Perlunya Spesialisasi Dalam Bidang Terjemahan

Tulisan terkait penerjemah dan terjemahan mengenai Perlunya Spesialisasi Dalam Bidang Terjemahan lahir ini ditujukan kepada seorang penanya yang bertanya di kolom komentar tulisan saya yang berjudul “Daftar 10 Situs yang Sebaiknya Diketahui oleh Seorang Penerjemah“. Menarik sekali lima pertanyaan yang diajukan. Dari kelima pertanyaan tersebut dua diantaranya sudah saya jawab di halaman tersebut. Dari dua pertanyaan saja tampaknya jawaban yang saya ajukan sudah cukup panjang sekali, sehingga terlihat ramai sekali kolom komentar saya. Karena itu saya berpikir untuk membuat tulisan khusus untuk menjawab sisa tiga pertanyaan terakhir dan saya memilih judul “Perlunya Spesialisasi Dalam Bidang Terjemahan” di atas sebagai artikel yang akan menjawab sisa tiga pertanyaan tersisa sebagai sebuah simpulan dari jawaban-jawaban yang saya ajukan di bawah ini.

Pertanyaan penerjemahan yang diajukan jasa terjemahan

Pertanyaan penerjemahan yang diajukan

Kita mulai dari pertanyaan nomor tiga.

3.kira2 bacaan seperti apa yg harus sering2 kita baca mas (mis utk bhs ingriss)utk membantu menjadi translator yg baik?

Terkait bacaan yang harus sering-sering kita baca untuk membantu menjadi seorang penerjemah atau translator yang baik, cukup sederhana. Kalau saya pribadi memilih untuk membaca bahan atau topik yang saya sukai. Misalnya begini, jika kita ingin fokus menjadi seorang penerjemah fikisi (seperti novel), maka mau tidak mau kita akan dituntut untuk memiliki pengetahuan ragam kosa kata atau gaya bahasa yang banyak digunakan di dalam sebuah cerita fiksi.

Dengan adanya kegiatan kita membaca ragam bacaan terkait dengan apa yang kita sedang terjemahkan, maka ini akan banyak membantu saat kita menerjemahkan bahan yang sedang kita terjemahkan. Misalnya kita paham arti ilmu seo (optimisasi mesin pencarian), maka pada saat kita menemukan mengenai artikel tersebut maka kita langsung dapat dengan mudah memahami bahan yang akan kita terjemahkan.

apakah bacaan dari koran seperti utk bagian ekonomi dan keuangan yg mempunyai istilah2 tertentu yg asing bagi kita itu juga perlu di kuasai ?

Iya, tapi mungkin lebih tepatnya kita pahami. Karena kalau arti sebuah kata masih bisa kita cari dari kamus, tapi kalau makna kontekstual kata tersebut, kita harus memahami seluruh bahan yang sedang kita terjemahkan tersebut.

Kalau kita memang suka dengan sebuah bidang, salah satu caranya yaitu kita membaca bacaan yang terkait dengan bidang atau topik tersebut. Misalkan kita ingin meningkatkan pemahaman kita akan istilah-istilah dalam Bahasa Inggris mengenai ekonomi dan keuangan maka tentu kita akan banyak membaca terkait topik tersebut dalam Bahasa Inggris, dalam Bahasa Indonesia juga banyak membantu. Begitu juga sebaliknya, jika kita ingin mendalami bidang penerjemahan Inggris ke Indonesia dengan topik ekonomi dan keuangan misalnya, maka tentu kita akan banyak membaca bahan yang terkait dengan topik tersebut dalam Bahasa Indonesia.

4. apakah seorang translator itu menguasai semua bidang bahasa , maksudku seperti bhs di bid kedokteran , ekonomi , politik , religi, dll, atau cukup yg umum2 saja , soalnya bid2 tsb mempunyai kosa kata dan istilah tersendiri yg unik dan asing bagi org awam .

Mungkin sebagian pertanyaan nomor empat sudah ada di jawaban di atas.

Secara umum seorang penerjemah itu adalah orang yang paham bagaimana melakukan pekerjaan alih bahasa terkait bahan yang sedang diterjemahkan. Jadi seorang penerjemah itu harus memahami bagaimana cara-cara menerjemahkan yang baik. Salah satu cara agar seorang penerjemah tersebut dapat menghasilkan hasil terjemahan yang baik adalah dengan menguasai atau setidaknya memahami bidang terjemahan yang sedang ia kerjakan, apakah itu bidang kedokteran, ekonomi, politik, agama, cerita fiksi, penerjemahan berita dsb. Kalau yang umum-umum saja, malah menurut saya itu hanya sebagai modal dasar seorang penerjemah dalam melakukan pekerjaannya.

5.soal kecerdasan buaatan itu mas . kalo dalam beberapa ratus tahun lagi toh kita semua sudah tidak ada( uppss ) jadi tidak usah kuatir lagi prospek translator itu masih dibutuhkan atau nga, toh sudah tdk ada gunanya bagi kita :)

Bisa juga, namun bagaimana kalau malah sebaliknya. Misalnya nih, misalnya loh…, misalnya beberapa ratus tahun mendatang Bahasa Sunda mau akan punah, lalu Google Translate belum bisa memahami bagaimana cara menerjemahkan Bahasa Sunda Alus atau Lemes ini, nah kan dibutuhkan itu penerjemah.

Lebih lanjut, atau mungkin Bahasa Indonesia sudah berubah menjadi b4h45a 4l4y, nah si Google Translate malah tambah puyeng menerjemahkan model bahasa anak gaul ini, gimana dong?

Untuk soal kecerdasan buatan sendiri, sebagaimana yang saya sebutkan dalam artikel iseng-siang saya “Analisis Penerjemah dan Google Terjemahan, Sederhana Kajian Historis Sederhana“, saya juga kurang pandai menerawangi apa yang akan terjadi di beberapa ratus tahun yang akan datang, khususnya terkait Google Translate dan Artificial Intelligence (AI/Kecerdasan Buatan). Saya pribadi baru sedikit memahami teknologi google terjemahan ini dari sudut pandang kajian Linguistik Komputasi.

Optinus Prime, jagoan di Film Transformers: Age of Extinction. Gambar:cinemablend.com

Optinus Prime, jagoan di film Transformers: Age of Extinction. Gambar:cinemablend.com

Kalau mau berandai-andai lagi, pernah nonton film Transformer kan? Misalnya yang terbaru Transformer: Age of Extinction atau film Planet of the Apes. Nah, bagaimana misalnya si Optimus Prime, jagoan di film transformer atau para kera-kera yang ada di film Planet of the Apes tidak bisa menggunakan Bahasa Planet bumi, nah siapa tahu jasa penerjemah dibutuhkan. #becanda

Penutup dan Kesimpulan

Sebagai penutup dan kesimpulan atas beberapa jawaban yang saya ajukan di atas dan juga sama halnya dengan judul artikel ini, maka memang spesialisasi dalam bidang terjemahan itu sangat diperlukan sekali. Hal ini hampir sama dengan (mungkin) profesi seorang dokter. Jika seorang penerjemah itu semakin menguasai bidang terjemahan yang ia akan tangani dengan baik maka besar kemungkinan hasil terjemahan yang dihasilkannya akan baik pula. Kalau pun ia tidak menguasai bidang yang sedang diterjemahkan, maka seorang penerjemah itu akan dituntut untuk benar-benar memahami dan mau tidak mau ia akan mempelajari bahan yang sedang ia terjemahkan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran.

Satu hal lagi, seorang penerjemah itu tidak harus memiliki latar belakang keilmuan dalam bidang Bahasa atau Linguistik, namun seorang penerjemah itu bisa juga dari latar pendidikan yang berbeda-beda, dokter, insinyur, ekonom, apoteker, dsb. Mereka ini juga bisa menjadi seorang penerjemah khususnya yang terkait dengan bidang mereka dan hasil terjemahan mereka jelas sekali mungkin akan lebih baik. Karena itulah dibutuhkannya spesialisasi dalam bidang terjemahan.

Ucapan Terima Kasih

Sebagai ucapan terima kasih atas pertanyaan yang diajukan, saya telah membuat artikel kecil khusus untuk sang penanya “Sumpah Pemuda Dalam (Mata) Dunia Terjemahan Saya” di kompasiana.com. Karena pada saat itu tepat di hari sumpah pemuda.

Leave a Reply