Algoritma Google Penguin, Google Panda dan Google Pirate

Tadinya saya ingin menggunakan judul “Sebuah Strategi Menghadapi Algoritma Google Penguin, Google Panda dan Google Pirate”, tapi begitu melihat judulnya kepanjangan dan melebihi ruang yang disediakan untuk menampilkan sebuah judul dalam hasil mesin pencarian, khususnya google, jadinya saya pakai judul di atas “Algoritma Google Penguin, Google Panda dan Google Pirate”. Pas lagi karakternya.

Luar biasa kejadian dalam 1 bulan terakhir di dunia pemasaran melalui internet (Internet Marketing atau IM). Dimulai dari akhir bulan September 2014 yaitu dikeluarkannya google panda dan dilanjutkan google penguin di awal Oktober 2014 dan akhir Oktober 2014 keluarlah jenis varian terbaru algoritma google, yaitu google pirate. Kalau boleh jujur, saya sendiri belum membaca apa-apa saja informasi mengenai algoritma google terbaru yang baru-baru dikeluarkan tersebut, apalagi algoritma google pirate. Namun sekilas yang saya baca, algoritma google pirate memiliki tugas memeriksa situs-situs yang memiliki kategori pembajakan. Untuk algoritma google penguin dan algoritma google panda kalau tidak salah masing-masing tugas mereka adalah memeriksa tautan balik (backlink) dan konten (yang bermanfaat).

Algoritma Pinguin 2.0 di blog Terjemahan Inggris Indonesia dciseo

Algoritma Pinguin 2.0 Gambar:dciseo.com

Seperti biasa, setiap kali algoritma google keluar maka dunia IM akan heboh, Maklumlah, dunia pemasaran melalui internet ini memiliki ketergantungan yang cukup erat atas hasil pencarian google, sebagai mesin pencari terbesar dan terkenal saat ini. Berbagai laporan atas pengaruh atau efek ‘peliharaan’ google ini banyak dilaporkan. Beberapa di antaranya ada yang mendapatkan angin segar dengan bertambahnya jumlah pengunjung dan yang lain mendapatkan berita ‘frustasi’ akan efek algoritma google panda, google penguin atau bahkan google pirate, yaitu berkurangnya jumlah pengunjung (visitor atau tamu). Ada juga yang tidak merasakan pengaruh algoritma terbaru google namun yang lebih parahnya lagi, ada blog atau situs yang malah tidak dikenal oleh google (deindex) atau bahkan jika ada yang menggunakan blogspot, bisa jadi blognya ada yang terhapus.

Saya yang juga memiliki lapak online jasa penerjemah Inggris Indonesia tarjiem.com tentu terkena fungsi algoritma-algoritma google ini. Berikut ini grafik pengunjung jasa penerjemah inggris indonesia tarjiem.com satu-dua bulan terakhir, dimulai dari persis 1 bulan yang lalu hingga jam malam terakhir pada saat tulisan ini di buat, jam 23:03 wib.

Statistik Pengunjung Tarjiem.com September-Oktober 2014

Statistik Pengunjung Tarjiem.com September-Oktober 2014

Yang jelas mungkin blog jasa terjemahan saya ini tidak terkena algoritma google pirate. Karena saya juga sedikit menghindari kata-kata “download” dan tidak ada hubungan antara pengunduhan dengan jasa terjemahan ini.

Jika dilihat grafik pengunjung harian blog jasa terjemahan saya, maka jelas sekali terjadi lonjakan-anjlokan yang cukup tajam dalam satu bulan terakhir ini. Lihat saja, dimulai dari peristiwa lonjakan hingga > 450 pengunjung setiap harinya hingga adanya anjlokan < 200 pengunjung dalam 1 hari.

Kesalahan Strategi Saya Saat Menghadapi Algoritma Google Penguin dan Google Panda

Sebetulnya kalau boleh jujur saya memiliki sedikit kesalahan dalam proses optimisasi mesin pencari (SEO), khususnya google ini. Yaitu pada awal munculnya algoritma google panda dan menjelang algoritma google penguin, saya menggunakan jasa tautan balik .edu dengan maksud sebagai pendorong dan pembangun tautan-tautan balik. Namun begitu algoritma google penguin dikeluarkan (siapa yang menyangka), maka terkenalah saya imbasnya (lihat grafik). Dikarenakan saya sudah curiga ini mungkin disebabkan peletakan atau penanaman tautan balik yang dilakukan secara masal dan dalam waktu relatif yang singkat (mungkin dikarenakan menggunakan program atau tools dan itu saya tidak ketahui dan lupa nanya juga) maka mau tidak mau saya melakukan langkah standar menghadapi algoritma google penguin dan google penguin ini, yaitu adalah publikasi konten. Sebenarnya saya memiliki alasan kenapa saya berpraduga demikian, karena itu adalah kali pertama kali saya menggunakan jasa tautan balik. Walaupun mungkin saya sedikit terhindar atau ‘aman’ karena saya menggunakan tautan balik .edu. Namun demikian, akhirnya saya berkesimpulan, mungkin tidak lagi menggunakan tautan balik yang sifatnya terstruktur, sistematis dan masif (TSM) ini.

Strategi Saya Saat Menghadapi Algoritma Google Terbaru (Penguin, Panda dan Google Pirate)

Coba saja jumlah cek kiriman atau publikasi tulisan pada bulan September dan Oktober 2014 di blog jasa terjemahan ini, mungkin ada lebih 10 tulisan yang saya terbitkan. Hampir semuanya itu berkaitan erat dengan ‘jasa penerjemah Inggris Indonesia’ ini.

Ahli seo foto dari pixa bay

Ilustrasi Google SEO Gambar:Pixabay

Itulah yang saya lakukan, publikasi konten atau membuat tulisan terbaru. Cara ini adalah cara paling standar, paling umum, (mungkin) mujarab, berpengaruh, sederhana, logis, mudah, dalam menghadapi algoritma-algoritma Google yang terus bermunculan. Terlebih lagi dengan varian-varian terbarunya. Itulah cara saya menghadapi algoritma-algoritma google terbaru.

Sebagai Penutup Algoritma Google Penguin, Google Panda dan Google Pirate

Jujur itulah cara utama yang saya lakukan, publikasi konten fres, orisinil dan berkualitas -termasuk juga tulisan ini ;). Karena cara tersebut sudah saya lakukan sejak 2-3 tahun yang lalu, sejak saya membangun lapak online jasa terjemahan Inggris Indonesia ini. Dan sejak itu pula saya selalu ‘bermain’ di arus algoritma-algoritma Google terbaru.

One Response

  1. mellisa 23 Januari 2015 15:18

Leave a Reply