Select Page

Belajar Bersyukur Dengan Menulis

Belajar Bersyukur Dengan Menulis

Sengaja tulisan “Belajar Bersyukur Dengan Menulis” ini saya kategorikan dalam tulisan “seo” karena pada pada dasarnya, seo itu adalah ilmu konten, tanpa konten yang baik, bagus, menarik, bermanfaat, menurut saya itu hanyalah seo sementara dan konten yang baik dimulai dengan menulis dengan jemari penulis sendiri.

Masih dalam edisi blogwalking, di pendahuluan saya, saya sudah menyebutkan beberapa tulisan yang rencananya akan saya tampilkan di sini. Agar tulisan saya tidak sia-sia ditampilkan, maka saya mencoba meramu niat menulis saya dengan rasa syukur saya.

Belajar Bersyukur Dengan Menulis

Banyak cara seseorang dalam mengungkapkan rasa syukurnya. Jika kita memiliki kelebihan harta, tentu kita akan memberikan beberapa harta yang kita miliki kepada yang membutuhkannya. Apabila kita memiliki ilmu, tentu kita akan memberikan ilmu yang kita miliki. Semakin ilmu, informasi, pengetahuan, dsb. kita bagikan, tentu secara otomatis apa yang kita bagikan itu, kita berharap akan mengalir terus kebaikannya kepada kita.

Lalu Bagaimana Dengan Blogger?

Blogger adalah seseorang yang memiliki sebuah blog dan menampilkan tulisannya di blog yang dimilikinya (gratisan atau berbayar). Terlepas bagaimana cara seorang blogger itu menulis sendiri di blognya atau tidak, pada intinya jika diblognya terdapat tulisan menarik untuk para pengunjung, tentu secara tidak langsung blognya akan ramai dikunjungi.

Saat ini saya sedang belajar bersyukur dengan cara menulis apa saja yang saya ketahui. Istilah saya,

Membuang-bung ilmu di blog.

Saya baru menyadari hal ini pada saat saya menuliskan Tips Tersendiri Untuk Belajar Bahasa Inggris. Padahal tips yang saya sebutkan di dalam tulisan tersebut, sudah hampir 5-7 tahun lebih saya katakan kepada mereka yang bertanya soal, “Bagaimana agar bisa Berbahasa Inggris” kepada saya. Saya sendiri kadang sudah hampir bosan mengulang-ngulang mengatakan mengenai tips tersebut.

Ilustrasi menulis dan pengetahuan.

Ilustrasi menulis dan pengetahuan.

Terkadang kita merasa apa yang kita ketahui tidak ada gunanya bagi orang lain. Padahal itu tidak. Pernahkah kita memikirkan jika uang seribu rupiah itu sangat berharga sekali bagi beberapa orang? Sama halnya dengan apa yang kita ketahui. Pernahkah kita terpikirkan kalau di lingkungan sekitar kita ini banyak hal yang menarik untuk diceritakan kembali kepada orang lain? kepada dunia?

Seperti contoh saat saya menulis kompor gas tidak mau menyala padahal baru saja mengganti tabung gas. Tahu tidak, baru seminggu tulisan itu saya tampilkan, ternyata ada juga yang mencarinya di google.

Di sanalah poin para blogger untuk menulis. Dengan menulis apa yang kita ketahui, setidaknya hal itu dapat bermanfaat bagi orang lain.

Karena itu, saya ingin belajar bersyukur dengan menulis, menulis apa saja yang saya ketahui dan itu layak dibagikan.

About The Author

Ridha Harwan

Penjual jasa penerjemah Inggris Indonesia. Selengkapnya...

27 Comments

  1. wiki

    selamat malam semua… dateng lagi..hehe

    baru online nih saya :) ..

    Reply
    • Ridha Harwan

      Kalau sekarang sih sudah pagi di sini. hehehe
      Oh ya Mas Wiki, mas aktifkan RSS nya dong. Biar saya bisa langganan blognya.

      Reply
  2. Eyuana

    Ya begitulah seharusnya bang ridho :-) ilmu maupun teknologi harus selalu dibagikan agar kita jangan selalu merasa puas seperti apa yang telah kita dapatkan ;-) . banyak ilmu banyak teman juga sangat diperlukan dalam sebuah blog. Kebanyakan para pakar seo berkomentar diblog lain hanya mencari untung saja agar dapat backlink begitu khan biasanya bang?? ;-)
    Sebenarnya apapun yang kita tulis bisa menjadi barang berguna dan dicari oleh para pembaca di luar sana walaupun tulisan itu biasa namun para pembaca membutuhkannya. :-)

    Reply
    • Ridha Harwan

      Kalau untuk yang sudah paham seo, menulis komentar untuk mendapatkan backlink, itu kayaknya kurang tepat. Karena ada teknik lain lagi kok selain berkomentar. :)
      Iya benar, yang penting menulis saja. :)

      Reply
  3. Mas Dory

    Biar bisa tambah ikhlas, saat menulis artikel niatkan saja untuk bertanya kepada publik tentang tulisan kita. Toch tulisan kita (kita ?) kan belum tentu seratus persen benar semuanya. Jadi dibuat enjoy saja.

    Kalau mendengar kata “ilmu SEO” sebaiknya saya serahkan sama mas Ridha Harwan saja. Saya mah masih awam hehe. :D

    Reply
    • Ridha Harwan

      Intinya sih menulis saja sih kalau soal seo. Mas Dory fokus saja menulis di dunia tambang, ntar blognya bisa jadi rujukan di dunia pertambangan sewaktu-waktu. :D

      Reply
  4. Info Menarik

    konon katanya, jika kita membagi-bagi ilmu yang kita miliki dengan ikhlas maka semakin dibagikan akan semakin bertambah ilmu kita … aamiin …

    Reply
    • Ridha Harwan

      Aamiin…
      Terutama kategori “Ilmu seo”, saya lagi berusaha mengikhlaskan nih wkwkwkwkw

      Reply
  5. wiki

    bermanfaat sekali mas,,sangat membantu dan menginspirasi saya untuk terus menulis…

    Reply
  6. muzi

    Dengan menulis, kita sudah memberikan banyak manfaat untuk orang lain. Kita sudah patut bersyukur selalu mendapat pahala mas ridha. happy blogging mas. ayo menulis.

    Reply
  7. cinta

    syukur alhamdulillah….. ;)

    Reply
  8. Muhammad Nuhan Nahidl

    Benar juga sih mas… apa yang kita ketahui belum tentu orang mengetahuinya maka dari itu kita perlu berbagi… terutama ilmu, kebahagian dan yang lainnya.

    Reply
  9. yanto cungkup

    yah memang begitu seharusnya mas,saya setuju.setiap orang memang punya kekurangan dan kelebihan.jadi menulis saja yg diketahui.asal tidak berunsur sara.
    makasih telah mengingatkan

    Reply
    • Ridha Harwan

      Sama-sama Om Yanto, tulisan ini juga untuk saya, agar bersyukur punya komputer i7 dan modem yang agak kencangan. hehehe

      Reply
    • Ridha Harwan

      “Ilmu itu diikat dengan menulis dan disebarkan dengan SEO” #myquote

      hehehe

      Reply
    • Sucipto Kuncoro

      “Ilmu dan pengalaman tidak diperoleh dengan cara memanjakan badan” #myquote

      Reply
      • Ridha Harwan

        Haha benar. Artinya bangun pagi, jangan bangun siang. Mirip film cinta subuh kemarin.

        Reply
  10. DESA CILEMBU

    betul kang, bersukur bisa dilakukan pada kondisi apapun, apalagi saat menulis.

    betewe, kenapa di G+ nya ngga jalan ya?

    Reply
    • Ridha Harwan

      Yang G+ mana? yang plus.google.com atau yang tombol google plus di halaman tulisan ini?
      Kalau yang di plus.google.com, saya kadang-kadang saja, belum terlalu sering. :D

      Reply
      • yanto cungkup

        mungkin yg dimaksud kang lembu itu g+nya tidak update artikel terbaru mas,jadi kita mesti mengunjungi homepage dulu sebelum keartikel terbaru

        Reply
        • Ridha Harwan

          Iya Om Yanto. Kayaknya yang dimaksud Kang Lembu sudah saya tangkap. Memang iya sih, saya belum aktif ke google plus. Google plusnya kadang suka lambat. Mungkin servernya masih di seberang laut kali.

          Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video

Loading...

Berlangganan

Ikuti Tulisan Kami

Ikuti Tulisan Kami

Setiap kali ada tulisan baru akan dikirim ke alamat ini.

Berhasil! Nantikan kabar terbaru dari kami.