Hosting Namecheap Error 523 Connection timed out

Ulasan Awal Hosting Namecheap (Review 2015)

Hosting namecheap adalah hosting yang digunakan dalam blog jasa penerjemah saat ini. Namun secara umum saya kurang puas dengan kinerja hosting namecheap yang menggunakan bentuk share hosting ini. Sebelumnya dalam beberapa tulisan saya yang membahas topik hosting, saya belum sepenuhnya memberikan rekomendasi hosting namecheap ini. Alasannya saya belum mencoba 1-2 bulan menggunakan hosting namecheap ini.

Sejak saya menulis tulisan jasa terjemahan dengan hosting namecheap pindah dari dhyhost pada tanggal 2 Februari 2015 yang lalu, maka saya setidaknya bisa menyimpulkan bagaimana kinerja share hosting namecheap ini. “Namecheap hosting slow” itulah salah satu kata kunci penelusuran terkait jika ada yang sedang dengan kata kunci “hosting namecheap” di google. Edisi sebel.

Hosting Namecheap Review 2015 (Ulasan Awal)

Berikut ini jabaran hosting namecheap reviews sebelum saya genap menghabiskan jatah satu tahun menggunakan namecheap web hosting sebelum berpindah ke layanan hosting lainnya.

Hosting Namecheap Error 523 Connection timed out
Tarjiem Hosting Namecheap Error 523 Connection timed out

Kurang Tangguhnya Namecheap Shared Hosting

Itulah kesimpulan review awal saya setelah menggunakan layanan share hosting namecheap web hosting value plan paket hosting Value 4G selama empat bulan dengan blog terjemahan bahasa bermesinkan wordpress.org. Saya katakan share hosting namecheap kurang tangguh karena:

Plugin hosting wordpress sedikit dan pengunjung sedikit tapi blog tidak bisa diakses (namecheap hosting down)

Itulah alasan utama mengapa saya menulis tentang ulasan awal hosting namecheap (review) ini.

Sebelumnya, sekitar 5 hari yang lalu saya telah selesai memasang sertifikat ssl. Anehnya sejak saat itu, situs saya hampir selalu sering kedapatan down khususnya pada saat saya mengakses wp admin. Padahal dalam penjelasan tiket ssl support hosting namecheap, ssl tidak akan berpengaruh pada kinerja hosting.

Hosting Namecheap Review 2015 Error 508. Resource Limit Is Reached
Hosting Namecheap Review 2015 Error 508. Resource Limit Is Reached

Alasan pertama hosting namecheap help yakni terlalu banyak cron jobs.

Pertama kali saya mendapatkan namecheap hosting down selama sekitar 1 menit. Saya langsung ke namecheap login untuk mengirim tiket. Seperti biasa, kalau urusan tiket namecheap skala “low” hingga “high”, biasanya baru sekitar 1 jam dibalas. Setelah saya mendapatkan balasan, saya disarankan untuk langsung menggunakan layanan live chat pada saat mendapatkan hosting namecheap down. Begitu keesokan harinya, saya pun mendapatkan hosting namecheap saya down. Saya langsung menghubungi live chat namecheap help. Pada intinya, alasan hosting namecheap saya down karena kebanyakan cron jobs di auto backup softaculous cpanel. Akhirnya saya hanya menggunakan satu perintah cron jobs dan menghapus semua perintah cron jobs untuk auto back up wordpress saya yang lain. Saya rela mengambil resiko untuk menghapus beberapa perintah auto back up di cpanel untuk beberapa sub domain tarjiem ini. Padahal itu cukup berisiko.

Review Namecheap Hosting WordPress Error 522.
Review Namecheap Hosting WordPress Error 522.

Lalu malam berikutnya, belum genap 24 jam setelah kejadian pertama hosting namecheap saya down, kejadiannya berulang lagi. Saya mendapatkan hosting namecheap down pada saat saya menggunakan plugin broken link checker. Saya mengaktifkan plugin ini dan plugin ini mulai bekerja memeriksa tautan yang rusak setelah mengubah http ke https yang cukup berbahaya bagi seo blog. Saat saya memilih “bulk fix redirect” banyak tautan lantaran tautan banyak berubah setelah memasang ssl, tiba-tiba blog terjemahan ini tidak bisa diakses. Langsung saya menghubungi live chat namecheap help lagi, tentu beserta dukungan skrinsut (screen shoot atau print screen).

Alasan kedua karena namecheap hosting wordpress plugin

Alasannya sama, cron jobs juga. Namun saya katakan kalau pada waktu itu saya menggunakan dan mengaktifkan plugin broken link checker. Plugin ini memang menggunakan banyak I/O resource pada saat pertama kalinya mencari tautan yang rusak. Live chat namecheap help bilang kalau plugin ini mungkin yang menyebabkan namecheap hosting down pada saat itu. Walaupun sebenarnya saya bisa protes “apakah hanya gara-gara plugin broken link checker bekerja hosting namecheap jadi down”. Padahal menurut saya plugin ini tidak terlalu berat digunakan. Apalagi plugin wordpress yang saya pasang jumlahnya ada 10 plugin. Selain itu juga, jumlah pengunjung pada saat itu kurang dari 10 orang yang aktif pada waktu yang bersamaan. Tidak sampai ratusan pengunjung, di mana cukup wajar jika share hosting-nya jadi down jika sudah > 30-50 pengunjung di waktu yang bersamaan.

Review Hosting Namecheap Error 523. Perhatikan jam dan tanggalnya juga.
Review Hosting Namecheap Error 523. Perhatikan jam dan tanggalnya juga.

Alasan lain namecheap hosting wordpress kurang tangguh yakni:

Alasan lain, dari tiga jatah namecheap addon domain, saya hanya menggunakan 2 domain. Satu domain untuk blog wordpress jasa terjemahan ini dan satu domain untuk blog wordpress yang pengunjungnya tidak ada sama sekali, namun telah menggunakan kapasitas penyimpanan lebih dari 100 MB.

Apakah hosting namecheap itu bagus?

Bagi Anda yang akan menggunakan hosting namecheap tentu akan bertanya, apakah menggunakan hosting namecheap itu bagus? Bagi saya pribadi, kelebihan paket namecheap hosting itu (hanya) terletak pada harga tahun pertama pada saat membeli hosting tanpa menggunakan namecheap hosting coupoun code. Alasannya, harga paket hosting namecheap tahun pertama itu murah sekali tanpa menggunakan namecheap coupon. Hanya sekitar 110 ribu rupiah saja. Walaupun paket hosting namecheap Value 4G yang saya gunakan memiliki kapasitas yang besar hingga 20GB , namun sayangnya paket hosting namecheap ini hanya memberikan jumlah addon hosting namecheap yakni tiga addon domain (hosted domains) saja.

Harga Value Hosting Namecheap
Harga Value Paket Hosting Namecheap

Kesimpulan Awal Namecheap Hosting Review 2015

Dari awal saya memang berniat hanya menggunakan namecheap hosting ini selama satu tahun. Kecuali kalau memang layanan hosting namecheap yang saya rasakan cukup bagus. Namun setelah saya mengalami kejadian kurang “asyiknya” hosting namecheap ini, maka saya tetap menggunakan layanan paket hosting namecheap ini hingga masanya habis atau 7-8 bulan ke depan. Kemudian saya akan mencari layanan hosting pilihan lainnya, khususnya berharap menemukan layanan hosting terbaik dalam negeri.

Walau perusahaan namecheap cukup besar dan tampaknya lebih dominan dengan layanan domain-nya, namun sayangnya saya kurang mendapatkan pengalaman kurang baik pada saat menggunakan hosting namecheap. Agar Anda tidak (terlalu) salah memilih hosting, mungkin tulisan saya mengenai cara bijak memilih hosting versi pemula dapat membantu Anda. Tentu saja, jika kita membicarakan layanan sebuah hosting, beda orang beda pula ceritanya. Apalagi jika ada yang ingin membandingkan layanan namecheap hosting vs hostgator, godaddy hosting atau hosting lainnya.

review namecheap web hosting
SEO bisa hancur kalau terus begini. Review Namecheap Web Hosting 2015.

Sebagai informasi tambahan, 30 menit sebelum saya memutuskan untuk menuliskan review hosting namecheap ini, hosting namecheap saya masih mengalami gagal akses sekitar 1 menit saat saya di dalam wp admin. Padahal menurut saya tidak ada plugin (atau mungkin cron jobs) yang bekerja pada saat itu. Itulah mengapa saya katakan kalau hosting namecheap itu kurang tangguh. Dari pada saya “marah-marah” ke tiket atau live chat hosting namecheap help, lebih baik saya tuangkan dalam tulisan ulasan awal hosting namecheap review 2015 ini.

24 thoughts on “Ulasan Awal Hosting Namecheap (Review 2015)

  1. Halo mas, tidak ada yang sempurna memang di dunia ini, begitu juga dengan hosting, namun saya juga pengguna namcheap, hawkhost, dhyhost, dracoola, dan beberapa penyedia host lokal. Namceheap cukup bagus tidak pernah down kalau yang saya alami. Dan mereka sudah pakai SSD.

    • Betul saya setuju.
      Cuman yang membuat saya kecewa itu, hosting down pada saat hanya ada satu plugin sedang aktif (broken link checker).
      Menurut saya sekaliber share hosting namecheap seharusnya tidak down pada saat plugin ini aktif. Saya coba mengaktifkan plugin ini di hosting lokal, hosting tersebut masih tetap bisa diakses. Apalagi harga normal share hosting ini boleh dibilang cukup tinggi.

      Sebenarnya ini wajar terjadi, namanya juga sumber daya hostingnya dibagi-bagi. Mungkin ‘tetangga’ saya sedang boros sumber daya waktu itu.

  2. walahh saya kira bagus hosting di namecheap kang, padahal mereka memberikan SLA 100% Uptime.
    Saya juga sampe binggung milih hosting kang, kalau punya uang banyak mah tinggal pakai cloud servernya automatic (vip.wordpress.com) yang harganya bikin tekor buat blog personal.

    • Kalau punya uang banyak gak bakalan pakai shared hosting. Kalau perlu pakai dedicated server. hehehehe
      Saya sudah gak percaya lagi sama hosting namecheap. Tahun ini mungkin sewa paketnya gak diperpanjang.

  3. terimakasih atas reviewnya mas, menambah pengalaman saya tentang hosting.. dan sejauh ini saya masih percaya dengan kualitas penyedia domain atau hosting dalam negeri dan tentunya juga harus memilih yang terbaik dari sekian layanan yang tersedia

    • Terima kasih. Sebenarnya mungkin dalam share hosting saya saja yang beban hostingnya berat. Jadinya blog saya yang gak terlalu berat ini terbawa dengan situs lain yang kebanyakan pengunjung dalam hosting yang sama.

  4. Frasa “hosting namecheap” yang diulang-ulang sungguh sangat menggelikan, di beberapa kalimat justru membuat jadi tidak jelas apa yang mau disampaikan.

    • Yah maklumlah, ini adalah edisi “sebel”. Gara-gara hosting ini, saya jadi bingung mau pindah cari hosting yang baru atau bertahan sampai 6 bulan ke depan di hosting “nama murah ini”.
      Saya pikir mempercayakan situs saya ini di hosting ini, bisa membuat saya tenang melakukan kegiatan menulis (blogging).

    • Gak tahulah, saya juga bingung sendiri. saya khawatir, jangan-jangan tetangga yang sama dengan hosting/server saya memang lagi menggunakan resource yang banyak.
      Namecheap kayaknya lebih dikenal dengan domainnya.

Leave a Comment