Lega Mencopot Plugin SEO WordPress Yoast

Baru: Per 8 Agustus 2015, saya telah kembali menggunakan Plugin Yoast SEO. Lihat penjelasannya di sini.

Aneh yah, kok sekarang lega rasanya mencopot plugin wordpress seo yoast ini. Sebelumnya saya suka sekali menggunakan plugin seo ini. Namun saat ini begitu saya melepas dan tidak menggunakan jenis plugin seo ini, senang dan nyaman sekali rasanya.

Sebelumnya saya sudah menuliskan tulisan mengenai Di Saat Plugin Yoast tidak diperlukan lagi. Pada saat saya menuliskan tulisan tersebut, pedoman saya adalah gambar di bawah ini.

Kinerja penggunaan plugin seo yoast oleh P3

Kinerja penggunaan plugin seo yoast oleh P3

Berdasarkan gambar di atas dengan plugin P3, plugin seo wordpress yoast merupakan plugin yang dominan dalam menggunakan sumber daya hosting atau wordpress, hosting. Dengan kata lain, plugin yoast agak sedikit memberatkan blog. Apalagi jika shared hosting yang digunakan, kurang asyik.

Efek Dilepasnya Plugin SEO WordPress Yoast Ini

Sebenarnya efeknya tidak ada, apalagi efek seo bagi blog jasa penerjemah ini. Terlebih lagi bagi jumlah pengunjung blog ini, apakah semakin meningkat, menurun, atau sama saja. Namun seperti paragraf pertama di atas, efeknya adalah saya merasa lega dan senang melepas plugin yoast ini.

Kinerja Shared Hosting Semakin Ringan

Entah benar atau tidak, setidaknya semakin sedikit plugin di blog wordpress yang digunakan, maka hal ini setidaknya akan memperingan kerja blog. Dengan dilepaskannya plugin wordpress seo yoast ini, berarti setidaknya saya sudah mengurangi 44% sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan plugin yoast ini. Angka 44% ini sendiri mungkin bermakna 0,3917 detik menambah waktu muat (loading time) blog ini jika menggunakan plugin yoast.

Menulis di Blog Lebih Lega

Dalam tulisan saya yang baru-baru ini, It’s A Blogging Time, Rock and Roll With No Seo, secara tidak langsung saya menyiratkan kalau saya ingin menulis apa adanya. Tidak mengejar SEO, bahkan halaman satu. Karena menurut saya, pada dasarnya ilmu seo itu sederhana sekali. Hal yang terpenting adalah apa yang kita tulis itu dibutuhkan pengunjung atau tidak. Walau pun memang benar faktor lain, seperti backlink atau on page seo dibutuhkan untuk memperkuat pondasi blog. Namun terlepas dari itu, setidaknya saya bisa menulis ‘suka-suka’ di blog ini. Sehingga tulisan-tulisan bebas saya pun hadir sebagai bagian inti dari seo itu sendiri.

Efek Keren Tidak Dipakainya Plugin WordPress SEO Yoast

Sebenarnya saya tidak ingin menuliskan hal ini. Namun saya anggap ini sebagai berbagi informasi saja bagi para pembaca yang sudah bersedia membaca tulisan saya ini. Coba buka situs chkme.com. Lalu cobalah masukkan alamat blog iniuntuk diketahui berapa nilai seo on page blog terjemahan ini. Lihat contoh gambar di bawah ini.

Cara Menilai SEO On Page Dengan chkme.com

Cara Menilai SEO On Page Dengan chkme.com

Awalnya saya terkejut tidak percaya. Entah benar atau tidak. Saya pribadi belum mengecek dengan alat lainnya. Mungkin ini hanya kebetulan saja. Namun pada saat saya mengecek halaman lain blog tarjiem.com ini, nilainya hampir sama hanya berbeda sedikit. Coba saja cek juga nilai seo untuk tulisan ini.

Nilai SEO yang saya dapatkan untuk blog ini adalah 100% pada saat melepas plugin wordpress seo yoast dan saat menulis tulisan ini. Hal ini rasanya tidak saya dapatkan pada saat memasang plugin yoast ini atau bisa jadi saya yang tidak memperhatikan hal ini. Seingat saya, pada saat saya masih menggunakan plugin seo yoast ini, nilai seo yang saya dapatkan untuk blog ini hanya mencapai 87%. Itulah yang saya sebutkan sebagai efek keren tidak dipakainya plugin wordpress seo yoast.

4 Comments

  1. Wahab Saputra 8 Juli 2015 19:45
  2. Sucipto Kuncoro 6 Juli 2015 11:53
    • Ridha Harwan 10 Juli 2015 08:32

Leave a Reply