Satu Tahun Bersama Hosting Dhyhost (Testimoni)

Nama hostingnya saja sudah menarik, hosting dhyhost. Dari awal saya sudah menduga kalau dari nama saja sudah cukup menarik dan berbeda. Sebuah proses branding yang cukup menarik. Sama halnya dengan usaha saya mempopulerkan merek (branding) situs terjemahan Inggris Indonesia saya ini, tarjiem.

Awalnya saya bertemu dengan hosting dhyhost ini di sebuah forum. Setelah saya telusuri ‘jejak sejarah’ akun dhyhost ini di forum tersebut, akhirnya saya beranikan kalau hosting ini adalah hosting ‘buka segel’ setelah saya sejak memutuskan pindah dari blogger ke wordpress.org. Saya memiliki pertimbangan sendiri mengapa saya memilih hosting dhyhost sebagai hosting perkenalan saya dengan dunia shared hosting dan wordpress.org.

Perkenalan dan tiket pertama di hosting Dhyhost.

Perkenalan dan tiket pertama di hosting Dhyhost, lebaran masih buka.

Alasan Saya Memilih Hosting Dhyhost

Walau di dalam pasar forum tersebut banyak sekali jasa hosting Indonesia, namun pilihan saya jatuh kepada hosting dhyhost ini. Alasan saya kenapa memilih hosting dhyhost:

  1. Harga dan paket  hosting yang ditawarkan cukup masuk akal.
  2. Fasilitas paket hosting (addon domain, sub domain, bandwith, email accounts, disk space) yang lebih dari cukup.
  3. Bisa ngobrol pakai Bahasa Indonesia.
  4. Ada yahoo messenger.
  5. Nama hostingnya cukup ‘aneh’.

Cukup pegal juga bolak-balik memilih lapak hosting yang banyak bertebaran. Seperti saat kita akan membeli sebuah pakaian saja, namun kita rela mengelilingi satu mal hanya untuk membeli sebuah kaos baju saja. Hal yang pertama kali saya lihat dan bandingkan antar layanan hosting adalah harga dan paket hosting yang ditawarkan. Jelas pertama kali saya akan menyesuaikan dengan uang atau anggaran yang saya miliki.

Tagihan hosting dhyhost pertama kali.

Tagihan hosting dhyhost pertama kali.

Pertama Kali Beli Paket Shared Hosting Dhy-1 Server Indonesia

Paket hosting dhyhost yang pertama kali saya beli adalah paket shared hosting dengan server Indonesia (IIX) seharga 45 ribu rupiah setahun dengan panel hosting cPanel. Harga paket hosting asli Dhy-1 adalah 60.000 per tahun, dapat potongan harga 25%.

Kalau diingat-ingat, dari sekian banyak pertanyaan saya sebagai orang awam yang baru menggunakan hosting berbagi (shared hosting), kira-kira salah satu pertanyaan konyol dan membuat saya sedikit bersalah, semoga saya dimaafkan, yakni:

Saya: Hosting Dhyhost ini bentuknya PT atau CV?

Om Aldhy : Bentuknya personal.

Jika dibandingkan dengan jasa terjemahan Inggris Indonesia yang saya tawarkan, itu seperti orang bertanya kepada saya:

Kamu itu lulusan kuliah Bahasa Inggris atau enggak sih?

Sebuah pertanyaan kecil namun #sakitnyatuhdisini.

Untuk cerita awal proses perpindahan dari blog blogspot ke wordpress self hosting dhyhost, saya sudah menjelaskan panjang lebar di testimoni (kesaksian) saya yang pertama kali di dhyhost.

Sempat ‘Selingkuh’ ke Shared Hosting Namecheap

Baru 3 bulan saya menggunakan hosting dhyhost, ternyata kapasitas penyimpanan data (disc space) saya sudah kepenuhan. Wajar saja karena saya beli paket hosting yang cukup kecil, saat itu hanya mampu menyimpan 250Mb. Sedangkan saya mengaktifkan fasilitas membuat cadangan data secara otomatis (automated backup) dari softaculous setiap satu minggu sekali dengan rotasi 2 minggu. Akhirnya ruang data jadi penuh dengan cadangan wordpress tarjiem. Waktu itu mesin wordpress saya menggunakan 80 Mb untuk satu kapasitas penyimpanan. Ditambah cadangan 2 minggu sekali jadinya sekitar 240Mb, jadi kepenuhan.

Akhirnya saya memutuskan mencari ‘pacar baru’ untuk lapak penerjemah Inggris Indonesia saya ini. Saya pun bertemu dengan hosting namecheap. Namecheap sendiri dikenal dengan layanan domain. Saya memilih namecheap lantaran saya memiliki domain di sana dan sekaligus ingin merasakan ‘layanan kelas dunia’ untuk layanan jasa hosting. Sekaligus harga shared hosting yang ditawarkan sangat murah sekali, kurang dari USD $10 untuk tahun pertama paket “value shared hosting”.

Testimony Dhyhost Hosting

Testimony Dhyhost Hosting

Faktanya, belum satu bulan di namecheap saya menggunakan hosting namecheap, hati saya sudah tidak bisa tenang. Belum genap 3 bulan saya sudah kembali ke hosting dhyhost. Saya sangat kecewa dengan hosting namecheap. Saya langsung tinggalkan hosting namecheap walau masih ada siswa waktu 8 bulan lagi. Lihat ceritanya di sini.

Kembali ke Hosting Dhyhost Paket Semi-Dedicated

Belajar banyak dari mantan ‘pacar yang bandel’ yang membuat saya kecewa dengan layanan hosting yang diberikan, sekarang saya tidak lagi kompromi dengan hosting yang saya gunakan. Langsung saya kembali ke ‘cirebon’ hosting dhyhost dengan paket hosting yang boleh saya katakan rasanya cukup premium. Saya sendiri tidak tahu apa itu arti paket semi-dedicated dibandingkan dengan layanan shared hosting lainnya, saya hanya tahu kalau paket hosting dhyhost ini tidak membuat saya kecewa (hosting tidak down).

Dari Dhyhost Share Hosting ke Semi-Dedicated ke VPS atau Hosting Awan

Kini saya merasa nyaman dengan tenang dengan paket hosting dhyhost semi-dedicated semi-3. Saya sadar paket ini cukup mahal. Bayangkan saja harga paket dhyhost hosting semi-dedicated untuk satu bulan yakni 45 ribu. Setara dengan satu tahun paket shared hosting yang saya gunakan pertama kali atau setidaknya hampir setara dengan harga paket VPS atau hosting awan (cloud hosting) dimana kedua jenis hosting tersebut menawarkan unlimited bandwith.

Kesimpulan Hosting di Dhyhost

Tidak terasa sudah satu tahun bersama hosting dhyhost. Saya juga sudah mencoba hosting dhyhost paket bisnis, rasanya juga cukup menyenangkan. Belum lagi beberapa penawaran diskon hosting yang cukup menarik. Paket hosting dhyhost bisnis USBis-2 yang saya beli mendapatkan kupon diskon 69% berulang (recuring).

Salah satu kesimpulan dari beberapa tulisan serial hosting yang telah saya tuliskan, kekuatan hosting dhyhost terletak pada kecerdasan Om Aldhy selaku pengelola, pemilik, support, customer service dalam mengelola hosting yang ditawarkan. Entah sudah berapa banyak ilmu hosting yang saya ‘curi’ dari tiket dan obrolan (chatting) di yahoo messenger. Saya sadar saat ini mungkin support hosting hanya ada seorang  yang luar biasa dan bisa diandalkan. Namun demikian support hosting dhyhost memiliki pengetahuan hostingnya yang cukup mumpuni. Hal inilah yang sulit saya temukan di beberapa layanan hosting yang sudah pernah saya ‘datangi’. Tidak mudah menemukan support hosting yang memiliki pengetahuan hosting yang bagus. Banyak ilmu optimasi seo, khususnya dalam mempercepat loading blog wordpress jasa terjemahan ini yang saya dapatkan dari beliau.

Pemilik-hosting-dhyhost-aldhy-owner

Dhyhost = alDhy + Host

Saya pribadi optimis dengan layanan hosting Indonesia, terlebih  dalam mempertahankan idealisme “gunakanlah produk dalam negeri” di masa mata uang dolar sedang meningkat saat ini. Kuncinya yakni kita bisa melihat dari support atau jawaban atas pertanyaan remeh-temeh yang kita tanyakan. Apakah itu bisa diterima atau tidak. Tanggapannya baik atau tidak. Apakah jawaban kita dijawab dengan cepat atau tidak atau apakah ia mau membagikan ilmu hostingnya kepada pelanggannya atau tidak.

Tulisan ini pun tak ubahnya bentuk ucapan terima kasih saya secara pribadi lantaran saya cukup berbahagia efek optimasi seo blog terjemahan ini sedang bagus-bagusnya. Jelas ini lantaran salah satunya atas dukungan hosting saya rasa premium ini. Satu tahun bersama hosting dhyhost, walau sempat ‘selingkuh’, ternyata total ‘jajanan’ saya sudah lebih dari 1 juta rupiah di hosting dhyhost. Kalau branding hosting dhyhost warna temanya ijo-ijo (hijau), saya lebih suka warna jingga (orange) untuk blog jasa terjemahan Inggris Indonesia ini. Teng kiu Om Aldhy.

4 Comments

  1. Ryan M. 22 Januari 2016 23:18
    • Ridha Harwan 27 Januari 2016 08:09
  2. Liberto Amin 3 Januari 2016 11:42
    • Ridha Harwan 5 Januari 2016 10:00

Leave a Reply