Permalinks terbaik versi tarjiem dan beberapa pilihan model lainnya.

Permalinks Yang Terbaik Untuk SEO dan WordPress

Sudah lama saya mempertimbangkan jenis permalinks mana yang terbaik untuk seo blog wordpress.org jasa terjemahan bahasa tarjiem.com ini. Mungkin sudah ada sejak 3 bulan yang lalu. Sebelumnya jasa penerjemah bahasa ini telah pindah hosting ke namecheap. Begitu perpindahan ini berjalan lancar, maka mulailah saya terpikirkan perubahan model permalinks yang baru. Alasan lainnya adalah, saya merasakan hosting saya saat ini kinerja lebih baik. Mungkin sesuai dengan harga aslinya. Jadi setidaknya pengaruh faktor seo untuk hosting tidak akan muncul saat perubahan permalinks (tidak ada masalah di hosting).

Arti Permalinks

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, arti permalinks adalah “tautan tetap” atau “tautan permanen”. Jika didefinisikan, maka definisi permalinks versi saya adalah tautan di mana sebuah halaman di internet dapat ditemukan dan diakses oleh orang lain. Sesuai definisi permalinks, maka model permalinks sebuah situs sangat dilarang untuk diubah-ubah sesering mungkin. Artinya kita harus hati-hati memilih dan menetapkan model permalinks mana yang paling bagus untuk digunakan di blog kesayangan kita, khususnya di wordpress.org. Jika berubah sedikit saja permalinks tentu akan muncul pesan “404 not found”, artikel tidak ditemukan.

Tipe Permalinks Mana Yang Paling Bagus Untuk SEO WordPress?

Setelah saya berkeliling di google Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sampailah saya pada kesimpulan akhir. Jenis atau tipe permalink yang terbaik untuk seo sebuah situs, khususnya blog wordpress.org adalah model “post name”.

Permalinks terbaik versi tarjiem dan beberapa pilihan model lainnya.
Permalinks terbaik versi tarjiem dan beberapa pilihan model lainnya.

Alasan Mengapa Model Permalinks “Post Name” Paling Bagus Untuk SEO

Berikut ini beberapa argumen saya pribadi mengapa model permalinks tipe “post name” menjadi pilihan yang terbaik seo friendly.

1. Semua Artikel Permalinks Mengatakan Demikian

Hampir semua tulisan yang saya baca terkait struktur permalinks wordpress yang terbaik untuk optimasi seo mengatakan demikian. Baik itu dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Walaupun saya hanya membaca sekitar 5-7 artikel saja, namun rasanya itu sudah cukup sebagai bahan pertimbangan saya.

2. Lebih Sederhana dan Tidak Boros Tempat

Struktur permalinks pengaturan (setting) post name ini lebih hemat tempat. Informasi seperti tahun, bulan, atau .html yang kurang begitu diperhatikan tidak ditampilkan. Dengan adanya ruang yang lebih panjang maka besar kemungkinan hampir seluruh judul artikel sasaran seo kita bisa menjadi permalinks di hasil pencarian. Hal ini jelas sekali mendukung on page seo  milik blog kita.

3. Secara Tidak Langsung Google Mengatakan Demikian

Agar tidak sulit memahami poin nomor 2 dan 3, saya lampirkan sebuah contoh gambar dari hasil pencarian di google.

Ilustrasi url atau permalinks yang dipotong di mesin pencarian.
Ilustrasi url atau permalinks yang dipotong di mesin pencarian google.

Coba perhatikan titik yang saya beri kotak merah di atas. Tiga buah titik tersebut merupakan bagian yang dihilangkan oleh mesin pencari google. Titik-titik tersebut tampaknya merupakan bagian url pengulangan yang muncul di sebuah blog. Misalnya jika blog kita memiliki url tarjiem.com/2015/02/tipe-permalinks-yang-seo-friendly, maka nantinya url tahun dan bulan akan tidak ditampilkan di hasil pencarian. Url-nya akan menjadi tarjiem.com/…/tipe-permalinks-yang-seo-friendly.

4. Model Permalinks Matt Cutts Juga Hampir Sama

Coba lihat, Matt Cutts saja menggunakan tipe “post name”. Terlepas dia membuat sebuah sub direktori “blog”. Lihat tulisan saya Siapa itu Matt Cutts? atau langsung saja ke blog Matt Cutts.

5. Sepakat Dengan Argumen Yoast

Hal yang membuat saya semakin kukuh menggunakan model permalinks post name di wordpress adalah dari sebuah pernyataan terkait struktur permalinks terbaik dari yoast.com. Argumennya saya ambil dari tulisannya yang berjudul “How to change your WordPress Permalink Structure“.

People are just not likely to click on a result that’s two years old, even though it might very well be that your post has the answer they seek.

Agar lebih mudah memahami, saya menggunakan penerjemahan Inggris Indonesia versi bebas saja.

Orang malas mengklik hasil pencarian yang menampilkan (url) dua tahun belakangan yang muncul di hasil pencarian (Penerjemah: artinya yang menggunakan permalinks model “month and name”). Padahal bisa jadi apa yang mereka cari itu ada di dalam artikel tersebut.

Saya pribadi juga mengakui lebih cenderung memilih hasil pencarian yang terbaru. Terlebih apabila melihat url di hasil pencarian menampilkan tahun yang lama. Padahal jelas, beberapa artikel, tulisan, atau sebuah ilmu itu memiliki penjelasan yang abadi. Relevan hingga sepanjang masa. Selain itu fungsi tanggal publikasi juga akan muncul secara otomatis di setiap kiriman atau tulisan kita.

Cara Mengubah Struktur Permalinks di Blog WordPress

Saat saya menulis artikel ini, saya belum mengubah struktur permalinks blog jasa terjemahan tarjiem.com saya ini. Masih menunggu momen yang tepat. Namun jika ada yang ingin mengetahui bagaimana cara mengubah struktur permalinks di blog wordpress tanpa kehilangan pengunjung atau memengaruhi seo blog kita, maka nantinya saya akan menggunakan rujukan “A Simple Guide to Changing Your Permalinks Without Breaking Your WordPress Website“. Cara mengubah url permalinks di wordpress di atas menggunakan bantuan plugin wordpress “Simple 301 Redirects“.

Sebagai penutup, mungkin coba perhatikan url atau permalinks rujukan yang saya gunakan sebagai rujukan di atas. Hampir semuanya menggunakan model “post name”.  Terlepas struktur model permalinks mana yang paling bagus untuk blog kita, pada akhirnya semuanya bermuara pada banyaknya pengunjung yang datang ke blog kita. Semoga bermanfaat.

70 thoughts on “Permalinks Yang Terbaik Untuk SEO dan WordPress

  1. Hanya bisa mempelajari saja mas ridha, karna aku masih pakai blogspot.
    mungkin bermanfaat untuk kedepan setelah aku bisa mempelajari wordpress

  2. Oya mas, ni saua mau tanya, URL artikel ini berakhiran HTML, biasanya kalau WP itu hanya ada tanda / saja, apakah ini ditulis dan di transfer melalui blogger atau gimana, mohon pencerahannya ya :D

    • Itu saya tulis sendiri. dengan harapan backlink yang terkait dengan setiap artikel tidak hilang. Awalnya blog tarjiem ini dari blogspot dan pindah ke wordpress.org dengan lancar. Dengan catatan permalinks sama sekali tidak berubah. Lalu saya membuat kesalahan kecil yang cukup fatal, mengganti model permalinks nya pada saat di wordpress.org. Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke model dasar ke blogspot yang menggunakan akhiran .html.
      Jika mengganti permalinks, itu artinya besar kemungkinan kita akan kehilangan backlink yang dulu pernah kita kaitkan ke masing-masing artikel di blog.
      Karena itu mengganti permalinks itu “taruhannya” cukup besar bagi seo blog itu.

      • ooo ternyata versi HTML juga bisa di desain di WP ya mas :D terima kasih atas pencerahannya.

        Dan mau tanya lagi ni mas, kalau yang sudah mas alami, bagaimana tentang SEO blogger dan WP, mana yang lebih cepat terindeks :D

        • Kayaknya ada sedikit salah pengertian nih soal HTML. yang saya maksudkan jawaban di atas itu yakni soal permalinksnya, bukan versi HTML bisa di desain di WP.
          Jadi alamat belakang post di WP bisa ditambahkan .HTML.
          Kalau versi HTML juga bisa di desain di WP, sepertinya memang bisa kok.

          Dan mau tanya lagi ni mas, kalau yang sudah mas alami, bagaimana tentang SEO blogger dan WP, mana yang lebih cepat terindeks :D

          Jawabannya sederhannya sama-sama bagus. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Selama artikelnya unik dan rajin diperbarui maka dua-duanya bagus dari segi seo nya.
          Soal cepat atau tidaknya indeks itu menurut saya kurang begitu penting. Cepat atau tidaknya indeks itu sebenarnya bisa diakali dengan pancingan media sosial dan social bookmarks. Saya pribadi kurang memperhatikan cepat atu tidaknya indeks oleh mesin pencari.

  3. kalau tipe post name setuju saya kang. soalnya mengacu sama si daniel scocco, permalink yang bagus yang menembak judulnya langsung, agar kelihatan bagus di google search (dan google bot pun lebih mudah menjelajahinya).

  4. O iya mas Ridha maaf kalau OOT, blog terjemahan tarjiem ini pakai cloudflare ya mas, hanya saja tidak di setting SSL nya https. Soalnya saya lihat cara browser saat loading script eksternal pasti di render dulu. Jika ndak keberatan request artikel donk mas, cara setting situs di cloudflare. :D

    • Iya Mas Dory, pakai cloudflare. Saya pakai cloudflare sejak pindah hosting ke Namecheap. Maklumlah lokasi servernya jauh di USA. Untuk pengaturan SSL dan https, saya kurang paham, saya hanya pilih yang “flexible”.
      Nanti kalau sempat saya buatkan artikel untuk cloudflarenya. Walaupun saya sendiri gak paham apa itu cloudflare (bukan pakarnya). Apalagi istilah yang Mas Dory sebutkan di atas, “render”. :D

  5. kalau mengenai permalink saya masih blum mendalaminya mas, saya masih pakai auto link dari blog…Kalau saya masih percaya dengan Tags and title… Soalnya saya pernah baca ebook seo, Tags menjadi no 1.. kalo artikel traffiknya kecil, langsung ubah postnya dengan menambahkan kata kunci yang dominan… mungkin kalo WP berbeda ya :)

  6. kalaubicara SEO memang Permalinks model Post Name yg lebih bagus menurutku mas.karena menjadi artikel yg tidak pernah kadaluarsa.

    tp kadang membuat pengunjung bingung tentang keakuratan artikel tersebut,apakah tipsnya masih berlaku.

  7. Selama ini saya membedakan domain yang menggunakan wordpress self host dengan custom domain blogger adalah melihat url permalink nya Mas Ridha. Rata-rata domain self host wp permalink nya tidak menggunakan tahun dan bulan di dalam url nya. Sedangkan di blogger tidak bisa melakukan itu (menghilangkan bulan dan tahun penerbitan halaman artikel).

    Dan ternyata saya baru tahu kalau di settingan wordpress bisa diubah dengan menampilkan tahun dan bulan tersebut ya mas. :D

    • Tadinya saya mau menuliskan poin yang dijelaskan Mas Dory juga. Cuman takut kepanjangan tulisan saya. Betul sekali, secara kasat mata bedanya blog yang bermesin blogspot dengan situs umum biasa di posisi permalinksnya.

      • Berarti komentar saya di atas melengkapi apa yang belum ada di artikel Mas Ridha Harwan, dan katanya komentar seperti ini bagus untuk seo kan Mas. Wah benar-benar keren ternyata saya ini ya Mas. Hahahaha :D

        O iya mas, saya mau tanya, kenapa mas Ridha takut membuat artikel dengan tulisan yang panjang mas, bukankah itu baik juga untuk menaikkan posisi artikel mas nantinya di hasil pencarian.

        Berarti saya salah ya mas membuat artikel panjang selama ini. Kan maksud saya itu biar artikel saya benar-benar dipahami sama pembaca, khususnya pembaca yang satu bidang profesi dengan saya. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa langsung paham apa yang saya maksud. :D

        • Entah kenapa, Komentar Mas Dory itu panjang-panjang dan hampir selalu tepat sasaran dengan tulisannya. hahaha

          Memang betul Mas Dory, semakin panjang artikel itu (tulisan sendiri atau orisinil) akan semakin baik bagi blog kita, para pembaca dan itu menunjang seo. Saya pribadi kalau sudah menulis hingga 350-400 kata, rasanya itu sudah cukup. Lagi pula jumlah kata tersebut sudah cukup bagus bagi seo (google). Saya kan menulis tergantung tujuan. Kadang menulis artikel apa adanya. Kadang menulis artikel khusus untuk menjaring pengunjung (artikel seo). :D

          Berarti saya salah ya mas membuat artikel panjang selama ini. Kan maksud saya itu biar artikel saya benar-benar dipahami sama pembaca, khususnya pembaca yang satu bidang profesi dengan saya. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa langsung paham apa yang saya maksud.

          Gak salah Kok Mas. Itu sangat betul sekali dan saya juga sangat sependapat. Coba saja lihat tulisan saya yang terkait dengan bidang saya (terjemahan, Bahasa Inggris, Penerjemah, Bahasa Indonesia) hampir semua tulisan itu panjang-panjang. Karena di dalam tulisan itu kita memasukkan argumen-argumen kita dalam menunjang topik tulisan kita agar pembaca dapat memahami apa yang ingin kita sampaikan.

          Lagi pula, model penulisan yang panjang itu, sangat cocok diterapkan bagi yang tidak bisa menulis setiap hari. Mungkin hal ini senada dengan tulisan saya yang berjudul “Sebuah Tulisan SEO, Arti 700 Kata“.
          #komentarnyabagusloh… :D

  8. Wah sayangnya penjelasan permalink di atas berlaku untuk wordpress ya kang, kalo wordpress belom engeh sama sekali kang, bikin blog aja belom pernah pake wordpress saya mah :)

  9. Lama nggak ke sini. Kumaha, damang? Heheh.. Sok2an pake bhs Batak.
    Pakai permalink biasanya biar ga putus aja, mas. Ternyata ada manfaat lain ya. Dan itu penting banget, SEO.

  10. Iya mas saya juga pengen yang model begitu. Sehingga artikel tidak mudah kadaluarsa. Pembaca juga g tahu itu postingan kapan.hehe :-)
    Sbg pengguna blogspot sebenarnya saya minder klo bahas soal ini.hehe :D :D

Leave a Comment