Penerjemah Bahasa Jika Akan Mewancarai Presiden

Banyak dari para pakar penerjemah bahasa menyarankan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih serius belajar bahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Dimana Bahasa Inggris di negeri ini sudah dianggap menjadi bahasa yang cukup populer. Begitu pula untuk Bapak Presiden Joko Widodo atau  lebih sering dikenal dengan sebutan Bapak Jokowi.

Beliau sempat dikritik terkait Bahasa Inggrisnya yang tidak begitu fasih. Beberapa minggu lalu sempat beredar di media sosial sebuah artikel yang memuat tentang ketidakcakapan Bapak Jokowi dalam Berbahasa Inggris. Artikel yang diberi judul oleh Martino Tan “Nation-Building Straits Times Eeleases Unflattering Jokowi Video” ini cukup populer di masyarakat luas, baik itu masyarakat umum dan juga masyarakat pengguna internet atau yang lebih dikenal dengan istilah netizen. Wawancara tersebut dilakukan oleh salah seorang wartawan dari Singapura di Istana Bogor sekitar akhir Bulan Juli 2015 yang lalu.

Ilustrasi saat Bapak Jokowi bersama Jim Young Kim, Presiden Bank Dunia.

Ilustrasi saat Bapak Jokowi bersama Jim Young Kim, Presiden Bank Dunia. (viva.co.id)

Hal ini juga turut mengundang pakar politik Efendi Gazali untuk ikut berkomentar terkait kekurangan Bapak Presiden Joko Widodo dalam Berbahasa Inggris. Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut memang sejak dalam masa kampanye awal pencalonan presiden sempat disinggung kemampuan Bahasa Inggrisnya yang masih kurang. Dari paparan Efendi bahwa kemampuan Bahasa Inggris presiden yang masih kurang itu masih dalam tahap kewajaran.

Efendi Gazali menambahkan bahwa, agar hal ini tidak terulang kembali maka pada saat akan diwawancarai, Bapak Jokowi lebih baik menunjuk pewawancara dari Indonesia saja. Atau dengan pilihan lain, menyiapkan penerjemah bahasa lisan atau interpreter yang siap menjadi perantara antara percakapan Bapak Presiden dan pihak pewawancara. Sehingga kasus serupa tidak terulang.

Saran lain pun ditambahkan agar presiden lebih mempersiapkan dan mampu mengantisipasi hal-hal seperti ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Efendi memuji kalau memang Bahasa Inggris Bapak Jokowi unik daripada yang lain. Selain presiden indonesia ke 7 ini dari Jawa, logat Bahasa Inggrisnya pun masih berbau logat Bahasa Jawa, Bahasa Inggris Jawa. Akan tetapi, media asing harus tetap menghargai dan menghormati bahwa beliau adalah Presiden dari sebuah negara besar yaitu negara Indonesia, sehingga tidak boleh untuk diperbincangkan sembarangan.

Hal yang sedikit disayangkan dari Efendi adalah, tidak adanya respon balik dari pihak istana, terkait ejekan media asing tersebut karena bisa membuat orang berpikir bahwa presiden tidak mempedulikan pendapat orang banyak. Walau bagaimana pun Pak Jokowi sebagai presiden harus tetap menanggapi hal ini dengan positif, karena beliau adalah presiden yang diharapkan oleh segenap warga negara. Beliau harus tetap gagah berwibawa, sekali pun kemampuan Bahasa Inggrisnya masih dipandang kurang. Presiden sendiri dikenal sebagai salah satu orang penting di satu negara dan tidak jarang yang menganggap presiden mewakili negara tersebut maka selayaknya simbol tersebut harus menampakkan wujud asli bangsa yang besar seperti yang diharapkan oleh kita semua.

Kliping Berita (6 Agustus 2015): http://nasional.harianterbit.com/nasional/2015/08/06/37385/25/25/Jokowi-Diejek-Soal-Bahasa-Inggris-Pakar-Itu-Keunikan-Presiden-RI-Sekarang

11 Comments

  1. Nyleneh.com 27 September 2015 21:50
    • Ridha Harwan 28 September 2015 09:23
  2. Mas Dory 27 September 2015 17:26
    • Ridha Harwan 27 September 2015 18:28
  3. Nuhan Nahidl 30 Agustus 2015 12:26
    • Ridha Harwan 4 September 2015 11:01
  4. purnama 30 Agustus 2015 11:05
  5. purnama 30 Agustus 2015 11:04
    • Ridha Harwan 4 September 2015 11:00
  6. Sucipto Kuncoro 29 Agustus 2015 22:42
    • Ridha Harwan 30 Agustus 2015 10:18

Leave a Reply