Urusan Papan Ketik Di Kalangan Penerjemah Bahasa

Pagi ini cukup panjang mengobrol dengan teman penerjemah soal papan ketik alias keyboard. Bahasan ini sebenarnya ringan dan terkesan sepele. Namun siapa sangka, hanya untuk memilih dan papan ketik yang mana yang cocok untuk dibeli, diskusinya cukup panjang. Sehingga lahirlah tulisan ini.

Apalagi pembahasan kami ditambah dengan istilah “ergonomis”. Tambah panjang deh bahasannya.

Human factors and ergonomics (HF&E), also known as comfort design, functional design, and user-friendly systems,[1] is the practice of designing products, systems or processes to take proper account of the interaction between them and the people who use them. Dari Wikipedia.com

Definisi ergonomis berdasarkan salah satu kamus favorit saya KBBI Ofline 1.5.1 yaitu:

er·go·no·mis /érgonomis/ a bersifat ergonomi: tempat duduk yg — mampu menjamin kenyamanan sepanjang jalan

Intinya sih bagaimana caranya pada saat menggunakan komputer, kita mendapatkan posisi duduk yang nyaman. Baik nyaman untuk tangan, kepala, kaki dan termasuk pula punggung dan mata. Sehingga pikiran bisa fokus menerjemahkan teks tulis, badan tidak terlalu pegal.

Papan Ketik Bagi Seorang Penerjemah Bahasa

Bagi seorang penerjemah bahasa yang lebih banyak berkutat dengan teks terjemahan tertulis, papan ketik jelas adalah alat yang vital. Hal yang cukup perlu diperhatikan. Seperti seorang supir mobil yang sangat memperhatikan posisi kaki kanannya untuk menggas kendaraannya. Harus mencari posisi duduk yang nyaman agar bisa melakukan pekerjaanya secara optimal.

Papan ketik atau bisa disebut juga menjadi papan tuts yang dibahas adalah papan ketik yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah sampai yang harganya ratusan ribu rupiah. Terlebih lagi ada banyak sekali jenis papan ketik. Mulai dari yang kecil hingga yang berukuran besar seperti piano kecil (keyboard lagu).

Papan Ketik Microsoft Sculpt Ergonomic Desktop USB

Harga keyboard merek Microsoft ini seharga 1,930 juta rupiah. Cukup mewah untuk sebuah papan yang diketuk-ketuk. Namun jelas yang ditawarkan adalah ergonomisnya.

MICROSOFT Sculpt Ergonomic Desktop USB via Cnet.com

Microsoft Sculpt Ergonomic Desktop USB (Gambar: cnet.com)

Melihat dari segi ukurannya saja, jenis papan ketik ini jelas ditujukan untuk komputer besar atau desktop. Kurang sesuai dibawa-bawa bepergian (mobile).

Papan Ketik Yang Bisa dilipat Microsoft Foldable-Keyboard

Papan ketik ini termasuk keluaran baru. Tidak sengaja saya lihat iklannya di sebuah forum. Langsung saja deh saya beritahu teman saya untuk sebagai bahan perbandingan.

Papan Ketik Lipat Microsoft Foldable Keyboard

Papan Ketik Lipat Microsoft Foldable Keyboard (gambar: theverge.com)

Jenis papan ketik ini termasuk jenis baru. Kelebihannya bisa dilipat dan mudah dibawa bepergian. Apalagi papan ketik ini bisa terhubung dengan perangkat ponsel pintar untuk aplikasi iOS, Android dan Windows. Kelebihan lainnya, papan ketik ini bisa terhubung dengan tablet juga. Untuk harga papan ketik yang bisa dilipat dan mudah dibawa-bawa ini, harganya adalah 1,2 juta rupiah.

Papan Ketik Logitech Wireless Touch Keyboard

Jenis lain papan ketik yang kami bahas adalah jenis Logitech Wireless Touch Keyboard. Selain tanpa kabel, papan ketik ini juga memiliki papan sentuh yang berfungsi sebagai tetikus (mouse) berada di sampingnya. Harganya tidak semahal yang dua jenis papan ketiknya sebelumnya yakni sekitar 500 ribuan.

Papan ketik sekalian mouse LOGITECH Wireless Touch Keyboard K400r

Papan ketik sekalian mouse LOGITECH Wireless Touch Keyboard K400r (gambar: beforeitsnews.com)

Ini salah satu papan ketik idaman saya. Kelebihannya, papan ketik ini memiliki tetikus sentuh yang ada di samping kanannya. Sehingga pada saat menerjemah dengan ‘kecepatan tinggi’, tangan kanan tidak terlalu jauh bergerak untuk memegang mouse standar.

Papan Ketik Yang Saya Pakai, Microsoft Digital Keyboard 3000

Nah kalau yang terakhir ini adalah papan ketik yang saat ini saya gunakan di desktop saya saat ini. Harga aslinya adalah 250 ribu rupiah. Namun saya mendapatkannya seharga 125 ribu rupiah dari forum kaskus.co.id tahun 2012 yang lalu. Masih awet sampai sekarang. Hanya tombol zoom in dan zoom out yang di sebelah kiri itu sudah agak sudah hilang gambarnya. Terlalu sering dipakai. Bermanfaat sekali fungsinya.

Papan Ketik Microsoft Digital Keyboard 3000

Papan Ketik Microsoft Digital Keyboard 3000 (gambar: e-shop.gr)

Papan ketik jenis berkabel (wired) ini saja sudah lebih dari cukup, tombolnya empuk. Apalagi banyak tombol tambahan lainnya yang berada di paling atas dan samping kiri. Memang didesain untuk kalangan kantoran (office) bukan desain untuk keyboard permainan (game). Hanya memang, papan ketik ini tidak memiliki touch pad di sampingnya. Jadi pada saat tangan kanan asyik mengetik, tangan kanan perlu sedikit tenaga untuk bergerak ke kanan jika akan memegang tetikus alias mouse.

Posisi Mengetik Saat ‘Kecepatan Tinggi’

Kurang lebih saat menerjemah diburu waktu (daedline) atau mengetik cepat, posisi tetikus berada di atas papan ketik pada bagian tombol numerik (angka) di sebelah kanan. Sehingga mengurangi lengan bahu tidak terlalu pegal bergerak mencapai tetikus yang jauhnya hanya sekitar 15 cm.

mouse di atas keyboard

Mouse Di Atas Keyboard (gambar: digitaltrends.com

Dengan sedikit menempel ke papan ketik di atas tombol numerik, setidaknya jaraknya menjadi berkurang. Setidaknya lengan bahu tidak perlu terlalu mengangkat, hanya menggerakkan  pangkal tangan saja. Namun mungkin juga bisa mengakibatkan pangkal tangan sedikit pegal.

Banyak hal memang yang harus diperhatikan jika banyak duduk di depan komputer. Wajar saja jika memilih papan ketik bagi seorang penerjemah bahasa yang sering duduk di depan komputer atau laptop cukup membingungkan dan cukup sering dibahas juga. Tidak hanya memilih papan ketik saja, hal lain yang penting diperhatikan yakni cara duduk yang baik dan benar di depan laptop atau komputer.

2 Comments

  1. hendri hendriyana 17 November 2015 10:35
    • Ridha Harwan 25 November 2015 08:10

Leave a Reply