085210384502 Telp/SMS/Line/Telegram tarjiemcom@gmail.com



Seorang penerjemah saat musibah pesawat AirAsia QZ8501 yang menjadi yang menjadi perwira penghubung bagi tentara angkatan udara Korea Selatan mengatakan bahwa, para kru pesawat P-3C Orion Korea Selatan merasa salut dan kagum melihat TNI Angkatan Laut berjibaku menerjang ombak setinggi 4 meter pada saat akan mengevakuasi para korban di tengah lautan dengan kondisi bergelora.



Seperti yang diketahui, musibah hilangnya maskapai penerbangan pesawat AirBus 320 AirAsia QZ8501 terjadi pada tanggal 28 Desember 2014. Setelah selama tiga hari pencarian dilakukan, akhirnya korban pesawat mulai dapat ditemukan. Pencarian para korban pesawat AirAsia QZ8501 ini juga melibatkan beberapa negara-negara tetangga, diantaranya, Malaysia, Australia, Singapura, dan juga kerja sama pencarian bantuan dari pesawat dari negara sahabat seperti Korea Selatan.

Mayor Pnb Trinanda Hasan, salah satu perwira penghubung yang juga bertugas sebagai seorang penerjemah bagi tentara Angkatan Udara Korea Selatan mengatakan bahwa, pada saat kapal TNI AL mengirimkan sekoci untuk mengevakuasi para korban yang ditemukan di tengah lautan dengan kondisi ombak setinggi empat meter, para kru P-3C Orion Korea salut dengan kecepatan dan keterampilan para awak dari kapal KRI 357 Bung Tomo yang berusaha secepat mungkin mengevakuasi korban yang ada di tengah lautan dengan kondisi bergelora tinggi.

Foto Bersama Antara Personel TNI AU dengan AU Korsel di depan pesawat Orion. ©2015 Dispenau

Foto Bersama Antara Personel AU Korea Selatan dengan TNI AU di depan pesawat Orion. ©2015 Dispenau



Pesawat P-3 C Orion KN-01 merupakan pesawat milik Korea Selatan yang berhasil menemukan korban sebanyak 6 orang pada saat pesawat ini menyisir area pencarian di atas permukaan laut dengan ketinggian 100 meter (300 kaki). Begitu ditemukannya 3 korban yang duduk dalam satu baris dan tidak lama kemudian 3 korban selanjutnya ditemukan di daerah yang tidak begitu jauh. Kru Orion langsung memberikan informasi dan suar penanda posisi setiap korban kepada kapal-kapal TNI AL dan juga beberapa kapal dari negara-negara sahabat.

Dari jendela pesawat ini terlihat bagaimana manuver Kapal Perang Republik Indonesia, KRI 357 Bung Tomo bermanuver dengan cepat menuju ke lokasi yang telah diberi tanda suar tersebut. Mayor Pnb Trinanda Hasan sendiri merupakan personel perwira penerbang CN-295 TNI AU yang bertugas sebagai observer sekaligus seorang juru bahasa atau penerjemah bahasa. Bergabungnya personel perwira dari Skadron Udara 2 Halim yang fasih berbahasa Korea ini agar mempermudah komunikasi dengan Tim Korea Selatan dalam melakukan koordinasi proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501.

Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/tentara-korsel-kagum-lihat-tni-al-berjibaku-terjang-ombak-4-m.html


Pin It on Pinterest

Shares

Tolong Bagikan

Bantu bagikan ke teman-teman lainnya..