Select Page

Cara Memulai Karier Untuk Menjadi Penerjemah Bahasa

Cara Memulai Karier Untuk Menjadi Penerjemah Bahasa

Untuk memulai karier menjadi seorang penerjemah bahasa, dua pilihan karier yang bisa diambil yakni, menjadi penerjemah lepas (freelance) atau menjadi penerjemah bahasa di sebuah perusahaan atau di kantor. Namun, ada baiknya sebelum melangkah lebih lanjut, tidak ada salahnya memahami dasar-dasar bagaimana memulai karier menjadi seorang penerjemah bahasa itu sendiri. Tulisan ini saya tulis untuk menjawab sebuah pertanyaan di kolom komentar dalam sebuah tulisan saya di sini.

Tips Sebelum Memulai Karier Menjadi Seorang Penerjemah Bahasa

Penerjemah bahasa sendiri adalah orang yang tugasnya mengalihkan sebuah bahasa ke bahasa yang ia tuju. Itu artinya ia harus memahami dua buah bahasa yang sedang ia terjemahkan. Memang kesannya saat ini jika kita mendengar kata-kata penerjemah bahasa, pikiran kita langsung tertuju pada penerjemah Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia atau mungkin untuk anak muda saat ini jika mendengar kata penerjemah malah ‘larinya’ ke google translate atau google penerjemah. Padahal tidak harus bahasa asing, apabila kita bisa menerjemahkan bahasa daerah milik kita ke Bahasa Indonesia atau langsung ke Bahasa Asing, itu juga disebutkan sebagai seorang penerjemah bahasa.

1. Pahami Kemampuan Bahasa dan Terjemahan Pada Diri Kita

Jika ingin memulai karier untuk menjadi penerjemah bahasa, coba pahami sampai sejauh mana kemampuan pemahaman bahasa yang kita miliki. Banyak yang beranggapan kalau kita sudah bisa bahasa asing (katakanlah Bahasa Inggris) beberapa ada yang beranggapan kalau ia sudah bisa menerjemahkan. Padahal proses penerjemahan itu tidak hanya proses menerjemahkan saja, tapi banyak aspek yang harus kita pahami. Contohnya pemahaman kita akan konteks bahan yang sedang diterjemahkan, pemahaman kita akan pedoman penulisan (ejaan yang disempurnakan), gaya menulis, gaya penyampaian, terlebih lagi yaitu pemilihan kata yang akan kita gunakan.

Penerjemahan Arti Kukuruyuk Ayam di Berbagai Bahasa di Dunia

Penerjemahan Arti Kukuruyuk Ayam di Berbagai Bahasa di Dunia

Sekali pun ia adalah penerjemah yang sudah lama di dunia terjemahan, terkadang penerjemah tersebut agak sedikit bingung dengan kata-kata apa yang akan ia gunakan saat ia akan menerjemahkan sebah kata. Misalnya saja kata-kata, “person”. Memang secara leksikalnya (arti di dalam kamus) arti “person” adalah “orang”, Tapi artinya bisa bermacam-macam tergantung konteksnya, bisa saja menjadi, pelaku, oknum, kenalan, teman, orang, seseorang, dsb.

2. Mulailah Menerjemah Dari Hal Yang Kita Kuasai

Dalam dunia terjemahan, beda bahan akan berbeda pula gaya penulisan yang akan kita gunakan. Misalnya, penulisan bahasa koran akan berbeda dengan penulisan bahasa sebuah surat perjanjian atau bahasa dalam terjemahan novel. Karena itu ketahui di mana posisi kita, bidang terjemahan apa yang kita kuasai. Termasuk pula bidang keilmuannya. Misalnya beberapa sebuah kata akan berbeda artinya apabila digunakan di berbagai bidang, seperti bidang kedokteran hukum (legal), teknik, keuangan, dsb. Jika kita senang menonton anime, tidak ada salahnya kita mencoba menerjemahkan sebuah film anime. Mulailah dari hal yang kita kuasai.

3. Banyak-Banyaklah Membaca

Saat kita melakukan proses penerjemahan, maka kita akan dituntut untuk menguasai bahan yang sedang kita terjemahkan. Dengan membaca banyak hal, wawasan kita akan bertambah. Proses penerjemahan itu juga tidak luput dari seberapa banyaknya literatur yang kita baca. Hal ini juga memicu munculnya perbendaharaan kosakata yang akan kita tuangkan ke dalam bahasa sasaran yang sedang diterjemahkan.

4. Mulailah Menjadi Penerjemah Bahasa Dari Sini

Sebenarnya saya sudah menuliskan hal ini di banyak tulisan saya, utamanya di Daftar 10 Situs Yang Sebaiknya Diketahui Oleh Seorang Penerjemah. Mulailah menjadi penerjemah bahasa dari facebook Himpunan Penerjemah Indonesia dan Milis Bahtera (Bahasa dan Terjemahaan). Saya sangat menyarankan, bacalah tulisan-tulisan atau komentar-komentar yang ada di dua grup tersebut. Grup itu merupakan grup penerjemah profesional. Kita bisa banyak belajar dari pertanyaan dan komentar yang ada di dalam kedua grup utama untuk belajar menjadi penerjemah yang baik.

5. Memulai Karier Penerjemah Bahasa Di Tempat Lowongan Ini

Sebenarnya jawaban singkat dari pertanyaan di atas adalah mulailah dari “Tempat-Tempat Mencari Lowongan Kerja Penerjemah Bahasa“. Masuk dan daftar ke sana lalu silakan eksplorasi tempat-tempat tersebut.

Memilih Memulai Karier Menjadi Seorang Penerjemah Bahasa freelance atau di Perusahaan?

Jika kita ingin memulai karier menjadi seorang penerjemah bahasa, sebenarnya ada dua dasar pilihan yang bisa kita pilih, yaitu menjadi seorang yang bisa bekerja di rumah (lepas) atau seorang yang bekerja di sebuah perusahaan (terikat).

Sebenarnya kalau boleh jujur, kalau untuk yang benar-benar ingin memulai karier seorang penerjemah bahasa, menjadi seorang penerjemah bahasa di sebuah perusahaan atau kantor itu merupakan sebuah pilihan yang mungkin dapat dipertimbangkan. Karena kita akan tahu seberapa besar kemampuan kita dalam menerjemah, khususnya untuk diterima di sebuah perusahaan yang memang membutuhkan seorang penerjemah bahasa.

Memang rata-rata, banyak yang berpikir kalau bekerja menjadi seorang penerjemah yang bekerja dari tempat tinggalnya atau dari rumah, itu tampaknya mudah dan menyenangkan. Padahal itu tidak. Tantangannya berbeda dan bisa jadi lebih berat. Karena itu artinya kita memilih karier menjadi penerjemah lepas profesional. Kita yang mengatur diri sendiri, kita yang mengatur bagaimana memasarkan jasa terjemahan kita, kita yang mengatur jam kerja kita, dsb.

Kira-kira apa ini artinya

Kira-kira apa ini artinya

Namun demikian jika kita memang benar-benar serius dan menekuni bidang terjemahan ini, khususnya yang memilih ingin bekerja dari rumah, hal ini tidaklah mustahil dilakukan. Walaupun hal ini memiliki tantangan tersendiri. Saya pribadi mulai melakukan kegiatan terjemahan saya dimulai dari indekos namun sempat juga bekerja sebagai staf penerjemah di sebuah kantor, hingga saat ini saya terus mengasah kemampuan dan keilmuan saya dalam bidang terjemahan dan bahasa. Semoga membantu.

About The Author

Ridha Harwan

Penjual jasa penerjemah Inggris Indonesia. Selengkapnya...

87 Comments

  1. may

    apakah kursus bahasa Jepang bisa jadi translatetor?

    Reply
  2. Dewi Musfira

    saya mau jadi translator tapi saya tinggalnya di kabupaten .saya sedkit bisa mengartikan bahasa inggris .apakah saya masih bisa menjadi translator. mohon bantuannya.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Selama bisa menerjemahkan dua bahasa, itu sudah bisa disebut sebagai penerjemah. Hanya seberapa mahir kita menguasai dua bahasa yang berbeda itu. Entah itu Bahasa Inggris, bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Perancis, dsb. Termasuk bahasa Indonesia.

      Reply
    • Ridha Harwan

      Sama-sama.

      Reply
  3. sandi sumardi

    Salam kenal mas, tulisannya sunggu bermanfaat.
    Mas Ridha, saya mulai tertarik jadi penterjemah pas saya nyari2 buku diperpus dan kebanyakan buku2 yang saya perlukan berbahasa inggris, saya jurusan mtk mas. Awalnya sih sebel bangeeeet, knp buku mtk yg berbahasa indo nya dikit (yg bener2 berbobot/bagus). Sayang kan kalo buku2 ini ngga terjamah sama mahasiswa karena bukunya berbahasa inggris. dari situ saya mulai menggeluti dunia penerjemah. saya juga suka nerjemahin film2, yaa meskipun masih kacau balau

    Reply
    • Ridha Harwan

      Salam kenal kembali Mas Sandi Sumardi.
      Iya mari belajar sama-sama, saya juga masih belajar.
      Ngomong-ngomong itu lebih tepatnya penerjemah, tanpa “t”.

      Reply
  4. Yslar Ilyas

    Kalau untuk pelaksanaannya, apakah mesti melalukan semacam tes sertifikasi terlebih dahulu? Atau kita bisa langsung ‘mulai’? Hehe.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Mirip mau jualan nasi goreng. Jualan nasi goreng itu perlu sertifikasi dulu atau langsung jualan. Kalau gak salah ada tulisan soal arti penerjemah bahasa Inggris Indonesia itu deh di sini. Lupa ditulis di tulisan mana.

      Reply
  5. Yslar Ilyas

    Saya bukan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, tapi sering menerjemahkan buku-buku di perpus yang kebanyakan berbahasa Inggris, kebetulan buku-buku engineering begitu. Apa pengalaman tersebut sudah cukup memadai atau ada aturan lain? Kemudian apakah cukup banyak klien di bidang engineering? Saya tertarik dengan dunia penerjemahan semenjak semester 4. Mohon bimbingannya Laoshi…. Xie Xie…

    Reply
    • Ridha Harwan

      Apa pengalaman tersebut sudah cukup memadai atau ada aturan lain?

      Coba saja menerjemahkan sebuah materi yang disukai.
      Nanti akan kelihatan kemampuan terjemahan kita.

      Kemudian apakah cukup banyak klien di bidang engineering?

      Lumayan banyak, namanya juga cari rezeki.

      terima kasih kembali.

      Reply
  6. didi

    wanna be a translater is not easy, it need process long time.

    thanks for your sharing ;0
    salam mediablog4you web id

    Reply
  7. Aim ibrahim

    Mas klo saya mau jadi penerjemah film bisa ga ya? Saya ngerti org berbicara inggris tapi saya masih bingung bales pembicaraan org tsb. Apa saya sudah bisa jd penerjemah film?

    Reply
    • Ridha Harwan

      bisa dong. dicoba saja menerjemahkan satu film pendek. Kalau bisa, ya sudah menyandang penerjemah film pendek itu.

      Reply
  8. Agung Putra Haryadi

    permisi pak, mau minta dibantu dong pak jadi pemula penerjemah lepas. Soalnya saya sudah daftar di web web translator pada ga tembus dan malah muter muter prosedurnya. jadi mohon bantuannya Pak, untuk mentorin memulai karir sbg Paid Translator. klo ada yg berniat membantu bisa kontak saya awal2 di : 081273919929 (SMS dan WhatsApp), Agung Haryadi Elbukhory (Facebook), elbukhory (line)
    Sekali lagi mohon bantuannya ya Pak, terima kasih banyak..
    Salam hangat,
    Agung Putra H.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Sudah dikirim pesan ke facebooknya. Silakan tanya-tanya lewat facebook.

      Reply
  9. Ferdinan Lowen

    Maaf,saya ijin copy.thanks.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Lebih mantap lagi kalau kopinya diseduh pakai air hangat Pak. :D
      Silakan.

      Reply
  10. Jajat R

    Wah saya belum pernah membayangkan jadi profesi penerjemah, padahal setiap mengerjakan tugas di internet, ketika dicetak sudah jadi bahasa Indonesia. Kadang ga kerasa menerjemahkannya kalau kebetulan mengerti konteksnya. Jargon dunia peternakan, desain grafis sama sastra puitis memang sangaaaaaat beragam.
    InsyaAllah saya mau coba setelah baca blog ini. Terimakasih

    Reply
    • Ridha Harwan

      Silakan dicoba. Memang banyak yang mengira kalau terjemahan itu sama aja kayak google translate.

      Reply
  11. A Budi A

    Hai, Mas Ridwan..
    setelah baca-baca, saya mulai tertarik dengan dunia penerjemahan, dan ingin mendalaminya lebih dalam tapi latar pendidikan saya jauh dari dunia tulis-menulis, hanya saja saya suka baca, hhe.. saya mulai mencoba hal-hal kecil seperti menerjemahkan film setahun lalu dan ternyata hasil terjemahan saya nol besar!! hha.. akhirnya saya mulai belajar lagi grammar dari nol. tulisan anda sangat memotivasi saya. terima kasih banyak.. :)

    Reply
    • Ridha Harwan

      Sama-sama Pak Budi. Kalau saya malah lagi pengen nerjemahin film Pak. Saya biasanya dokumen sih.

      Reply
      • A Budi A

        Kalau dokumen itu tentu lebih sulit dari film ya Mas, bolehkah saya diberi gambaran tentang tantangan terberat menerjemahkan dokumen? misalkan seperti di film, saya baru mengenal adanya idiom, pepatah inggris dan semacamnya, maklum saya masih hijau dalam urusan dunia terjemahan..

        Reply
        • Ridha Harwan

          Sebenarnya masing-masing bidang terjemahan itu punya tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Terjemahan film kita ditantang untuk pandai meminimalisir kata-kata. Kalau di terjemahan dokumen menurut saya saat pemilihan penggunaan verba/kata kerja. Selain itu tentu istilah yang kadang belum ada terjemahannya dalam bahasa sasaran.
          Terus belajar saja. Saya juga masih terus belajar. :)

          Reply
  12. Wahyu ff

    Trima kasih atas info nya . jadi lebih termotivasi

    Reply
  13. Akbar

    Mau tanya nih, dari beberapa metode terjemahan (literal, communicative, dsb) yang sering dipake untuk terjemahin buku kira kira apa ya? Trus kalo misalkan mengurangi beberapa kata pada SL di hasil terjemahan, kualitas terjemahannya berkurang atau nggak? Soalnya seringkali ada beberapa kata di SL yg saya rasa kurang pas kalo ditaruh di TL.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Bukunya buku jenis apa? Kalau jenis novel, kita bisa menggunakan gaya terjemahan bebas-lepas. Tapi kalau sudah bukunya buku teknik, lebih baik menggunakan cara literal (kata per kata).

      Trus kalo misalkan mengurangi beberapa kata pada SL di hasil terjemahan, kualitas terjemahannya berkurang atau nggak?

      Selama maksud dari sumber terjemahannya (SL/source language) itu sampai ke hasil terjemahannya (TL/target language). Itu tidak apa-apa. Tapi bukan hanya satu aspek itu saja yang perlu kita perhatikan dalam menggunakan metode ini. Banyak pertimbangan jika kita harus menggunakan metode pengurangan beberapa kata di SL. Saran saya kalau untuk pemula, jangan mengurangi kata-kata di SL untuk disampaikan ke TL. Menurut saya itu cukup beresiko cara pengurang ini.

      Soalnya seringkali ada beberapa kata di SL yg saya rasa kurang pas kalo ditaruh di TL.

      Itulah salah satu tugas penerjemah, memikirkan kata yang pas di TL. Jangan mengurangi kata-kata di SL untuk disampaikan ke TL. Apalgi itu adalah kata yang krusial dan penting, seperti predikat/ verba.

      Reply
  14. Akbar

    Postingannya bermanfaat banget, pengen jadi penterjemah buku tapi masih harus latihan nih

    Reply
    • Ridha Harwan

      Silakan dilatih terus. Novel pun ada bermacam-macam. Komik dan novel saja sudah berbeda.

      Reply
  15. Muhammad Adam Hussein, S.Pd, CM

    Memang bener kosa kata harus banyak, tata bahasa harus dikuasai.

    Ada beberapa orang yang melakukan penerjemahan bebas dengan aplikasi penerjemah tapi hasil kurang profesional. Nah, penerjemah itulah yang bertugas mengeditnya.

    Pemandu wisata asing juga harus mampu berbahasa Inggris. Selain itu penerbitan buku novel asing juga membutuhkan penerjemah.

    Semoga aja saya bisa ahli dalam berbahasa, makasih inspirasinya mas.

    Reply
  16. Mas Huda

    Kalau sudah soal bahasa kayak gini ane serius menyerah… padahal sebenernya pengen banget bisa

    Reply
    • Ridha Harwan

      Belajarnya tahap per tahap. Nanti kalau sudah bisa tinggal dilancarin saja.

      Reply
  17. Beby

    Aku pun pengen Bang, tapi mesti belajar lebih dalem lagi.. :D

    Reply
  18. Achmad Muharya

    Pengen sih jadi penerjemah, tapi nonton film dari dulu aja masih bergantung sama subtitle :D apalagi nonton anime XD, meskipun dari film itu juga saya udah belajar banyak bahasa inggris, yah namanya juga belajar :D

    Reply
    • Ridha Harwan

      Saya juga kalau nonton film hampir selalu pakai subtitlenya juga kok. Namanya juga belajar juga.

      Reply
  19. Marnes Kliker

    Waduh kalo jadi penerjemah mah saya nyerah deh mas, tapi nie bisa jadi peluang bagi yang udah mahir berbagai macam bahasa ya mas untuk menjadi seoarang penerjemah… jangan kata harus menerjemahkan bahasa inggris saya mah mas, terjemajim bahasa sunda yang halus aja suka kebingungan saya hehehee….

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya, Bahasa Sunda sendiri punya ragam corak tersendiri. Apalagi banyak variasi katanya.

      Reply
  20. riduan

    sayangnya kemampuan bahasa inggrisku masih kurang mas. padahal dulu pernah kursus.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Nanti kalau dipelajari lagi, biasanya nambah lagi kemampuannya.

      Reply
  21. Devy Indriyani

    hmm..kalau sudah mahir menerjemahkan banyak bahasa, bisa jadi Devy kagak ngeblog lagi neh, langsung ngelamar menjadi menteri luar negeri,
    hehe…

    Reply
    • Ridha Harwan

      Ntar saya jadi presidennya yah. hehehe

      Reply
  22. uda wiky

    mengerti dan fasih berbahasa lain akan sangat mengganggakan bagi kita ya mas..

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya, paling gak membantu komunikasi kita.

      Reply
  23. ibrahim lubis

    kalau saya soal bahasa inggris, ampun dah ah,..ah,..ah :D

    Reply
    • Ridha Harwan

      Belajar sedikit-dikit. Siapa tahu bisa. : D

      Reply
  24. aldinosya

    kukuruyyuuu..!
    memang keren kalo tau bahasa asing..

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya, dan bahasa asing itu bukan Bahasa Inggris saja.

      Reply
  25. wahyu fadil p

    enak tuh jadi penerjemah . bisa kemana-mana

    Reply
    • Ridha Harwan

      Enaknya bisa kemana-mana, gak enaknya kalau belum ada kesempatan mau kemana-mana hehehe

      Reply
      • Marnes Kliker

        Bisa aja Mas Ridha, tapi bener sih meskipun dah bisa tapi kalo belum ada kesempatan ya pada bae :D

        Reply
  26. Muhammad Nuhan Nahidl

    Wah… ternyata cukup sulit juga ya menjadi seorang menjadi seorang penerjemah. Sedikit mau melapor mas.. tips belajar bahasa Inggris dengan lagu.. sangat manjur mas buat saya. Saya ada kemajuan untuk pengucapan bahasa Inggrisnya.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Cihuy, berati saya gak salah yah bikin tips lagu bahasa inggris. hehehe
      Terima kasih atas pemberitahunnya. :D

      Reply
        • Ridha Harwan

          Coba saja dengar lagu the beatles atau lagu-lagu orang tua zaman dahulu. Biasanya tempo lagunya lambat-lambat.

          Reply
  27. Info Menarik

    sip mas, saya sedang belajar juga mendalami bahasa asing, tapi bahasa korea …

    Reply
  28. buret

    mau saya jadi penerjemah seperti mas Ridha, suka kebingungan baca ebook & jurnal dalam bahasa Inggris. recomend nie tips nya, makasih mas Ridha

    Reply
    • Ridha Harwan

      Sama-sama. Pakai google translate saja dulu.

      Reply
  29. santika

    tarjiem sendiri dari bahasa arab ya mas.. lafadz mashdar yang saya tau..

    Reply
    • Ridha Harwan

      Wah saya sendiri gak tahu artinya apaan. Saya sedikit ‘ngasal’ ambil domain ini. Ceritanya domain ini, tautannya ada di bagian kaki setiap halaman blog ini.

      Reply
  30. Mas Dory

    Wah informasi ini sangat cocok di baca oleh adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah. Karena menurut saya, untuk memulai karir menjadi seorang penerjemah bahasa asing harus memiliki dasar atau kemampuan yang mumpuni dalam menguasai bahasa asing tersebut.

    Dari bangku sekolah lah, siswa atau siswi bisa mulai ambil haluan di jalur mana nantinya mereka akan menapak. Di samping itu, tempat terbaik untuk mengasah kemampuan menerjemahkan bahasa asing adalah di tempat kursus bahasa asing.

    Baru setelah itu seseorang bisa menentukan akan memulai berkarir dimana dengan kemampuan menerjemahkan bahasa asing yang dia miliki tersebut. :D

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya Mas Dory, karena menerjemah itu gak sekadar paham dua bahasa saja, tapi lebih dari itu. Kita harus paham betul bahan yang sedang kita terjemahkan.
      Memang dengan memiliki kemampuan bahasa asing, setidaknya itu membantu kita untuk memahami bahasa asing itu. Tinggal kita yang memilih mau digunakan untuk apa kemampuan bahasa yang kita miliki.

      Reply
  31. penelusuran Artikel

    kalau kang ridha mah sudah jadi makanan sehari-sehari dalam penerjemahan b.inggris ini ya kang, , tapi untuk saya kayanya tidak ada bakat menjadi penerjemah b.inggris hehhe , ijin nyimak saja ya kang, :)

    Reply
  32. DESA CILEMBU

    peluang sangat menjadi terjemah bahasa ada dihadapan mata patut diperjuangkan agar saya dapat penghasilan tambahan dari profesi penterjemah ini.
    tapi saya teh bahasa inggrisnya blepotan kang, gimana coba?

    Reply
    • Ridha Harwan

      Yah gak apa-apa Kok Pak. Kan blepotannya gak sampai ngotorin baju. hehehe

      Reply
      • DESA CILEMBU

        justru ibue’ sering mengeluhsaat mencuci baju saya suaminya yang keren ini, keren..keren sih keren, cuman joroknya ngga ketulungan, gituh ibue selalu bilang..:D

        Reply
  33. Sucipto Kuncoro

    saya malah ketergantungan sama google translate :(
    lain bahasa punya kebiasaan pengucapan yang berbeda ya gan
    jadi kalau diterjemahin per kata malah jadi rancu

    Reply
    • Ridha Harwan

      Yah gak apa-apa, hitung-hitung belajar Bahasa Inggris.

      Reply
    • Ari

      Saya juga.. Baca literatur inggris merangkak kaya keong.. :D

      Reply
  34. fidah shah

    Saya rasa profesion ini agak sukar juga ya..Bila menterjemah, ia bukankah sekadar ‘direct translation’ dari teks asal..tetapi harus memahami keseluruhan konteks tentang apa yang perlu diterjemah..Itu belum lagi termasuk ‘jargon’ tertentu yang digunakan khusus untuk sesuatu bidang.

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya Fidah, kadang jargon itu malah lebih susah ketimbang teks biasa.

      Reply
  35. yanto cungkup

    kalau ini mah sudah treknya mas ridha deh,saya sudah angkat duluan dan nggak berfikir mau berkarier untuk menjadi penterjemah mas

    Reply
    • Ridha Harwan

      Siapa Tahu Om Yanto mau belajar jadi penerjemah juga.

      Reply
  36. wiki

    betul ya mas..apalagi bahasa inggris yang sangat diperlukan sekali didunia ketenagakerjaan zaman sekarang..

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya. Sayangnya Bahasa Inggris gak setenar Bahasa Daerah. hehehe

      Reply
  37. Ari

    Benar mas.. Tapi yang utama sekali tentang pengetahuan yang kita terjemahkan tersebut. Terjemahan orang ekonomi, hukum, dan teknik masing-masingnya beda jauh walaupun dengan kata yang sama-sama dalam bahasa inggris. Contoh, saya pernah nemu buku terjemahan dengan kata dasar financial statement, tapi di artikan dalam pernyataan keuangan. Sementara maksud dari kata itu laporan keuangan. Pernyataan keuangan dan laporan keuangan itu beda jauh dilihat dari sisi manapun dalam istilah accounting..

    Reply
    • Ridha Harwan

      Iya @Ari, dari segi penggunaan kata saja, dua istilah itu sudah beda maknanya. Mangkanya harus hati-hati kalau mau menerjemahkan itu, apalagi dari segi pemilihan kata.

      Reply
      • Ari

        Itu buku terjemahan yang saya dapatkan.. Makin di baca makin bingung.. :p Jadi solusi menurut saya kalau mau menterjemahkan buku kuliah berbahasa asing tersebut minimal orang yang bidangnya itu juga.. :D

        Reply
        • Ridha Harwan

          Iya betul. Jadi terjemahan istilahnya gak bingung. Kecuali kita mau mempelajari betul bahan yang sedang kita terjemahkan.

          Reply
        • Dwi Aji Prajoko

          Tidak selalu begitu kasusnya. Banyak juga terjemahan yang baik yang tidak dihasilkan oleh orang dari disiplin yang sama. Kepekaan penerjemahan akan terminologi dan kerajinan untuk menelusuri makna istilah itu sesuai bidangnya akan sangat membantu. Sekarang ‘referensi’ cukup berlimpah kok.

          Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video

Loading...

Berlangganan

Ikuti Tulisan Kami

Ikuti Tulisan Kami

Setiap kali ada tulisan baru akan dikirim ke alamat ini.

Berhasil! Nantikan kabar terbaru dari kami.