Apakah Ilmu SEO Itu Perlu Bukti? Optimisasi Mesin Pencari

Sebelum istirahat, coba-coba bikin artikel ringan tentang SEO atau terjemahan Bahasa Indonesia versi wikipedia adalah OMS, Optimisasi Mesin Pencari. Tulisan ini ada hubungannya dengan tulisan lawas yang berjudul “Apakah Ahli SEO itu Cukup Berada di Halaman 1 Saja?“.

SEO (Search Engine Optimization) sendiri secara umum diartikan sebagai cara menuju puncak hasil mesin pencari. Mesin pencari di sini lebih banyak diartikan sebagai mesin pencari Google. SEO adalah teknik untuk mencapai di halaman pertama dan urutan pertama hasil pencari. Berbagai cara optimisasi agar situs yang diinginkan bisa berada di posisi prestisius ini.

Apabila sebuah situs atau blog berhasil dengan sengaja merengsek masuk ke dalam halaman satu hasil mesin pencari, maka boleh dikatakan teknik SEO yang dipakainya telah berhasil “mengelabui” algoritma mesin pencari. Itu artinya ilmu SEO yang dipraktikkannya telah berhasil dibuktikan.

Apakah Perlu Berada di Halaman Satu Jika Tahu Ilmu SEO?

Jawaban untuk pertanyaan di atas versi tulisan ini yaitu, apa tujuan di halaman satu itu? Mungkin bagi yang baru mengenal ilmu seo saat tampil di halaman satu untuk kata kunci tertentu, hal ini adalah hal yang menggembirakan. Kadang bisa bisa mengarah kepada kebanggaan diri. Padahal ada banyak tujuan di halaman satu urutan satu di hasil mesin pencari itu.

Ahli seo foto dari pixa bay

Ahli seo foto dari pixa bay

Tujuan Di Halaman Satu Urutan Satu

Tujuan dasar saat sudah berada di halaman satu itu yaitu menjaring pengunjung sebanyak-banyaknya. Begitu pengunjung sudah banyak, maka tujuan selanjutnya yakni kembali kepada untuk apa tujuan dibuatnya blog atau situs yang sudah berada di halaman eksklusif ini.

Pada umumnya sumber pendapatan blog atau situs personal berasal dari iklan yang ditayangkan. Semakin banyak pengunjung semakin sering pula iklan itu tampil. Begitu iklan itu sering tampil, maka diharapkan pengunjung tertarik dengan iklan tersebut dan melihat iklan tersebut. Semakin banyak pengunjung yang mengunjungi iklan tersebut, maka kemungkinan besar semakin besarlah pendapatan blog tersebut.

Bagi sebuah situs berbasiskan toko daring (online shop), hal ini persis seperti sebuah toko di dunia nyata. Semakin banyak pengunjung yang datang ke toko tersebut maka semakin besar pula pembeli akan membeli barang atau jasa dari toko tersebut. Ada juga toko daring yang juga mengkombinasikan pendapatan mereka dengan pendapatan iklan. Selain menjual barang secara daring, iklan juga ditampilkan sebagai pendapatan tambahan atau bahkan bisa sebagai pendapatan utama.

Lalu Setelah Tujuan Tercapai, Apalagi?

Begitu tujuan telah tercapai, hal yang paling sulit lagi adalah bertahan. Hal ini persis seperti perlombaan di olimpiade. Memang menjadi juara satu itu sulit, namun yang lebih sulit lagi adalah bagaimana menjadi juara bertahan. Jika berhasil menjadi juara, itu artinya ilmu seonya berhasil dibuktikan.

Bagi Mereka Yang Menjual Jasa Seo

Jika ada 100 orang penjual jasa seo, bagaimana mungkin 100 orang ini tampil secara bersamaan di halaman satu. Tentu ada bagiannya masing-masing dalam membuktikan ilmu SEO-nya. Terlebih tolak ukur paling mudah dalam menilai bagus tidaknya sebuah jasa seo adalah melihat apakah situs jasa seo yang dimiliki berada di halaman satu.

Hanya saja, teknik seo itu ada bermacam-macam. Masing-masing jasa seo juga menerapkan perlakuan yang berbeda-berbeda pada situs atau blog yang ingin dioptimalkan.

Apakah Seorang Pelatih Harus Menjadi Juara?

Akhirnya saya mendapatkan analogi di akhir tulisan ini. Seorang pelatih yang “keren” biasanya dia pernah menjadi seorang juara dalam sebuah perlombaan. Begitu juga bagi mereka yang telah mengenal ilmu seo, setidaknya ia pernah merasakan bagaimana nikmatnya berada di halaman satu urutan satu. Permasalahannya kembali dari apa tujuan di halaman satu tersebut. Apakah hanya ingin sekadar show off (pamer), menumpang lewat, atau memang ingin mengejar juara satu dan terus bertahan.

Tadinya tulisan ini ingin mengarah pada istilah “No SS is Hoax“. Jika tidak ada bukti yang terlihat, maka orang sulit akan percaya. Namun mungkin sudah cukup penjelasan di atas kalau sebenarnya membuktikan ilmu seo itu tergantung dari tujuannya. Apalagi ilmu seo itu bersifat dinamis, cepat dan tidak ada yang bisa memastikannya kecuali anda adalah pemilik mesin pencari itu sendiri.

Psst… Lumayan loh tulisan ini. Buatnya hanya satu jam. Beda dengan tulisan yang pakai teori seo yoast. Bisa 3 jam lebih.

8 Comments

  1. hit-hat blogspot 13 April 2016 10:09
    • Ridha Harwan 13 April 2016 17:37
  2. kandra 16 Februari 2016 23:12
    • Ridha Harwan 20 Februari 2016 09:37
  3. Wizam 29 Januari 2016 10:15
    • Ridha Harwan 30 Januari 2016 22:06
  4. Nuhan Nahidl 23 Januari 2016 08:10
    • Ridha Harwan 27 Januari 2016 08:10

Leave a Reply