Sebuah Aliran Kebaikan Yang Terus Berputar

Tulisan ini saya buat disela-sela saat saya sedang mengganti tema atau themes yang saya gunakan di blog jasa terjemahan Inggris Indonesia saya. Sembari menunggu jawaban atas kebingungan saya dalam mengatasi modul tampilan tema yang baru saya implementasikan 1-2 hari ini.

Kita mulai pembahasan ini dari penjelajah yang bernama browser Mozilla Firefox. Mozilla Firefox sendiri merupakan salah satu penjelajah yang paling banyak digunakan di dunia, setelah bersaing ketat dengan Google Chrome. Apakah Anda tahu kalau Mozilla Firefox itu merupakan perangkat lunak gratis yang bisa digunakan oleh siapa saja? Hal ini berbeda dengan Google Chrome. Walaupun sama-sama gratis, namun Google Chrome merupakan produk dari sebuah perusahaan raksasa yang bernama Goole Inc. Sedangkan Mozilla Firefox sendiri merupakan produk keroyokan para sukarelawan dari segala penjuru dunia.

Firefox is designed by Mozilla, a global community working together to keep the Web open, public and accessible to all.

Kutipan di atas bisa di lihat di menu ‘Help’ > ‘About Firefox’ di penjelajah Mozilla Firefox. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin Mozilla Firefox bisa terus berkembang? Padahal yang mengembangkannya bisa jadi mereka tidak mendapatkan upah.

Antara Sistem Operasi Linux vs Microsoft Windows

Cerita antara Mozilla Firefox dan Google Chrome di atas mungkin bisa disamakan dengan sistem operasi komputer yang bernama Linux vs Microsoft Windows. Bagaimana mungkin sampai saat ini sistem operasi komputer yang bernama Linux masih terus berkembang dan bertahan menghadapi raksasa di dunia komputer yang bernama Microsoft Windows. Bahkan hingga saat ini pengembangan Linux terus bertambah ragam jenis-jenis sistem operasinya. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang bisa dikatakan serba gratis sedangkan Microsoft Windows malah sebaliknya. Sama halnya dengan Mozilla Firefox, sistem operasi komputer Linux juga dikembangkan oleh mereka yang mendedikasikan kemampuannya untuk mengembangkan sistem operasi komputer ‘serba gratis’ ini.

Dunia Facebook, Dunia Forum, dan Dunia Situs Internet

Anda suka Facebook? Apa yang Anda sukai dari Facebook? Saya sendiri pernah mencoba menutup total atau menonaktifkan sementara akun Facebook saya hampir 3 bulan lebih. Namun akhirnya saya buka kembali. Salah satu alasan saya mengaktifkan kembali akun Facebook saya karena ada hal yang saya rindukan dari Facebook. Namanya forum. Salah satu forum yang saya rindukan adalah forum himpunan penerjemah indonesia di facebook. Butuh 20 menit saya menggulung dan membaca status-status baru yang saya lewatkan selama 3 bulan.

Kami Peduli karena itu Kami Berbagi.

Kami Peduli karena itu Kami Berbagi (gambar: vimeocdn.com).

Dari forum inilah saya belajar ‘mencuri’ banyak ilmu dari ragam komentar, pertanyaan atau jawaban di dalam forum. Dari forum inilah saya banyak memahami dunia keilmuan terapan saya. Tidak hanya dari satu forum saja, masih banyak ragam keilmuan forum-forum di dunia maya yang saya masuki. Baik itu di dalam Facebook atau di luar Facebook.

Menjawab Pertanyaan dan Pertanyaannya Mohon Dijawab

Bagi mereka yang sudah ahli dalam sebuah bidang tentu akan sering menemukan pertanyaan yang tidak sulit untuk dijawab. Saking mudahnya pertanyaan itu bahkan kita sendiri kadang malas untuk menjawabnya. Apalagi dalam sebuah forum di dunia maya.

Dulu pada saat saya baru memasuki dunia terjemahan bahasa sekitar 5 tahun yang lalu saya juga mengajukan sebuah pertanyaan. Saya agak sedikit malu jika membaca pertanyaannya itu sekarang. Tampak sekali saya adalah seorang newbie (yang artinya kurang lebih “anak bau kencur” atau “anak kemarin sore”). Namun hingga saat ini saya biarkan pertanyaan itu hadir sebagai kenang-kenangan saya. Lihat pertanyaannya di sini atau di sini.

Jika melihat pertanyaan itu, saya sendiri sadar dari mana saya berasal dahulunya.

Kini dengan seiring waktu berjalan maka saya sadar, sebuah pertanyaan sekecil apa pun sangatlah berarti bagi sang penanya. Terlepas apakah ia sudah meng-google terlebih dahulu atau tidak.

Sebuah Aliran Kebaikan Yang Terus Berputar

Pada awalnya saya bingung, mengapa banyak sekali pertanyaan yang remeh-temeh ditanyakan di dunia maya namun ada saja yang berusaha membantu untuk menjawab dengan sebaiknya. Akhirnya saya sadar, bisa jadi pertanyaan-pertanyaan yang sepele dan diajukan berulang-ulang kali ini memang dimaksudkan untuk ditanyakan. Lalu yang menjawabnya juga berusaha ikhlas dan sabar mencerna pertanyaan yang diajukan untuk diberi tanggapannya.

Sebuah Aliran Kebaikan Yang Terus Berputar

Sebuah Aliran Kebaikan Yang Terus Berputar (gambar: amherstchurch.org)

Itulah yang saya sadari. Mengapa hingga saat ini sistem operasi Linux, Mozilla Firefox, wordpress.org, Wikipedia, dan masih banyak lagi ‘lembaga-lembaga’ non-profit hadir memberikan ‘gratisan’ bagi yang membutuhkannya. Saya pun optimis hal ini akan hadir terus menerus seiring berjalannya waktu. Tentu saja bisa jadi hal ini timbul karena sebuah keikhlasan dalam menciptakan sebuah aliran kebaikan yang terus berputar.

Tidak harus menunggu banyak memiliki untuk berbagi, namun bagikan apa yang kita miliki.

Leave a Reply