Bertahan Dengan Sebuah Kesederhanaan (WordPress Themes)

Tema wordpress Twenty Sixteen ini desainnya masih jauh lebih sederhana dibandingkan Schema dan FlatSimpleBingit. Padahal themes buatan wordpress dot org ini sendiri adalah tema gratisan, bukan tema premium atau berbayar.

Tema WordPress Twenty Sixteen ini benar-benar membuat saya jatuh hati dengan desain sederhananya. Dari sejak awal kemunculan desain tampilannya, tema ini sudah saya tunggu-tunggu.

Sebelumnya, lapak dan blog jasa terjemahan ini sudah menggunakan beberapa tema berbayar. Salah satu tema berbayar yang pernah digunakan selain Schema dan FlatSimpleBingit yakni, tema Divi ElegantThemes dan NichElite.

Kutipan sederhana kesederhanaan mutiara kata-kata masteringtoday me

Kutipan sederhana kesederhanaan mutiara kata-kata masteringtoday meKutipan Kesederhanaan masteringtoday.me

“Simplicity Should be The Best”

Kalau dihitung-hitung, mungkin uang yang dihabiskan hanya untuk “jajan” pakaian lapak terjemahan ini mungkin sudah mencapai 500 ribu rupiah lebih. Di mana rata-rata untuk mendapatkan satu buah tema itu harus mengeluarkan uang 100-150 ribu rupiah. Untuk tema Schema MyThemeShop dapatnya gratisan.

Namun demikian, entah kenapa jika dibandingkan keempat tema-tema WordPress yang pernah digunakan di lapak terjemahan,  hampir kalah dengan WordPress Twenty Sixteen. Buktinya, saya menganggurkan keempat tema premium dan memilih untuk menggunakan tema gratisan Twenty Sixteen yang begitu menggoda ini.

Bertahan Dengan Tampilan Sederhana

Hal inilah yang ingin saya usung terkait lapak dan blog jasa penerjemah bahasa ini. Pada akhirnya saya tidak begitu khawatir dengan desain tampilan blog jualan jasa penerjemah bahasa ini yang kurang begitu indah untuk meyakinkan calon pembeli. Dengan tampilan sederhana ini setidaknya membuat saya bebas menulis apa saja yang diinginkan. Tidak harus seo.

Antara Scheme dan Twenty Sixteen

Tampilan Schema MyThemeShop dan Twenty Sixteen ini sama-sama sederhana. Scheme salah satu tema yang ringan diakses, sedangkan Twenty Sixteen adalah tema buatan wordpress.org.

Sambil menunggu versi Schema yang mendukung WordPress 4.4 ini themes Twenty Sixteen ini benar-benar mampu menarik perhatian saya karena kesederhanaannya. Siapa tahu saya kembali tertarik lagi untuk menggunakan tema Schema ini.

Kesederhanaan vs Divi ElegantThemes

Divi ElengantThemes sendiri adalah satu satu tema yang mungkin paling keren yang ada saat ini dan tema Divi ini pernah saya gunakan. Saking kerennya, tema ini sudah digunakan oleh 300 ribu situs berbasiskan wordpress.org. Kelebihan tema ini yakni pengguna bisa bebas mendesain setiap halaman dengan desain yang diinginkan.

Berikut saya tampilkan satu buah halaman arsip pada saat saya menggunakan Divi ElegantThemes sebagai pakaian lapak dan blog jasa penerjemah bahasa ini.

Desain halaman depan tarjiem divi

Desain halaman depan tarjiem divi

Salah satu halaman blog divi.

Contoh desain halaman tulisan (post) tarjiem divi

Contoh desain halaman tulisan (post) tarjiem divi

Jika saya sedikit kangen dengan desain tema yang elegan ini, mungkin tema divi ini akan kembali digunakan. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat arsip desain lapak jasa terjemahan ini saat menggunakan Divi ElegantThemes.

Lalu saya coba bandingkan dengan tampilan Twenty Sixteen yang ‘biasa saja’.

Halaman Twenty Sixteen WordPress Themes 2016

Halaman Twenty Sixteen WordPress Themes 2016

Sederhana sekali memang. Namun dibalik kesederhanaan ini, setidaknya tujuan dari blog tarjiem sebagai lapak jasa penerjemah bisa dicapai.

2 Comments

  1. syihabhusin 2 Januari 2016 05:03
    • Ridha Harwan 5 Januari 2016 09:57

Leave a Reply