Seo dan Sandal

Mengapa kita harus sepakat dengan kualitas? (seo dan sandal)

Gara-gara saya baca sebuah tulisan jadinya saya iseng juga deh buat tulisan ini.

Jadi begini ceritanya, saat bulan ramadhan 1435 Hijrayah yang lalu saya mendapatkan sepasang sandal di rumah (Jambi) saya yang sudah lama gak dipakai. Berhubung sandal saya yang sudah 11 tahun saya pakai sudah mau pensiun, jadilah saya menggunakan sandal itu. Eh baru 1 minggu saya pakai alas sandalnya sudah rontok. Namun karena alas sandalnya cukup tebal dan agak lembut jadinya tetap saya pakai. Jadi saya tinggal memperbaiki alas sandalnya saja.

Lah hubungannya dengan seo apaan?

Terus begitu saya balik ke Bandung, saya berencana mau memperbaiki sandal itu. Dari pada sandal itu gak dipakai dan saya harus beli sandal baru, mendingan saya pakai sandal lama tapi masih bagus. Jadilah saya mencari tukang sandal untuk memperbaiki.

Ahli seo foto dari pixa bay

Seo foto dari pixa bay

SEO dan Sandal

Ada dua pilihan saya mencari tukang sandal. Satu tukang sandal yang biasa berkeliling-keliling dan satu lagi tukang sandal yang ‘mangkal’. Ekspektasi saya adalah, biasanya tukang sandal yang ‘mangkal’ itu dia lebih ‘jago’ ketimbang yang berkeliling-keliling. Lalu saya teringat ada tukang perbaiki sandal/sepatu mangkal di tempat saya tinggal dulu. Lalu pada saat saya makan bubur ayam pagi harinya di dekat tempat tukang sandal mangkal itu, saya bertanya ke bubur ayam.

“Bu, tukang sandal itu masih buka gak sih?”

Pada saat saya menanyakan soal harga, Ibu itu langsung bilang,

“Mahal tapi bagus…”

Terus pas tadi sore saya ke tukang sandal mangkal itu saya tanya-tanya. Beberapa kali Bapak  sandal itu berkata istilah-istilah dalam dunia persandalan, salah satunya, karet statis,karet nilon, beludru, kulit dibalikkan, dan lain sebagainya.

Lalu saya tanya,

“Berapa harganya Pak kalau mau ganti alas sandal saya?”

“60 ribu”

Kalau yang biasa beli sandal, uang 150 ribu kita sudah bisa dapat sandal model tali yang cukup bagus, katakanlah sandal gunung merek eiger.

Itu artinya saya mempertaruhkan uang yang jika ditambahkan 60 ribu lagi saya bisa mendapatkan sandal baru.

Trus hubungannya dengan SEO apaan….?

Anggap saja tukang sandal yang mangkal itu dia tidak ada backlink lalu yang tukang sandal keliling itu dia sibuk mencari atau menanam backlink kesana-kemari berkeliling. Nah lebih enak mana kira-kira jadi tukang sandal keliling atau yang mangkal?

Lalu dari mana tukang sandal yang mangkal itu dapat backlink?

Ini dia trik seo yang mungkin paling ngetren di 2014, media sosial. Aman dari amukan algoritma dan ragam peliharaan google namun cenderung ‘dicintai’ google.

Bagaimana orang bisa bela-belain datang ke tukang sandal yang mangkal itu?

Karena dia tahu si tukang sandal itu hasil oprekan sandalnya bagus. Kan saya tahunya dari tukang Bubur ayam yang bilang, “Mahal tapi bagus…”

Bagaimana, sepakat dengan kualitas?

Mengapa kita harus sepakat dengan kualitas? (seo dan sandal)

Tags:

4 Comments

  1. Nuhan Nahidl 3 Januari 2016 14:38
    • Ridha Harwan 5 Januari 2016 10:01
  2. Sucipto Kuncoro 1 Januari 2015 14:03
    • Ridha Harwan 3 Januari 2015 16:09

Leave a Reply