Lima Cara Bijak Memilih Hosting Dari Pemula Untuk Pemula

Lima cara bijak memilih hosting dari pemula untuk pemula. Ini adalah catatan saya pribadi setelah saya memutuskan untuk berpindah dari blogspot ke wordpress.org self hosting. Akibat dari pindahnya saya ke wordpress.org, dimana para penggunanya diharuskan untuk menggunakan atau memilih hosting sendiri, jadinya saya mau tidak mau mempelajari hosting atau bagaimana cara memilih hosting demi blog  jasa penerjemah Inggris Indonesia saya. Selain itu tulisan ini juga ada hubungannya dengan tulisan saya yang sebelumnya mengenai pertanyaan standar para blogger, hosting apa yang cocok untuk blog saya?

Ilustrasi cara bijak memilih hosting

Ilustrasi cara bijak memilih hosting

Agar tulisan ini tidak tampak terlalu panjang, maka tulisan cara memilih hosting ini saya bagi menjadi 2 bagian. Baiklah mari kita mulai, cara bijak memilih hosting dari pemula untuk pemula bagian pertama yang terdiri dari 3 pertimbangan:

1. Layanan Pelanggan atau Customer Service

Saat pertama kali saya belajar dan menanyakan soal pemilihan hosting, salah satu hal yang paling ditekankan adalah komunikasinya. Memang sebagai pemula paling-paling kita hanya menyewa 100 ribu-200 ribu per tahun. Namun dalam perjalanannya, khususnya untuk pemula (newbie) komunikasi itu sangatlah penting. Beda dengan domain. Pastikan Anda telah memilih penyedia jasa layanan hosting yang dapat membuat diri Anda nyaman berkomunikasi dengan mereka. Apakah itu melalui, chatting, email atau tiket, sms, telp, whatsapp, bbm dsb. Pastikan mereka merespon pertanyaan-pertanyaan remeh-temeh kita dengan baik dan tidak begitu lama. Ini sangat penting sekali. Kalau saya memilih kenyamanan komunikasi dalam hal chatting via yahoo messenger. Dari sinilah setidaknya kita bisa menilai bagaimana kualitas jasa yang akan kita terima dari mereka.

Pentingnya layanan pelanggan saat memilih hosting

Pentingnya Layanan Pelanggan Saat Memilih Hosting

2. Tampilan dan Informasi Websitenya

Mungkin ada yang berpendapat ini tidak penting, tapi menurut saya ini penting. Bisa dibayangkan saat Anda membeli sebuah barang atau jasa lalu Anda tidak tahu siapa penjualnya, alamatnya, nomor telpnya, mengenai toko penjual tersebut dsb., bisa-bisa barang yang kita beli tidak jelas juga. Saya paling ‘malas’ kalau menemukan sebuah website penyedia sebuah layanan pembelian barang atau jasa tidak memiliki alamat lokasi atau informasi mengenai siapa mereka yang jelas. Bisa-bisa saya tidak melirik lagi website tersebut. Menurut saya, tampilan situs penyedia layanan hosting haruslah jelas dan mudah dipahami oleh pengunjungnya.

Jika tampilannya tidak menarik, setidaknya mereka menampilkan informasi-informasi apa saja yang kita butuhkan dan tidak ada yang disembunyikan. Seperti mudahnya kita memahami tabel harga paket hosting yang mereka tawarkan, ketentuan layanan yang akan kita terima, proses dan tata cara transaksi, navigasi situs yang jelas, informasi siapa mereka, dsb. Tidak sulitnya kita menemukan informasi yang kita butuhkan itu bisa menggambarkan tampilan situs penyedia layanan hosting ini sudah cukup bagus.

Perlukah melihat penampilan dalam memilih hosting.

Perlukah melihat penampilan dalam memilih hosting?

3. Lamanya Mereka Beroperasi

Cara sederhana lain untuk menilai atau memilih hosting yang akan kita percayakan adalah lamanya mereka beroperasi. Sebetulnya ini tidak menjadi jaminan namun setidaknya ini cara mudah kita menilai calon hosting yang akan kita pilih. Setidaknya semakin lama mereka di dunia perhostingan, maka akan semakin banyak kasus dan cara penanganan yang akan mereka lakukan untuk hosting kita. Karena membeli hosting itu tidak hanya membeli saja, kita membutuhkan proses pemeliharaan terhadap hosting atau server dimana kita menyewa dan itu biasanya dilakukan oleh penyedia hosting. Biasanya penyedia hosting yang sudah lama beroperasi mereka akan menyediakan layanan pelanggan 24 jam x 7 hari selama seminggu, bahkan ada yang tidak ada liburnya.

Kalau boleh jujur, saya terkadang lebih cenderung memilih hosting kepada jasa layanan hosting yang baru berjalan. Karena besar kemungkinan kita akan berkomunikasi langsung dengan pemilik atau pengelola hosting tersebut yang notabene mereka memahami pertanyaan terkait hal-hal teknis dunia hosting. Beda halnya kalau kita mencoba memilih hosting yang sudah cukup besar, biasanya kita akan berhadapan dengan bagian penjualan atau cs dulu, syukur-syukur bisa berkomunikasi dengan teknisinya langsung. Hal ini saya alami sendiri, waktu ingin transfer domain. Walaupun bukan saat memilih hosting, namun saya merasakan perbedaan komunikasi saat saya chatting dengan teknisi hosting tempat saya yang pertama dengan tempat baru untuk menempatkan domain saya.

Selanjutnya, Bagian Dua Cara Memilih Memilih Hosting (Bagian Terakhir) khususnya mengenai cara bijak memilih paket hosting.

Tags:

2 Comments

  1. Indra Kusuma Sejati 14 Desember 2014 22:36
    • Ridha Harwan 15 Desember 2014 11:20

Leave a Reply