Apa Hukuman Kalau Salah Menerjemahkan Bahasa?

Pertanyaan di atas merupakan kata kunci pencarian yang masuk ke dalam blog tarjiem saya hari ini. Sebenarnya hanya iseng saja melihat-lihat kata kunci apa saja yang masuk. Cukup banyak memang. Namun saat melihat kata kunci yang masuk ini, membuat saya tergelitik untuk menjawabnya melalui tulisan ini.

Apa Hukumannya Kalau Salah Menerjemahkan Bahasa?

Jawab:

Jika kita salah melakukan terjemahan atau melakukan proses alih bahasa dari bahasa sumber ke bahasa sasaran maka hukuman yang paling ringan adalah tidak ada hukuman. Sedangkan hukuman yang paling beratnya adalah seorang penerjemahnya ‘digantung’. Serem yah.

Ilustrasi saat Bapak Jokowi bersama Jim Young Kim, Presiden Bank Dunia.

Ilustrasi saat Bapak Jokowi bersama Jim Young Kim, Presiden Bank Dunia. (viva.co.id)

Tingkat Kesalahan Menentukan Hukumannya

Andai saja ada adik atau saudara yang bertanya mengenai terjemahan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia mengenai pekerjaan rumah (pr) sekolahnya lalu kita salah menerjemahkannya, tentu kita tidak mendapatkan hukuman apa-apa. Paling kita akan mendapatkan protes dari adik atau orang yang meminta tolong lantaran terjemahan yang kita terjemahkan salah. Sehingga hal ini membuat pr yang ditanyakan tidak mendapatkan nilai yang diharapkan.

Nah bagaimana kalau ada seorang kepala negara minta tolong seorang juru bahasa (interpreter) untuk menerjemahkan percakapannya dengan kepala negara lainnya atau kita dimintai tolong menerjemahkan sebuah dokumen negara.  Katakanlah Presiden Republik Indonesia sedang berdiskusi dengan Presiden Tiongkok (China). Lalu seorang juru bahasa Tiongkok – Indonesia diminta untuk menerjemahkan percakapan dua Presiden ini.

Nah jika terjadi kesalahan terjemahan oleh juru bahasa atau salah menerjemahkan dokumen negara, tentu akan terjadi salah paham di antara kedua pemimpin negara. Hal yang mengerikan adalah hanya gara-gara salah menerjemah percakapan antara dua pemimpin negara, bisa-bisa dua negara ini akan saling berselisih, lebih parahnya akan memicu perang antar negara. Inilah yang dimaksudkan kalau salah menerjemahkan bahasa akan mengakibatkan penerjemah bahasa (translator) itu mendapatkan hukuman pancung atau digantung. Serem kan.

Ketahui Konteks Bahan Yang Sedang Diterjemahkan

Agar terhindar dari hukuman salah menerjemahkan, ketahui bahan yang sedang diterjemahkan. Jika kita tidak mampu melakukan penerjemahan, jangan sesekali menerjemahkan bahan tersebut. Ingat, bukan berarti kita paham Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia bisa membuat kita bisa menerjemahkan semua bahan terjemahan. Karena setiap bidang terjemahan membutuhkan kemampuan yang beda-beda. Karena konteks terjemahan sebuah kata itu juga berbeda-beda. Jangan sesekali kita mencoba menerjemah jika kita tidak mampu menerjemahkan. Jadi kesimpulannya, agar tidak mendapatkan hukuman salah menerjemah, cukup katakan tidak tahu saja. Jangan ragu-ragu untuk menolaknya.

Leave a Reply