Tiga Kalimat Untuk Tiga Paragraf Bahasa Indonesia

Dalam kegiatan jasa terjemahan saya, saya sering menemukan ragam teks bahasa sumber yang akan saya terjemahkan. Baik itu terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Sekitar satu atau dua minggu yang lalu saya baru saja menerjemahkan sebuah tulisan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Namun ada hal yang menarik untuk saya ceritakan dalam tulisan saya kali ini.

Waktu itu saya diminta untuk menerjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Setelah saya terima dan saat bahan ini mulai diterjemahkan, saya mulai curiga dengan gaya penulisan bahasa sumbernya, yakni Bahasa Indonesia. Indikasi kecurigaan saya bermula pada saat saya mulai membaca dan mulai menerjemahkan teks sumber ke dalam Bahasa Inggris, terlihat dari susunan kata dan kalimatnya. Ada yang yang tidak biasa saya temui.

Kejanggalan ini muncul pada susunan kalimat dalam satu buah halaman yang memiliki tiga paragraf ini. Begitu saya sadar akan hal ini, saya hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Tiga kalimat untuk tiga paragraf dalam tulisan berbahasa Indonesia dalam sebuah halaman. Hal itulah yang membuat saya geleng-geleng kepala atau kadang menarik napas untuk mengumpulkan energi dalam rangka memahami struktur kalimat bahasa sumbernya agar dapat diterjemahkan.

Dalam salah satu teori struktur bahasa, sebuah kata itu terdiri dari beberapa huruf yang tersusun sehingga membentuk sebuah kata yang memiliki makna tersendiri. Jika kata-kata ini dikumpulkan dengan sebuah struktur tertentu, maka kumpulan kata-kata ini dapat menjadi sebuah kalimat. Sebuah struktur dapat dinyatakan itu adalah sebuah kalimat, pada saat terdapat tanda “titik” (.) di akhir kumpulan kata-kata tersebut. Lebih lanjut, apabila kumpulan kalimat-kalimat ini disusun dalam sebuah rangkaian yang berurutan, maka akan terbentuklah struktur yang disebut dengan paragraf.

Penjelasan sederhana tentang kata, kalimat dan paragraf.

Penjelasan sederhana tentang kata, kalimat dan paragraf (gambar: slideshare.net)

Hal yang saya maksudkan janggal di sini adalah adanya sebuah kalimat yang dijadikan sebuah paragraf tanpa terdiri dari beberapa kalimat. Satu kalimat yang dijadikan satu paragraf. Tidak hanya satu kalimat, namun terdapat tiga paragraf yang masing-masing di dalamnya hanya berisikan satu kalimat saya. Terlebih lagi itu adalah kalimat yang cukup panjang. Kadang hal ini membuat “kening berkerut” untuk menelaah maksud dan tujuan kalimat ini.

Walaupun Bahasa Indonesia itu adalah bahasa ibu, namun tidak otomatis membuat kita lupa bagaimana cara kita menggunakan Bahasa Indonesia sebaik mungkin, khususnya dalam hal tulis-menulis.

Coba bayangkan apabila tulisan dalam kalimat saya yang ini tidak memiliki tanda titik atau tanda koma dalam pertengahan kalimat yang cukup panjang yang dapat membuat para pembaca bingung memilih yang mana bagian yang cukup penting dalam kalimat tersebut atau yang mana bagian pendukung dalam kalimat tersebut dan membuat mata bahkan kepala kita bisa enggan membaca bagian kalimat saya kali ini dan sebetulnya tulisan ini bisa dipecah-pecah menjadi beberapa kalimat, bingung kan?

Begitulah gambaran sebuah kalimat yang panjang tanpa dilengkapi beberapa tanda baca. Walaupun kita semangat untuk mempelajari bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, sebaik mungkin jangan kita melupakan Bahasa Indonesia. Sebuah bahasa yang disebut dalam Sumpah Pemuda sebagai bahasa persatuan. Demikian.

4 Comments

  1. Arie 5 Mei 2015 07:48
  2. Achmad Fazri 30 April 2015 16:51
    • Ridha Harwan 1 Mei 2015 09:30

Leave a Reply