Yuk Mengenal Lebih Dalam Facebook.com

Seharusnya saya menunda tulisan ini. Namun begitu saya melihat dua orang teman dan sahabat saya mendapatkan hal yang kurang enak di facebook dalam waktu berdekatan, akhirnya pagi menjelang siang ini saya tuliskan tulisan ini di ‘lapak’ saya ini.

Teman saya tadi malam mendapatkan kasus video p#r#o di akun facebooknya. Saya pun langsung mengirim pesan singkat untuk segera mengecek akun facebooknya. Pagi ini saya lihat akunnya sudah bisa dikendalikan. Lalu di saat yang sama di pagi ini juga, saya mendapati akun facebook sahabat saya ada iklannya. Permasalahannya, iklan ini sesuai dengan kegiatan sehari-harinya beliau. Jadinya orang-orang terdekat beliau yang tidak mengonfirmasi kebenaran iklan ini, bisa saja termakan mentah-mentah iklan sampah (spam) ini.

Mari Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Facebook.com

Apa yang Anda ketahui dari facebook? Untuk apa Anda menggunakan facebook? Lalu siapa yang diuntungkan jika Anda menggunakan facebook?

Negara terbesar pengguna facebook, Indonesia.

Daftar negara terbesar pengguna facebook. (wikipedia via quora.com)

Sejak awal menggunakan facebook, saya berniat facebook sebagai ajang silaturrahmi dan komunikasi saya kepada teman-teman saya yang cukup berjauhan. Dengan memperbarui status, kita bisa tahu bagaimana kabar teman, sahabat, saudara, atau keluarga kita. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara pengguna facebook terbesar di dunia (cara bacanya: negara pemasok keuntungan). Bahkan, pemilik facebook sendiri, Mark Zuckerberg pernah jalan-jalan ke Pasar Tanah Abang dengan Bapak Joko Widodo.

1. Facebook Sebagai Sarang Virus

Ilustrasi virus facebook "gadis mabuk" yang sempat bikin heboh.

Ilustrasi virus facebook “gadis mabuk” yang sempat bikin heboh.

Mohon maaf kalau saya menempatkan ini pada kategori yang pertama. Hal ini yang ingin saya angkat dalam tulisan saya kali ini. Saya perhatikan, hampir setiap minggu, ada saja akun-akun yang disusupi virus di halaman facebook atau lini masa (timeline) saya dan setiap hari kadang ada saja status tidak layak masuk ke dalam grup-grup facebook. Biasanya, akun-akun yang berhasil dibajak (hacked), akun-akun ini akan menyebarkan hal-hal yang menarik bagi para pembacanya, entahlah itu dalam bentuk, kata-kata atau tulisan, tauta, video, atau gambar.

Percaya atau tidak, sebagai salah satu media sosial yang banyak digunakan di dunia, mau tidak mau facebook juga merupakan sasaran empuk para penyebar virus. Hal ini sama halnya dengan virus lebih banyak beredar di Windows dibandingkan di Linux. Saya jadi ingat kalau satu tahun yang lalu kalau si Mark pernah menekankan penambahan segi keamanan dan privasi untuk facebook. Buktinya, beberapa pengguna facebook ada yang dimintai hasil pindai Kartu Tanda Penduduk dan verifikasi nomor ponsel.

2. Hati-Hati Dengan Jempol Anda

facebook like jempol makanan anak kecil

Ilustrasi: Makna “jempol” facebook yang bermacam-macam.

Emangnya dengan memberi facebook like, bisa memberikan kami makanan?

Dari mana virus itu menyebar? Salah satu bisa saja dari cara ini. Hati-hatilah menempatkan ke mana “Suka” Anda ditujukan. Selain itu, makna jempol ini interpretasinya bisa bermacam-macam. Salah satu hal yang diharapkan para penyebar virus ini adalah banyaknya jempol yang diberikan pada status, catatan, video, gambar yang dibagikan. Semakin banyak jempol semakin baik. Periksa dahulu dan baca terlebih dahulu seluruh status yang akan anda beri “Jempol”. Periksa ulang tautan (link) yang hadir dan disusupi di bagian dalam atau di bagian bawah status tersebut.

3. Berhati-Hatilah Berteman di Facebook

Ilustrasi Profil Facebook Kucing

Ilustrasi: Profil Facebook Kucing (teentimes.com)

Selain dari harapan banyak menjaring “Suka” di Facebook, salah satu cara virus menyusup dan membajak yakni dengan cara ini, berteman terlebih dahulu. Sekitar satu tahun yang lalu saya bahagia memiliki sedikit pertemanan yang saya kenal di facebook, hanya sekitar 257 orang saja. Kini sejak saya memutuskan Nambah 125 Teman Gak Yah di Facebook ridharwan.co/nambah-125-teman-gak-yah-di-facebook/, akhirnya jumlah teman saya bertambah menjadi 460 orang saat ini.

Saran saya, jika kita berteman dengan teman yang sama sekali tidak kenal, apalagi belum pernah bertemu wajah secara langsung, ada baiknya menggunakan fasilitas “Berhenti Mengikuti (nama orang)” di facebook. Cara ini setidaknya juga mampu membuat kita mengurangi waktu membaca seluruh status baru yang hadir dalam akun facebook milik kita. Carany lihat gambar di bawah ini.

Fasilitas "berhenti mengikuti ... " yang cukup bermanfaat.

Fasilitas “berhenti mengikuti … ” yang cukup bermanfaat.

4. Hati-Hati Dengan Informasi yang Dibagikan Ulang

Ingat, banyak informasi-informasi di facebook yang disampaikan ulang tanpa menyebutkan rujukannya, khususnya dalam mengenai isu agama. Periksa ulang.

Keuntungan Sebenarnya Dibalik Menggunakan Facebook

Jika menggunakan facebook itu lebih banyak manfaatnya, kenapa kita tidak menggunakan facebook bukan? Namun bagaimana jika sebaliknya? Saya pribadi sangat menikmati menggunakan facebook. Khususnya untuk mengetahui kabar-kabar terbaru orang yang saya kenal di facebook, khususnya keluarga, saudara dan sahabat. Jangan sampai banyaknya keuntungan penggunaan gratis di facebook ini membuat kita terjebak dari banyaknya jebmen (jebakan-jebakan batman) yang banyak berseliweran di dunia maya, terutama di facebook.

Contoh status jebakan (jebmen) di facebook.

Contoh status jebakan (jebmen) di facebook.

Facebook sendiri banyak dijadikan sebagai ajang mencari keuntungan demi faktor seo (agar bisa tampil di halaman 1 di hasil pencarian google). Bagi kebanyakan orang (dan bagi saya juga), facebook juga merupakan ajang saling berpromosi (berdagang). Faktor-faktor seo dan ajang promosi itu setidaknya menggunakan 4 cara di atas. Namun bagi saya pribadi, saya berusaha menggunakan akun pribadi facebook saya sebagai ajang menjalin silaturrahmi dan komunikasi. Bukan sebagai ajang merusak hubungan pertemanan.

Kutipan facebook fanspage AaGym yang keren.

Kutipan facebook fanspage AaGym yang keren.

Penutup

Mohon maaf kalau tulisan saya ini agak sedikit “kurang enak”. Saya sadar apa yang saya tuliskan ini adalah hal yang sensitif, khususnya bagi pencinta facebook. Namun saya sadar juga, tidak semua orang mengenal lebih dalam arti penggunaan ragam media sosial yang banyak bermunculan sekarang. Entah itu facebook, twitter, instagram, path, dsb. Contoh halaman facebook yang saya lihat cukup bijak dan saya sukai yakni halaman fanspage Bapak SBY dan halaman Tentara Nasional Indonesia (Paling Update). Walau tidak setiap hari membuat status baru, namun setiap membuat status baru, isinya begitu bermanfaat (banyak yang memberi jempol, berkomentar dan membagikan ulang). Jangan sampai pertemanan di dunia nyata terganggu hanya gara-gara keliru berkomunikasi di dunia maya. Semoga bermanfaat.

9 Comments

  1. fauzy ahmad 19 Agustus 2015 05:46
    • Ridha Harwan 21 Agustus 2015 11:35
  2. cumilebay.com 13 Agustus 2015 10:29
    • Ridha Harwan 17 Agustus 2015 10:04
  3. Rianda prayoga 6 Agustus 2015 19:55
    • Ridha Harwan 11 Agustus 2015 11:07
  4. Achmad Fazri 4 Agustus 2015 18:55
    • Ridha Harwan 11 Agustus 2015 11:05
      • Achmad Fazri 11 Agustus 2015 20:28

Leave a Reply