Proses Ganti Tema Kentooz ke Divi Elegant Themes

Sepertinya sudah hampir tiga minggu blog jasa terjemahan bahasa ini menggunakan tema barunya, divi elegant themes. Dalam sebuah situs statistik nama-nama tema terbaik wordpress.org dan yang paling banyak digunakan, divi elegant themes berada dalam 10 besar sebagai salah satu themes wordpress.org terbaik komersial. Urutan teratas themes wordpress terbaik ada genesis themes dan thesis themes berdasarkan https://themetix.com/top-themes/.

Sebenarnya saya tidak menyangka kalau divi themes buatan elegantthemes.com ini disebut sebagai salah satu tema atau themes terbaik. Memang kalau saya lihat, fasilitas yang ada dalam divi elegant themes ini cukup ‘memuaskan’. Terutama pada bagian setiap halaman yang desainnya bisa diatur sesuai dengan keinginan. Walaupun memang di lain sisi, divi elegant themes ini juga memiliki kekurangan tersendiri pada desain blognya. Beda dengan kentooz.

Walaupun saya sudah berpindah dari tema flatsimplebingit buatan kentooz.com alias buatan Mas Gian MR, namun saya belum bisa menggunakan secara maksimal salah satu “kelebihan” tema divi ini. Kelebihannya adalah fasilitas “page builder“, desain setiap halaman sesuai keinginan.

Beberapa modul divi elegant themes

Beberapa modul divi elegant themes

Modul-Modul Themes Divi Tidak Berjalan

Saya hanya baru menggunakan halaman tarjiem.com/blog sebagai halaman depan. Padahal saya masih bisa berkreasi membuat halaman-halaman sesuai dengan kebutuhan blog jasa penerjemah bahasa saya ini. Alasannya adalah, beberapa modul-modul tertentu saat merancang tampilan halaman blog dengan page builder tidak berfungsi dengan baik atau tidak berjalan normal. Padahal itulah salah satu kekuatan tema divi elegant themes ini. Beberapa modul yang tidak aktif itu rata-rata yang tampaknya memiliki animasi atau bergerak sendiri.Di antara modul divi elegant themes yang tidak aktif itu yakni:

  1. Blurb
  2. Bar Counters
  3. Circle Counter
  4. Number Counter

Modul-modul yang tidak aktif ini hampir seluruhnya akan saya gunakan untuk memperindah tampilan blog ini dalam rangka menawarkan jasa penerjemah bahasa (translator). Karena itu saya sangat menyayangkan kalau modul-modul ini tidak aktif atau tidak bisa berjalan dengan normal.

Penyebab Modul Divi Elegant Themes Tidak berjalan

Saat ini saya masih berasumsi kalau salah satu penyebab modul divi elegant themes tidak berjalan dengan normal di blog ini karena sebelumnya saya sudah pernah menggunakan tema ini sebelumnya. Alasannya karena saya sudah mencoba di tempat lain menggunakan blog ini dan modul-modul tersebut berjalan. Sehingga asumsi saya adalah mungkin ada beberapa konfigurasi pengaturan yang bentrok.

Selain itu, pada saat saya akan membuat halaman baru dengan page builder lalu memilih “load page” saya menemukan kalau beberapa hasil simpanan desain halaman saya sebelumnya masih tersimpan. Padahal itu sudah lama, lebih dari 4 bulan yang lalu. Karena itu mungkin ada yang salah dengan themes divi ini.

Supaya Bisa Menggunakan Themes Divi

Langkah yang terpikirkan saat ini adalah memasang ulang atau install ulang (reinstall) mesin cms wordpress.org saya. Hanya saja cara ini cukup berisiko. Pada saat proses instal ulang wordpress.org blog jasa penerjemah ini, maka untuk sementara blog tidak bisa diakses, baik itu oleh pengunjung blog atau laba-laba google.

Hasil GTMetrix.com tarjiem.com saat dibuka dari London, Inggris.

Hasil GTMetrix.com tarjiem.com saat menggunakan flatsimplebingit kentooz

Themes Kentooz.com Yang Bikin Kangen

Gara-gara hal ini, saya jadi kangen ingin menggunakan themes flatsimplebingit kentooz.com lagi. Tema kentooz flatsimplebingit benar-benar cukup bagus menurut saya. Baik itu dari struktur seo-nya atau ringannya desain themes kentooz.

Mungkin itu saja dulu. Semoga malam ini saya bisa meng-install ulang wordpress.org saya supaya lapak jasa terjemahan bahasa saya lebih enak dipandang menggunakan divi elegant themes.

2 Comments

  1. Sucipto Kuncoro 22 April 2015 16:20

Leave a Reply