Masjid Pusdai Bandung Jabar

Nikah Massal 27 Pengantin di Masjid Pusdai Bandung Jabar

Dua minggu yang lalu saat sebelum salat jumat, para jemaah Masjid Pusdai (Pusat Dakwah Islam) Jawa Barat diberitahu kalau 2 minggu yang akan datang akan ada acara nikah massal dalam rangka menyambut ulang tahun Masjid Pusdai yang ke-17. Saya jadi penasaran, bagaimana sih acara nikah massal itu?

Maka pagi ini saya datang ke Pusdai (http://pusdai.or.id) yang lokasinya berseberangan dengan tempat saya tinggal, hanya beda tembok saja. Sekitar pukul 08:30, suara pengeras suara terdengar dari kamar saya, yang memberitahukan bahwa prosesi acara nikah massal akan segera dimulai. Saya agak bingung, padahal di spanduk pemberitahunnya tertulis acara nikah massal ini yaitu 09:00-14:00. Wah tumben nih acaranya tepat waktu. :D

Spanduk pengumuman acara nikah massal Masjid Pusdai.
Spanduk pengumuman acara nikah massal Masjid Pusdai.

Saya masuk ke masjid sekitar pukul 09.15, waktu itu acara sudah dimulai. Terlihat para pasangan pengantin telah duduk berdampingan membentuk huruf U yang dihadapan mereka ada para saksi nikah. Ternyata hadir pula Bapak Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur Jawa Barat. Padahal saat pengumuman acara nikah massal ini tidak diberitahu kalau Bapak Gubernur akan datang. Dalam pengeras suara sebelumnya juga disebutkan undangan yang akan hadir dalam acara ini sebanyak 700 undangan, namun saya lihat yang hadir dalam acara ini tidak terlihat ada 700 orang, mungkin sekitar 200-300 orang saja.

Para peserta pengantin nikah masal
Para peserta pengantin nikah massal

Setelah saya duduk sebentar, tidak beberapa lama kemudian Bapak Ahmad Heryawan, memberikan sambutannya. Sambutannya seperti memberi khotbah nikah saja. Beliau berkata kalau tahun ini 27 pasang, kalau bisa tahun depan 100 pasang (mantap).

Setelah selesai memberi kata sambutan acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci alquran dan terjemahannya dan dilanjutkan dengan khotbah nikah bagi 27 pasangan pengantin ini. Selesai khotbah nikah selesai, tiba acara yang ditunggu-tunggu, akad nikah atau prosesi ijab-kabul.

Saya sangat penasaran sekali dengan teknis acara nikah massal ini.

Ternyata Bapak Aher menjadi salah satu saksi pada pasangan pengantin yang pertama kali mengucap ijab-kabul. Suasana pada saat acara ijab-kabul yang pertama kali ini, cukup meriah. Beberapa orang yang sebelumnya hadir duduk rapi di belakang para pengantin, namun agak berjauhan, hampir berdiri semuanya menyaksikan acara akad nikah ini. Setelah Bapak Aher menjadi saksi pasangan pengantin yang pertama kali ini, tampaknya beliau langsung meninggalkan tempat acara.

Salah satu pengantin yang melakukan ijab-kabul beserta maharnya
Salah satu pengantin yang melakukan ijab-kabul beserta maharnya

Setelah selesai acara ijab-kabul pengantin yang pertama kali, barulah beberapa penghulu lainnya melakukan prosesi ijab-kabul bagi pasangan pengantin lainnya. Seorang penghulu tampaknya menikahkan lebih dari 2 pasangan pengantin secara bergiliran.

Prosesi akad nikah ke-27 pasangan pengantin ini hanya berlangsung 30 menit saja, cukup cepat. Karena begitu penghulu menikahkan dan memberikan doa kepada pasangan pengantin ini maka ia tinggal bergeser ke meja sebelahnya di mana pasangan pengantin beserta para saksi dan wali lainnya sudah menunggu. Saya lihat pukul 10:35 acara akad-nikah ini sudah selesai. Lalu dilanjutkan dengan acara resepsi atau makan-makan di gedung yang terletak di sebelah masjid ini.

Jadwal acara nikah massal Masjid Pusdai.
Jadwal acara nikah massal Masjid Pusdai.

Saya dengar di awal pemberitahuan oleh pembawa acara, acara menyediakan 1.000 porsi untuk para hadirin yang datang menyaksikan acara ini. Padahal tampaknya jumlah yang hadir tidak sebanyak itu. Para pengantin yang menikah, tidak dipungut biaya, sebagaimana yang saya dengar pada saat pengumuman dua minggu yang lalu. Selain tidak dipungut biaya, para pengantin ini mendapatkan kupon menginap di hotel gratis dari para sponsor, beserta bingkisan kecilnya atau seserahannya.

Ada hal lain yang menarik. Tidak semua pasangan pengantin ini baru pertama kali menikah. Ada juga yang janda atau duda, bahkan saat saya ingin pulang saya lihat pasangan kakek-nenek juga ikut sebagai peserta nikah massal ini.

Masjid Pusdai Bandung Jabar
Masjid Pusdai Bandung Jawa Barat Gambar:hiresstock.com

Megah Namun Sederhana

Itulah kesan yang saya terima dalam acara yang saya saksikan ini. Megah dikarenakan pasangan pengantin ini menikah di salah satu masjid besar di Kota Bandung. Di mana masjid ini dan gedung di sebelahnya hampir setiap sabtu-minggu selalu dipenuhi pesta pernikahan, kadang jalanan di depannya bisa macet dikarenakan kendaraan roda empat antri keluar-masuk lingkungan masjid ini.

Selain itu acara pernikahan ini juga dihadiri oleh orang nomor satu di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat. Tidak hanya itu, pernikahan mereka mungkin menjadi kabar berita nasional, karena saya liat ada salah satu kru stasiun televisi nasional hadir.  Sederhana yang saya dimaksudkan di sini adalah, tampaknya beberapa pasangan pengantin tidak banyak membawa sanak keluarganya. Bahkan sepertinya hanya mereka saja yang hadir.

Bagaimana tertarik ikut menjadi peserta acara nikah massal tahun depan di Masjid Pusdai Bandung?

Mohon maaf kalau gambarnya kurang bagus.

78 thoughts on “Nikah Massal 27 Pengantin di Masjid Pusdai Bandung Jabar

  1. enak ya mas, nikah gratis + nginep di hotel + saksinya Pak Gubernur. diadakan di Masjid Pusdai yang megah itu, saya mau daftar gimana ya mas?? eh, pendaftaran masih dibuka ga yak

  2. jarang lho ada acara Nikah masal,,,,tapi sayangnya tida bisa jadi peserta nih hahaha,,,,,,,okelah kalau begitu saya mendoakan untuk semua mempelai semoga menjadi keluarga yang Sakinnah mawadah warrahmah AMIIN,,,

  3. menikah menjadi wajib bagi orang yang telah siap secara usia jadi sebuah langkah jika kemudian melakukan acara nikah masal, sebab ada dan masih banyak rumah tangga yang belum memiliki surat nikah secara resmi, sebab surat nikah adalah dasar bagi kebutuhan lain seperti KK (kartu keluarga) dan lalu KTP…lagian kalau udah nikah seara resmi dan memiliki surat nikah, rumah tangga jadi nyaman

  4. kesederhanaan dalam nikah masal malah bisa menjadikan seru dan haru biru. karena ramai dan sangat membantu dalam pasangan yang ingin pernikahannya dirayakan. satu lagi yang paling berkesan dengan nikah masal, ada orang tua yang umurnya sekitar 60 atau 70 tahun terharu setelah mereka pernikahannya dirayakan, karena mereka dulunya hanya bisa nikah biasa. ok pastinya sangat seru nikah masalnya ya gan. terima kasih infonya

  5. Iya sama dengan jawaban dari Mas Yanto Cungkup itu. DI Pontianak juga ada banyak acara Khitanan Massal. Sedangkan untuk Nikah masal seperti saya yang belum dengar sih. Rasanya blum ada deh kayaknya.

  6. Wah sayang sekali saya telat lihat berita nikah maslnya,,,,cocok nih buat saya yang masih sendiri, lumayan bisa dapat gratis dan nikah bareng disaksikan orang banyak,….hehehehehe

  7. Nikah massal bisa berfungsi untuk memfasilitasi saudara-saudara kita yang kurang mampu, tapi mempunyai niat untuk menikah dengan pasangannya. Mantab sekali dech. Semoga program seperti ini bisa terus terlaksana bukan hanya di bandung, namun lebih luas lagi diseluruh daerah di Indonesia. :D

    • Iya betul Mas Dorry, salah satu syarat mengikuti acara ini kalau tidak salah, pesertanya “kurang mampu”. Salah satu isi khotbah nikahnya juga, disarankan kalau acara nikah massal ini dimasukan ke apbn pemerintah (jabar).

  8. Kompak bener ya kang Ridha pengantinya semua membentuk Huruf “U” , , gax kebayang pasti acaranya rame bener ya kang ? . . . harus terus di perjuangkan nih untuk Kawin Masal , berhubung tidak sdkit jga dari teman kita diluar sana, ingin menikah aja susah dikarenakan biaya yang tidak sedikit jga ya kang, ,

  9. Wah harus-sering sering diadakan acara seperti ini ya mas, soalnya banyak orang yang mau menikah terkendala masalah biaya.. kalo kayak begini kan bisa menjauhkan seseorang dari perbuatan zina… :)
    Masjidnya lumayan megah sekali, cocok acara seperti ini.. walaupun yang hadir tidak sesuai dengan undangannya ya…

Leave a Comment