandingkan jam dan tanggalnya. Perbedaannya waktu kemunculannya tidak terlalu jauh.

Tambahan (Tambah Gila)

Ternyata Facebook Baper juga alias Bawa Perasaan juga. Pada saat tulisan ini sudah selesai dan sedang dirapikan, ternyata status Facebook saudara Arham Rasyid gambar pertama di atas juga ikutan dihapus.

Status facebook yang dihapus juga.

Status facebook yang dihapus juga.

Coba saja bandingkan waktunya gambar pertama di atas dengan waktu publikasi tulisan ini sekaligus periksa juga kesamaan permalink-nya.

Tambahan Lagi (Terbukti)

Tidak begitu lama tulisan ini dipublikasi, begitu saya refresh ternyata akun facebook saudara Arham Rasyid (https://www.facebook.com/arhamkendari) dihapus seketika. #geleng-geleng

Facebook Arham Rasyid Dihapus Seketika

Facebook Arham Rasyid Dihapus Seketika

Masih berminat bermain Facebook?

Satu Minggu Kemudian

Akhirnya akun facebook Arham Rasyid sudah dikembalikan oleh ePBe.

About The Author

Ridha Harwan

Penjual jasa penerjemah Inggris Indonesia. Selengkapnya...

29 Comments

  1. mirza

    akibat pergaulan bebas om jadinya pada LGBT dahh

    Reply
    • Ridha Harwan

      iya-ya

      Reply
  2. Lingga Abdurrachman cuatcuit dot com

    facebook keliatan banget membela siapa :(

    Reply
  3. Asep Setiawan

    Inilah resiko yang harus diterima ketika kita hanya menjadi pengguna. Peraturan yang dibuat facebook akan disesuaikan dengan keinginan mereka.

    Reply
    • Ridha Harwan
  4. adams aljawiyu lembahilmu dot com

    yah begitulah akhir zaman…
    yang namany kemaksiatan udh kayak kebaikan aja bnyak yang dukung

    Reply
    • Ridha Harwan

      hhmmm…

      Reply
  5. Dika

    Fanpage saya juga kena peringatan setelah posting tentang LGBT yang di ambil dari salah satu artikel media Islam.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Wah sudah kena kartu kuning itu. Awas akun facebooknya kena kartu merah.

      Reply
  6. academic Indonesia

    Postingan guru saya mengenai LGBT penyakit menular juga dihapus mas,
    sepertinya perang hegemoni kian mengkhawatirkan :)

    Reply
    • Ridha Harwan

      Facebook nakal juga yah.

      Reply
  7. kholis urusandunia.com

    rusak emang, akhir jaman, penyakit pada dipiara

    Reply
    • Ridha Harwan

      Dipelihara trus dikasih makan, wah cepat gede tuh. hihihihi

      Reply
  8. Diland beautibusti wordpress dot com

    Jaman akhir laki suka laki, perempuan suka perempuan…. naudzubilllah

    Reply
    • Ridha Harwan

      Zaman akhir atau akhir zaman yak.

      Reply
  9. cafe bola dot com

    perilaku LGBT jangan disebarluaskan. tetapi jika ada orang yg LGBT di lingkungan kita, jangan kita kucilkan. tetapi kita rangkul bersama

    Reply
  10. tifkom.net

    tidak mengerti tentang pemikiran orang – orang yang mendukung LGBT termasuk dari pihak facebook. Semoga saja ini tidak makin merambah kepada kaum muda sekarang, semoga kita lebih rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

    Mohon kunjungannya ke situs saya ini untuk melengkapi tips, trik dan informasi terbaru pada dunia komputer dan teknologi informasi kepada anda. Trims.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Blognya sudah dikunjungi. Bagus templatenya, warna-warni.

      Reply
      • tifkom.net

        Udah lama templatenya mas. tapi saya kesulitan memasang iklan di tengah – tengah postingan.

        Reply
  11. SEO Anyaran

    Wah – wah ternyata FB dkk malah menyatakan setuju dengan LGBT. Kayaknya memang sebuah propaganda dari sana untuk merongrong kehancuran dunia timur dengan adat yang mereka bawa. Filter yang bagus dari negara kita harus semakin diperkokoh.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Yoi.

      Reply
  12. Irfan Gani R.

    Saya sempet baca statusnya, tapi yang versi foto bukan tulisan. Karena yg tulisan sudah dihapus sama fb :D
    Harusnya orng2 seperti itu didukung dan disupport agar bisa sembuh, bukannya malah didukung dengan cara memperbolehkan sesama jenis, itu sama saja menjerumuskan.
    Tapi ya ntah lah, pemikiran setiap orang berbeda-beda. Mungkin memang udah benar2 akhir jaman. :)

    Reply
    • Ridha Harwan

      Syukurnya tulisan itu sudah diamankan oleh penulisnya. Malah kemarin sampai dihadirkan di kompasiana. Dalam 1 jam tulisan yang sempat dihapus itu sempat dibaca oleh 6 ribu orang. Keren.

      Reply
  13. Ryan M.

    …sistem pelaporan ini sebenernya berbahaya, teman saya pernah ada yang bikin akun sampe 5 kali dalam waktu 1 minggu gegara debat dengan netizen yang pilihan politiknya berbeda. Dengan pasukan sosmednya, si lawan debat gampang saja mengerahkan puluhan bahkan ratusan orang untuk melaporkan akun teman saya itu.

    Sebaliknya saya pernah melaporkan posting gambar tak senonoh di satu grup, pihak fb menolak laporan saya dengan alasan posting tersebut tidak menyalahi Community Standards yang berlaku. Ini yang saya heran, okelah kalo posting berupa tulisan bisa dimaklumi karena belum tentu juga officer yang bertugas ngerti bahasa dari status yang dilaporkan (meski ada Google Translate), lha tapi ini gambar, gambar vulgar begitu kok ya lewat aja :)

    Reply
    • Ridha Harwan

      Wow, satu minggu sampai 5 kali bikin akun.
      Gila emang kalau sudah masuk debat politik. Bisa-bisa satu orang punya banyak akun facebook. Persis seperti isu waktu pilpres kemarin dengan isu “Panastak” dan “Panasbung” nya.
      Saya sampai bosan kalau ada kiriman yang gak pantas. Beberapa laporan saya malah dianggap tidak melanggar ketentuan facebook. Jadi enggan sekarang kalau melaporkan hal yang kurang pantas di facebook.

      Reply
  14. ino

    Ulasan yang menarik Iid. Saya bingung menilai LGBT. Tapi sempat brrpikir, buat apa yah mereka berhubungan? Saya temukan jawaban dalam diri saya sendiri dengan pertanyaan “buat apa yah saya menikah dengan istri saya?”. Ternyata untuk kebahagiaan. Nah kalau mereka tdk bahagia dengan lawan jenis, siapa yang membayar kebahagiaan mereka?

    Coba berpikir sebaliknya. Kalau kita dulunya didominasi LGBT atau apapun namanya, dan perkawinan lawan jenis dianggap tidak normal, tdk beradab, how do u feel? Hehehehhe

    Btw,

    Reply
    • Ridha Harwan

      Kalau dulu banyak didominasi lgbt, mungkin kita gak pernah ketemu Ino…. :D
      Jadi ceritanya nikah dan kawin itu memang enak yah. hehehehe
      Turut senang waktu ngeliat acara pernikahannya (y).

      Reply
  15. Anis

    Walahh, iya..! Akun efbi mas arham di-blocked.. Parah!
    Yaaahh.. Padahal salah satu silent reader nih c aku.. :((

    Tapi, ak msh tetep mau maen efbi, om.. Paling rame sodara, temen, info, & tutorial soalnya (buat aku)..
    Yah.. Walaupun ga bisa free to express, tapi yah namanya jg maen di apartemen yg pemiliknya itu budaya, keyakinan, & pemahamannya beda sama kita.. As long as we want to play there, ak mah play safe aja dah.. Eits, bukan berarti ak sekonyong2 ikut2an pro..!! Tetep kontra lah 100%..!!! Cuma ga speak up my mind aja.. :v
    Sekian dan terima kasih.. Wassalam..

    ps: Eh om, gimana caranya bikin icon2 sosmed di sidebar blog yg nge-link sama akun2 sosmed kita?? Punya artikelnya ga? Ak udah praktekin yg ada di blog orang punya, tapi gatot.. *Duh! (-_-“)a

    Reply
    • Ridha Harwan

      Hai Anis….
      Pasang fotonya dong…. :D

      Cara bikin icon2 sosmed di sidebar blog yg nge-link sama akun2 sosmed, ini kumpulan artikel pilihannya.
      Kalau butuh bantuan pakai live chat yang ada di menu blog ini (bagian atas) atau kontak via facebook bisa juga.

      1. cskita.net/2015/07/memasang-widget-media-sosial-keren_30.htm <<< Termudah. Cukup ganti URL FACEBOOK, URL TWITTER, URL GOOGLE PLUS menjadi Link media sosial kita.
      2. contohblog.com/2014/04/widget-media-sosial-keren-untuk-blogspot.html
      3. Memasang Social Media Widget with Opacity di Blog (www.librasbr.com/2015/02/cara-membuat-widget-social-media.html) <<< Tampilan icon sederhana.

      Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video

Loading...

Berlangganan

Ikuti Tulisan Kami

Ikuti Tulisan Kami

Setiap kali ada tulisan baru akan dikirim ke alamat ini.

Berhasil! Nantikan kabar terbaru dari kami.