Blogger Indonesia, Haruskah Sikapmu Begini?

Hari minggu lalu saya keluar dari salah satu grup facebook yang saya ikuti. Nama grupnya facebook-nya adalah “Blogger Indonesia”. Sebenarnya alasan saya keluar dari grup ini sepele. Saya mengirimkan tulisan terbaru soal penggunaan https di blogspot yang baru-baru ini muncul. Niatnya hanya untuk memberitahu para pengguna blogspot untuk mengganti url blog miliknya menjadi https. Alasannya, karena saya lihat di dalam grup yang rata-rata menggunakan blogspot ini, masih banyak yang belum mengganti alamat blogspotnya dari http menjadi https.

Namun selang 30-45 menit kemudian saat saya periksa status yang baru saya buat, ternyata kiriman saya sudah tidak ada. Sepertinya sudah di hapus. Saya sudah memeriksa ke bagian bawah status-status baru, namun saya tidak menemukan status yang baru saya buat di dalam grup tersebut dan baru mendapatkan sebuah jempol.

Padahal sebelum saya menampilkan status itu, saya sudah baca peraturan dalam grup tersebut. Alasannya agar saya tidak melanggar aturan yang telah dibuat oleh administrator grup ini. Berhubung tidak ada pelanggaran yang saya buat, akhirnya saya beranikan untuk membagikan tulisan baru ini. Sayang saya tidak mendapatkan kalau kiriman saya di grup Blogger Indonesia ini sudah tidak ada.

Blogger Indonesia di grup facebook>

Blogger Indonesia di grup facebook.

Begitu saya tidak mendapati kiriman saya di dalam grup ini, langsung saya membuat status dengan menyebutkan dua nama administrator (admin) grup Blogger Indonesia ini dan menampilkan tautan tulisan yang saya bagikan sebelumnya. Dalam status itu saya bertanya mengapa kiriman saya dihapus tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Namun setelah saya selesai membuat status pertanyaan ini, tanpa berpikir panjang atau menunggu tanggapan saya langsung keluar dari grup Blogger Indonesia yang memiliki anggota 63 ribu lebih ini.

Grup-Grup Facebook Blogger Indonesia

Kalau saya perhatikan, dalam grup facebook ini tidak banyak yang benar-benar ingin saling mendorong antar sesama blogger. Saya lihat malah banyak spambot (robot spam) yang mengirim kiriman yang tidak ada hubungannya dengan grup facebook ini. Malah beberapa status yang baru dibuat, banyak yang menanggapinya hanya dengan menampilkan tautan blog tanpa fokus pada apa yang sedang dibahas.

Akun facebook saya pribadi bergabung di beberapa grup facebook yang bertemakan blogger, blogspot, atau wordpress. Alasan saya bergabung ke banyak grup ini setidaknya mengikuti pertanyaan atau informasi baru terkait dengan dunia blog. Selain itu, setidaknya saya bisa membantu beberapa pertanyaan yang muncul di beberapa grup ini yang bisa saya jawab. Karena saya lihat, beberapa akun facebook menanyakan beberapa pertanyaan yang sebenarnya bisa dicari di google, namun lebih memilih untuk bertanya di grup-grup facebook yang saya ikuti.

Pelajaran Dari Grup Facebook Blogger Indonesia

Dengan adanya status yang dihapus di dalam Grup Facebook “Blogger Indonesia” ini, maka saya akhirnya mendapatkan pelajaran. Pelajaran utama yang saya ambil, hampir seperti filosofi sebuah buku.

Sebuah buku bertemakan Bahasa Inggris adalah buku gambar bagi seorang anak kecil, namun akan menjadi buku berharga bagi mereka yang sedang menimba ilmu Bahasa Inggris.

Berharga atau tidaknya sebuah artikel tergantung kepada siapa pembaca kita.

Sebenarnya artikel saya yang dihapus itu, akan saya bagikan di tempat yang lain. Karena itu saya menggunakan metode penulisan yang sedikit bermakna dan mengandung beberapa informasi dan opini pribadi. Namun sebelum saya membagikan tulisan tersebut, saya memilih untuk membagikannya pertama kali di grup Blogger Indonesia, dibandingkan di grup-grup facebook lain yang saya ikuti.

Saya kini sadar, kita harus benar-benar selektif kemana kita harus membagikan tulisan kita. Karena bisa jadi tulisan kita akan menjadi tulisan tidak bermanfaat di saat kita membagikannya di tempat yang salah.

6 Comments

  1. Mas Eko 31 Oktober 2015 23:10
    • Ridha Harwan 9 November 2015 10:22
  2. Achmad Fazri 6 Oktober 2015 12:56
    • Ridha Harwan 8 Oktober 2015 08:18
      • Achmad Fazri 8 Oktober 2015 19:14
        • Ridha Harwan 21 Oktober 2015 10:34

Leave a Reply