Teriakan Anak Rimba Jambi #JambiBerasap 2015

Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman saya yang sedang berjuang di bidang lingkungan. Lingkungan hidup adalah milik kita bersama, namun bukan berarti yang menjaga lingkungan hanyalah urusan ‘tukang sampah’ saja. Tanpa partisipasi bersama, pemerintah, warga masyarakat lokal dan perusahaan, maka kegiatan menjaga lingkungan hidup kurang maksimal.

Tulisan teriakan anak rimba Jambi atau yang lebih dikenal dengan suku Kubu/ suku rimba Jambi / orang rimba / suku anak dalam ini, saya ambil dari status facebook temannya teman saya. Sengaja saya tebalkan tulisannya, agar teriakan dan rintihan lirih masyarakat yang mungkin dianggap masyarakat lain kalau mereka tidak modern, dapat tersampaikan.

Pondok belajar di Sako Selinsing, merupakan pondok belajar yang baru dibuat sebagai tempat belajar anak-anak yang tinggal di sekitar pondok. Berbeda dengan pondok belajar sebelumnya yang sudah lama didirikan dan merupakan tempat belajar anak rimba, di sini sekitar pondok ini tidak ada pohon besar, udara sangat terasa panas.

Teriakan Suku Rimba Jambi berasap imelia l

Imelia Lani Bersama Suku Anak Rimba Jambi (facebook.com/lenizian)

Sungai yang ada di sekitar pondok pun kering tidak ada air sama sekali. Selama di sini kami sangat menghemat air untuk masak, mencuci piring, dan wudhu. Untuk mck saya menggunakan tissue basah. Tidak mandi Selama lima hari. Iya, sumber air sangat jauh. Malam harinya nyamuk-nyamuk berdenging di telinga, kami mencoba membakar daun yang dapat mengusir nyamuk tapi tidak mempan, lalu saya memakai lotion anti nyamuk, tengah malam kulit terasa seperti terbakar.

Saya tidak mengkhawatirkan keadaan yang seperti ini, hanya saya berharap semoga kami di sini tetap sehat dapat melakukan aktivitas, saya dapat mengajar anak-anak seperti biasa, dan musim hujan segera tiba. Ada hutan yang terbakar tak jauh dari pondok kami, Kami dapat melihat apinya dari pondok dan mendengar suara pohon yang tumbang. Orang rimba berusaha memadamkan api esok harinya sebisa mereka dengan alat dan air seadanya dari sumber air terdekat.

Kebakaran terjadi minggu malam lalu, api belum padam hingga sekarang, petugas dari balai taman nasional juga berusaha memadamkan api, hari ini mereka membawa beberapa peralatan untuk memadamkan api bersama orang rimba. Semoga kebakaran hutan segera padam dan tidak meluas.

Status di Bawah Ini Diambil dari akun Facebook Imelia Lani

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=927607280619630&set=a.196788573701508.49187.100001110997272&type=3

Bagi saya, kombinasi foto dan kata-kata dalam status facebook ini betul-betul sarat makna. Bagi kota yang ‘bebas asap’ seperti di kota Bandung tempat saya saat ini, aksi tidak membuang sampah sembarang setidaknya merupakan aksi kecil dan nyata dalam menjaga lingkungan hidup secara bersama-sama.

Leave a Reply