Catatan Kecil Penerjemah Pemula Untuk Pemula (Tips)

Walaupun 3-4 tahun terakhir ini sudah melakukan kegiatan terjemahan, namun baru kali ini saya dibilang ‘Subhanallah’ olah calon pembeli jasa terjemahan saya. Padahal beliau belum tahu biaya terjemahan Inggris ke Indonesia yang akan saya tawarkan kepada beliau.

Berikut ini tips kecil dari saya sebagai penerjemah pemula untuk teman-teman yang sedang meniti karier untuk menjadi seorang penerjemah bahasa (freelance). Anggap saja ini berbagi cerita saja di akhir pekan.

Mohon maaf sebelumnya jika tulisan ini terkesan terlalu singkat. Khawatir kalau tips ini tidak cepat-cepat ditulis, malah hilang jadinya.

1. Jujur
Pada dasarnya jasa terjemahan itu menggunakan asas kepercayaan. Jujur. Pada saat kita lagi di angkot, bilang saja, “Mohon maaf Pak/Bu, saya lagi di angkutan kota, email-nya nanti akan saya sekitar 2-3 jam lagi”.

2. Sms/Telp
Selama saya menerjemahkan, sms dan telp merupakan gerbang awal komunikasi saya. Alasannya, walaupun saya sedang di Bus menuju kampung, setidaknya saya tidak kerepotan mencari sinyal internet. Kartu yang saya gunakan adalah milik telkomsel. Alasannya, sinyal kartu inilah yang cukup tangguh di bawa melintasi pulau Sumatera.

3. Responsif (cepat-tanggap)
Khususnya di awal-awal, responsif itu penting sekali. Setelah menggunakan asas ‘jujur’ (bukan, ‘jujur kacang ijo’) membalas sms, tilpon atau email yang cepat diperlukan.

Ilustrasi Tips Menjadi Penerjemah

Ilustrasi Tips Menjadi Penerjemah

4. Jangan salah panggil nama
Di awal-awal komunikasi usahakan jangan salah panggil, Bapak/Ibu.

5. Bahasa Santun
Ingat, bahasa yang digunakan (dan tulisan saya ini) menggambarkan siapa yang menulisnya. Jangan sesekali menggunakan bahasa, sy bkn ank 4l4y.

6. Edukasi dengan Elegan
Banyak cara kita menyampaikan sesuatu. Sampaikan dengan cara yang indah jika ingin berkata “Gunakan saja google translate yah Pak/Bu”.

7. Kualitas dan Tepat Waktu
Ingat, kualitas tetaplah hal yang utama. Usahakan jangan mengorbankan kualitas lantaran ingin ‘kejar setoran’. Kualitas bagus, pembeli puas, kita dibayar, viral marketing atau word of mouth-pun berjalan. Ini merupakan salah satu cara pemasaran jasa yang kita tawarkan, rekomendasi dari mulut ke mulut. Baik antar penerjemah-pelanggan atau penerjemah-penerjemah.

8. Tepat Waktu
Tepati tenggat waktu penyerahan yang telah disepakati. Jika memang tidak bisa memenuhi waktu penyerahan, sebaiknya hindari menerima pekerjaan. Karena dapat memunculkan efek ‘kurang asyik’, baik bagi penerjemah atau yang memberi kerja.

9. Cat tools
Mulailah akrab dengan namanya ‘cat tools’. Apa itu cat tools? Sejenis perangkat lunak yang membuat produktifitas penerjemah bisa menjadi meningkat.

Penutup:
Mungkin alasan mengapa pagi ini saya dibilang ‘subhanallah’ lantaran beliau bertanya,
“Berapa waktu proses terjemahannya (jurnal)?”.
Lalu saya balas, “Sekitar 2-3 hari, tergantung bidang kelimuannya, jumlah kata sumber, format dokumen sumber”.
“Subhanallah …”
Akhirnya tulisan ini pun hadir di sini. Terima kasih.

Tulisan di atas adalah tulisan saya di dalam grup Himpunan Penerjemah Indonesia di Facebook pada bagian catatannya. Semoga ada manfaatnya bagi teman-teman yang ingin belajar jadi penerjemah (freelance).

6 Comments

  1. riizhu 13 Agustus 2015 11:08
    • Ridha Harwan 17 Agustus 2015 10:05
      • Reval 24 Maret 2016 18:59
        • Ridha Harwan 26 Maret 2016 10:03
  2. Sucipto Kuncoro 29 Mei 2015 11:38
    • Ridha Harwan 30 Mei 2015 14:42

Leave a Reply