Cara Agar Tulisan di Kompasiana Diperhatikan

Apa sih itu kompasiana?

Ah biarlah, coba saja cari di google atau coba baca tulisan saya yang agak panjang ini di sini.

Luar biasa memang perkembangan ‘blog keroyokan’ ini. Entah berapa tulisan yang dipublikasikan di sini setiap jam atau per sepuluh menitnya. Apalagi kalau di jam-jam sibuk, pagi hari atau malam hari Waktu Indonesia Barat. Belum lagi pembaca dan penulisnya dari di seluruh penjuru dunia dan hal ini membuat kompasiana menjadi nonstop 24 jam, baik dari jadwal penerbitan artikelnya dan jadwal para pembaca dan pengunjungnya.

Logo Kompasiana.com

Logo Kompasiana.com

Nah sebagai penulis, tentu senang dong kalau tulisan kita banyak yang membacanya atau banyak yang mengomentarinya. Disadari atau tidak, apa yang akan saya tuliskan di bawah ini banyak dilakukan oleh para kompasiana agar apa yang ditulisnya banyak dilirik oleh para pembaca yang terkadang sekaligus mereka itu adalah para penulis juga.

Mohon diperhatikan, saya pribadi tidak ambil ‘peduli’ apakah tulisan saya akan dibaca atau tidak, biarlah ada apanya, eh apa adanya. Namun secara manusiawi tentu saya juga akan sangat senang jika tulisan saya menjadi terkenal (dihailekin). Karena itulah saya menerapkan strategi standar para penulis (baca: blogger) dalam penerbitan tulisannya di kompasiana agar upaya ‘pengen narsisnya‘ dapat tergantikan.

Cara Agar Tulisan di Kompasiana Diperhatikan

  1. Perbanyaklah teman

    Hayo sudah berapa jumlah temannya di kompasiana? Saya pribadi banyak yang menjadikan saya sebagai teman dibandingkan saya yang meminta untuk berteman. Kecuali saya memang mengenal betul secara pribadi atau pernah bertatap muka atau bicara calon teman saya di kompasiana. Kecuali calon teman saya ini adalah dia yang memiliki keilmuan yang sama-sama saya minati atau Ibu Susi yang lagi menulis di kompasiana. :D Jujur saja, saya baru beberapa kali mendapatkan tulisan saya jadi hailek, paling 2-4 kali rasanya. Namun biasanya, setiap kali tulisan saya hailaik di kompasiana, maka cukup banyak saya menerima permintaan pertemanan. Kalau di kompasiana saya langsung acep saja permintaan pertemanannya karena kan kita tinggal melihat tulisan apa yang dihasilkan di kompasiana. Lumayanlah ada 22 orang yang menjadi teman saya di kompasiana saat tulisan ini dibuat.

  2. Perbanyaklah berkomentar

    Sebenarnya ini trik lawas. Trik tua namun tetap memiliki kekuatan yang abadi. Entah itu di dunia blogging atau di mana saja, jika kita berkomentar di sebuah tulisan orang lain secara aktif, maka secara naluriah (bahasanya rek) maka yang menulis artikel tersebut tentu akan penasaran siapa sih yang sering komentari tulisan saya. “Baiklah saya akan mengomentari tulisan dia juga kalau begitu.” Itu juga yang saya alami.

    Dua kali saya menerbitkan tulisan di sini dua kali pula teman baru saya di kompasiana menjadi komentator pertama kali. Akhirnya saya penasaran. Begitu sang komentator dan pemberi nilai tulisan saya ini menerbitkan tulisan, saya pun melihat tulisannya dan wow, dia mempunyai banyak teman dan para komentatornya buanyak sekali. Demi membalas kebaikannya, saya juga ikut berkomentar juga jadinya :D.

  3. Perbanyaklah memberi ‘bintang’

    Ini tidak terlalu sulit kita lakukan. Namun menurut saya hal ini hanya akan membantu secara statistik di bagian “teraktual, bermanfaat, inspiratif, menarik”. Namun ini merupakan cara yang mudah jika kita lagi enggan berkomentar. Karena mungkin bagian ini tidak banyak diperhatikan jika dibandingkan dengan komentar yang bermunculan.

Pertanyaannya, apakah trik ini bekerja?

Tentu jawaban ini akan dijawab bagi mereka yang melakukan trik ini. Saya pribadi mendapatkan ide menulis cara ini karena saya melihat beberapa teman-teman saya yang ada di kompasiana banyak melakukan hal ini. Jadi kalau boleh diistilahkan, trik ini merupakan “undang-undang tidak resmi para tetua warga kompasiana” semacam peraturan adat istiadat di dalam masyarakat gitu.

Bukankah kita senang kalau kita dibantu, bukankah kita senang kalau kita banyak membantu? Sifat universal inilah yang membuat trik ini bekerja, entah itu di kompasiana atau di bagian dunia lain.

10 Comments

  1. Irwan Ade Saputra 7 April 2016 08:36
    • Ridha Harwan 9 April 2016 15:11
  2. Henny Patria@IndarrPratayu 16 Januari 2016 09:16
    • Ridha Harwan 17 Januari 2016 22:04
  3. Henny Patria@IndarrPratayu 16 Januari 2016 09:15
    • Ridha Harwan 17 Januari 2016 22:04
  4. Ari 16 Desember 2014 22:19
    • Ridha Harwan 17 Desember 2014 09:20
  5. Indra Kusuma Sejati 14 Desember 2014 22:33
    • Ridha Harwan 15 Desember 2014 11:19

Leave a Reply