Faktor Psikologis Antara Blogger dan Hosting

Saya sendiri bukanlah ahli psikologis atau psikolog. Hanya saja ilmu psikologis itu bisa dipelajari oleh siapa saja. Kita hanya tinggal merefleksikan hal yang terjadi pada diri kita sendiri. Walaupun saya pernah mengenal ilmu ini, namun cukup membuat “otak kepanasan”. Sebuah argumen saya mengapa banyak yang merekomendasikan untuk memilih sebuah merek hosting dibandingkan merek lain lain dari sisi blogger.

Blogger yang saya maksudkan di sini yakni mereka yang memiliki blog self host. Alias wordpress.org. Kalau pengguna blogspot atau wordpress.com tidak ada istilah hosting. Mungkin hanya custom domain dan template responsif yang keren. Jika ingin melihat jalan cerita blog terjemahan bahasa saya ini, mungkin bisa dilihat di tulisan saya sekitar dua hari yang lalu, “Gara-Gara Brute Force Login Attack“.

Faktor pemilihan hosting dailyhostnews com blogger hoster

Faktor-Faktor hosting terbaik Gambar:dailyhostnews.com

Blogger dan Hosting Sewaanya

Apabila blogger tersebut menggunakan wordpress.org, hosting menjadi salah satu aspek yang utama dalam menunjang kecepatan blog. Bagi blogger pemula tentu pilah-pilih hosting bisa sangat membingungkan. Karena banyak sekali hosting yang menawarkan layanan yang cukup menggiurkan bagi para pemula. Termasuk saya. Bagi seorang blogger, itu sama saja menempatkan kepercayaan blog miliknya kepada pihak hosting. Bagi layanan hosting yang terpilih, secara psikologis itu artinya seorang blogger sudah mempercayakan untuk menggunakan layanan hosting pilihannya.

Sisi Psikologis Blogger dan Pengunjung

Sebagai seorang blogger, sebuah keharusan memiliki blog yang cepat saat dibuka oleh pengunjung. Sama saja kan kalau kita membuka halaman sebuah blog atau situs. Kita sebagai pengunjung berharap agar situs yang kita kunjungi tidak lambat. Jadi secara psikologis, wajar saja bukan kalau tidak hanya pemilik blog saja yang ingin blognya cepat, pengunjung juga ingin blog yang sedang dibuka tidak lambat.

Dengan adanya pengunjung terkadang blog tersebut menjadi lebih bermanfaat. Tidak hanya sekadar tempat menampilkan tulisan saja namun bisa lebih dari itu. Jadi Sebuah hal yang wajar apabila seorang blogger hatinya akan bersuka-ria pada saat blognya ramai dengan pengunjung yang datang. Dengan semakin banyaknya pengunjung tentu kinerja sebuah hosting tersebut akan dipertaruhkan. Apakah hosting ini sanggup memberikan hasil yang terbaik atau sebaliknya.

Sisi Psikologis Pemasaran Hosting Oleh Blogger

Sampai saat ini saya baru sadar mengapa banyak sekali para blogger yang berani memberikan sebuah nama merek hosting. Khususnya pada saat ada yang bertanya “Hosting apa yang paling bagus?”. Secara psikologis itu artinya jelas sekali kalau pelanggan (blogger) tersebut puas dengan layanan hosting yang diterima. Apalagi hosting tersebut mampu memancing faktor mendatangkan pengunjung ke blog pelanggan tersebut. Jelas sekali hosting tersebut akan terus direkomendasikan kepada orang lain yang sedang “galau” dengan mencari atau memilih hosting. Tentu hal ini akan menjadi pemasaran sendiri bagi hosting itu. Begitu juga sebaliknya, sang blogger mungkin tidak akan segan-segan untuk mengatakan “Kalau bisa pilih yang ini jangan yang itu” dalam memberikan saran soal pilah-pilih hosting ini.

Jadi wajar saja bukan kalau seorang blogger akan terus merekomendasikan hosting yang dimilikinya untuk digunakan oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya, secara psikologis seorang blogger akan merasa galau berat (bimbang, bingung) pada saat hosting yang dimilikinya mengalami gangguan yang menyebabkan jumlah pengunjung menurun cukup banyak. Bahkan mungkin ia tidak segan-segan untuk tidak rekomendasi hosting yang telah ia gunakan. Sama halnya pada saat saya mulai dunia hosting. Dengan suka-ria saya menuliskan sebuah artikel atau testimoni yang secara khusus yang saya tujukan kepada hosting saya yang telah begitu sabar menjawab pertanyaan sederhana saya.

Analogi Sederhana Layanan Hosting

Bagi saya pribadi hosting itu seperti saat kita menyimpan uang di bank. Bagaimana mungkin kita akan tenang jika tempat menyimpang uang milik kita tidak bisa kita percaya. Begitu juga pada saat kita mulai bertanya dengan petugas customer service-nya. Tentu kita akan kecewa pada saat tidak mendapatkan jawaban yang jelas akan pertanyaan kita. Begitu juga sebaliknya, hati kita akan tenang pada saat uang kita aman tersimpan di bank. Layanan pelanggannya pun baik dan cepat tanggap.

15 Comments

  1. Achmad Fazri 1 Februari 2015 18:22
    • Ridha Harwan 3 Februari 2015 05:50
  2. Arie 28 Januari 2015 07:35
    • Ridha Harwan 29 Januari 2015 07:21
    • Ridha Harwan 29 Januari 2015 07:21
  3. Mbak Erna 27 Januari 2015 00:48
    • Ridha Harwan 27 Januari 2015 06:57
  4. Sucipto Kuncoro 26 Januari 2015 22:10
    • Ridha Harwan 27 Januari 2015 06:52
  5. Mas Dory 26 Januari 2015 20:41
    • Ridha Harwan 27 Januari 2015 06:47
  6. cinta 26 Januari 2015 20:17
    • Ridha Harwan 27 Januari 2015 06:46
  7. mitradetik 26 Januari 2015 19:58
    • Ridha Harwan 27 Januari 2015 06:45

Leave a Reply